Etika di Medsos

Akun sosmed itu rumah maya kita. Tentu pemiliknya pengin bersih dan menarik. Bukan sebaliknya, justru rumah itu malah dipenuhi sampah-sampah berita hoaks dan ujaran kebencian.

Kamis, 20 Februari 2020 | 22:26 WIB
0
277
Etika di Medsos
Ilustrasi medsos (Foto: hellosehat.com)

Terhenyak saat mendapatkan kiriman status di WhatsApp. Status itu di-screenshot dan jadilah viral. Dan petaka pun menimpanya.

Ada juga teman yang begitu hobi menyebarkan informasi hoaks dan ujaran kebencian. Judul berita yang cukup provokatif begitu menarik hatinya. Tanpa berpikir panjang, ternyata informasi itu hoaks dan sangat tendensius.

Tulisan-tulisan itu pun memancing beragam komentar. Baik pro maupun kontra. Namun, seakan itu diabaikan begitu saja. Tiada rasa bersalah sama sekali. Boro-boro minta maaf. Ketahuilah bahwa tulisan, meskipun sekadar komentar, bisa menjadi pahala dan dosa jariyah.

Ada empat etika yang perlu diperhatikan saat bermain di sosial media, yakni :

Satu, pilihlah kata yang sopan. Niat baik harus diikuti cara yang baik pula. Meskipun isi mungkin komentar baik dan bermanfaat, itu akan diabaikan karena kata-katanya tidak sopan.

Dua, berpikirlah masak-masak sebelum komentar atau share informasi. Salah "klik" bisa berakibat fatal. Maka, usahakan komentar sesuai dengan bidang atau passion-nya. Ini semata agar kebebasan di sosmed tidak menjadi senjata makan tuan.

Tiga, tahan diri tidak bermain di sosmed saat marah, dendam, atau sakit hati. Tidak ada kebaikan sedikit pun dari kemarahan. Maka, jauhkan hape dari jangkauan tangan ketika hati sedang gundah.

Empat, gunakan narasi sebelum share. Entah link berita, dokumen, atau foto, awali dengan narasi seputar isinya. Jangan sampai kita share sesuatu, tetapi kita malah belum membaca isinya. Dari sini juga pembaca bisa berpikir untuk memberikan solusi.

Akun sosmed itu rumah maya kita. Namanya juga rumah, tentu pemiliknya pengin bersih dan menarik. Bukan sebaliknya, justru rumah itu malah dipenuhi sampah-sampah berita hoaks dan ujaran kebencian. Jangan sampai kita punya tabungan dosa jariyah akibat latah.

Na'udzubillaahi min dzalik.

***