Malang - Rabu (22/2/2023) Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur melakukan Pretest Keagamaan untuk WBP di Blok Pesantren Lapas Kelas I Malang.
Pembinaan Kepribadian di Lapas Kelas I Malang terus dilakukan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas I Malang. Salah satunya adalah yang dilakukan di Blok Pesantren Lapas Kelas I Malang.
WBP di Blok Pesantren melakukan pretest pengetahuan keagamaan di bidang Fiqih dan Akhlak. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menentukan kelas bimbingan pengajian Fiqih dan Akhlak untuk WBP. Dengan kelas yang sesuai dengan pengetahuan WBP, diharapkan program pembinaan kepribadian melalui kelompok pengajian dapat disesuaikan dengan baik.

Pretest ini bekerja sama dengan Komunitas Rampak Naong. Sebuah komunitas yang berisikan ustadz dan dai berpengetahuan agama Islam. Komunitas Rampak naong sendiri telah menjalin kerja sama dengan Lapas Kelas I Malang dalam bidang keagamaan. Ustadz dari komunitas ini datang tiap pekan 2 kali untuk berbagi pengetahuan keagamaan dalam bentuk kelompok pengajian kepada WBP Lapas kelas I Malang.
Kalapas Kelas I Malang, Hery Azhari mengungkapkan pentingnya pembinaan kepribadian Warga Binaan sebagai salah satu program pembinaan dalam rangka penurunan resiko Warga Binaan untuk berbuat hal yang dilarang hukum.
L'SIMA PASTI APIK !
(HUMAS LAPAS KELAS I MALANG)
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews