Psikologi [10] Sigmund Freud-Pendiri Psikoanalisis dan Teori-teorinya

Para psikolog klinis menolak model mental Freud dan para psikolog eksperimental menolak teori-teori Freud dengan alasan bahwa mereka menganggapnya sangat tidak realistis.

Selasa, 13 Agustus 2019 | 16:24 WIB
0
48
Psikologi [10] Sigmund Freud-Pendiri Psikoanalisis dan Teori-teorinya
ilustr: AS.com

Sigmund Freud lahir pada tahun 1856 di Austria, tetapi hidup terutama di Wina. Pendiri sekolah pemikiran Psikoanalisis memperoleh gelar medisnya pada tahun 1881 dan menjadi ahli saraf. Setelah menyelesaikan kelulusannya, ia memulai praktik pribadinya dan merawat pasiennya yang memiliki masalah psikologis. Konsep-konsep kunci yang diperkenalkan oleh Sigmund Freud dalam karya penelitiannya adalah model pikiran, mekanisme pertahanan, fiksasi dan sub-divisi kepribadian menjadi tiga jenis: id, ego dan super ego.

Model-Model Pikiran

Model-model pikiran manusia seperti yang dijelaskan oleh Sigmund Freud adalah salah satu kontribusinya yang paling menonjol di bidang psikologi. Berseberangan dengan kecenderungan Positivisme negara-negara Barat yang paling dominan pada abad ke-19, Freud memunculkan penelitiannya yang inovatif tentang peran yang dimainkan oleh pikiran bawah sadar atau perasaan tertekan dalam mengatur perilaku kita sehari-hari.

Dia membandingkan tiga lapisan pikiran dengan gunung es. Menurutnya, hanya sebagian kecil dari pikiran yang terlihat seperti ujung gunung es yang merupakan lapisan sadar dari pikiran, sedangkan proporsi utama dari es yang tetap terbenam di bawah air adalah lapisan pikiran bawah sadar kita. Freud membagi model-model pikiran menjadi tiga wilayah atau lapisan yang berbeda:

  1. Pikiran Sadar: Pikiran sadar meliputi perasaan, pikiran, atau hal-hal yang saat ini kita sadari.
  2. Prasadar (juga disebut bawah sadar): Lapisan bawah sadar menurut Freud adalah lapisan yang ada lapisan tidak sadar dan sadar, yang dapat diakses dengan sedikit usaha, diambil atau ditarik kembali dari memori.
  3. Pikiran Bawah Sadar: Mimpi yang digambarkan Freud sebagai "jalan kerajaan menuju alam bawah sadar", adalah salah satu contoh tepat dari kehidupan bawah sadar. Freud dalam upayanya menafsirkan mimpi mencoba mendapatkan akses ke pikiran bawah sadar dan menemukan bahwa pikiran bawah sadar termasuk pikiran-pikiran, perilaku, perasaan atau dorongan yang tetap keluar dari kesadaran kita tetapi terus mempengaruhi perilaku kita.

Komponen Krusial Kepribadian Manusia sesuai Analisis Freudian: Id, Ego dan Super Ego

  • Id: Id dapat dikorelasikan dengan lapisan pikiran bawah sadar yang berfokus terutama pada insting atau keinginan dasar dan merupakan sumber utama energi libido. Menurut Freud, naluri atau keinginan dasar ini dapat terdiri dari dua jenis: eros atau naluri bertahan hidup dan naluri kematian atau thanatos. Naluri bertahan hidup menggerakkan perilaku konstruktif sedangkan naluri kematian menggerakkan perilaku kekerasan, agresif atau destruktif.
  • Ego: Ego melakukan pemeriksaan pada id dan berurusan dengan kenyataan. Ego memastikan bahwa keinginan atau tuntutan id dipenuhi dengan cara yang dapat diterima secara sosial. Ego tetap berada di antara id dan super ego untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan naluriah dan keyakinan etis atau moral. Ego yang seimbang atau sehat akan meningkatkan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan dunia luar dengan menyeimbangkan id dan super ego.
  • Super Ego: Super ego terkait dengan lapisan pikiran sadar kita dan merupakan gudang moralitas dan prinsip panduan, yang membuat kita tetap dibimbing untuk bertindak atau berperilaku dengan cara yang dapat diterima secara sosial atau dengan cara yang bertanggung jawab (McLeod, 2013).

Mekanisme Pertahanan

Menurut Freud, tiga komponen pikiran tetap dalam konflik yang konstan karena tujuan atau sasaran mereka berbeda, sebagai akibatnya ego dapat terlibat dalam mekanisme pertahanan. Mekanisme pertahanan ini dapat berupa:

  • Penindasan: Pikiran yang mengancam atau mengganggu didorong oleh ego dari pikiran sadar seseorang.
  • Penyangkalan: Dalam mekanisme pertahanan semacam ini, ego memblokir kesadaran akan pengalaman yang luar biasa atau negatif sedemikian rupa sehingga individu tidak akan setuju untuk menerima atau percaya apa pun yang terjadi.
  • Proyeksi: Ini melibatkan upaya ego untuk menghubungkan pikiran, perasaan, atau perilaku yang tidak dapat diterima dengan orang lain.
  • Pemindahan: Kecenderungan ego untuk bertindak atas orang lain atau hal pengganti dengan cara yang tidak dapat diterima secara sosial untuk melepaskan pikiran atau frustrasi negatif. Misalnya melampiaskan frustrasi perilaku bos kepada pasangannya.
  • Regresi: Ini melibatkan gerakan mundur untuk mengatasi anteseden yang penuh tekanan.
  • Sublimasi: Ini sangat terkait dengan perpindahan, tetapi sebaliknya itu melibatkan bertindak pada orang lain atau objek dengan cara yang dapat diterima secara sosial dengan terlibat dalam beberapa pekerjaan atau hobi yang konstruktif.

Konsep Analisis Mimpi Freud

Menurut Freud, analisis mimpi dapat memberikan beberapa wawasan penting pada pikiran bawah sadar seseorang. Dalam bukunya "The Interpretation of Dream" yang diterbitkan pada tahun 1900, Sigmund Freud mencoba untuk menyoroti bahwa tujuan utama dari mimpi adalah pemenuhan harapan atau bekerja pada isu-isu atau keinginan yang ditekan yang jauh dari alam sadar atau kenyataan.

Dalam bukunya, ia bahkan menggambarkan perbedaan antara isi manifes atau mimpi yang sebenarnya dan juga konten laten atau makna tersembunyi dari mimpi yang tetap laten. Konten manifes atau mimpi yang sebenarnya dapat diingat oleh pemimpi saat bangun tidur. Penulis sering menggunakan analisis mimpinya bersama dengan teknik asosiasi bebasnya. Dia fokus pada simbol mimpi dan menggunakan teknik asosiasi bebasnya untuk menganalisis pemikiran seperti apa yang muncul di benak klien.

Kontribusi Freud ke Bidang Psikologi bersama dengan keterbatasan dan kekuatan teorinya

Karya-karya penelitian Freud membentuk dasar untuk berbagai perawatan terapi. Tujuan dari perspektif Freudian adalah untuk membawa pikiran atau perasaan yang ditekan kembali ke kesadaran untuk membantu pasien mengembangkan super ego yang kuat. Hal ini dapat ia capai dengan membuat pasien terlibat dalam terapi bicara dalam pergaulan bebas, ketika mereka dapat mendiskusikan tentang impian mereka dan keinginan yang ditekan.

Fokus lain dari teori Freudian adalah pada mendorong pasien untuk memproyeksikan atau mencerminkan perasaan atau pikiran mereka pada analis, tanpa keterlibatan langsung dari analis. Dia menyebut proses ini sebagai "Transferensi" dimana seorang pasien dapat menyelesaikan masalah atau konflik yang ditekan dengan memerankan kembali urutan tersebut. Karyanya adalah revolusi besar di bidang psikoterapi.

Temuan Freudian telah dikritik dengan alasan bahwa ia tidak memiliki bukti ilmiah atau dasar empiris oleh psikolog kontemporer lainnya. Temuannya dianggap subyektif dan didasarkan hanya pada laporan yang disiapkan selama interaksi dengan klien. Teorinya dikritik karena terlalu banyak menekankan pada pikiran bawah sadar dan mengabaikan pentingnya pikiran Sadar.

Para psikolog klinis menolak model mental Freud dan para psikolog eksperimental menolak teori-teori Freud dengan alasan bahwa mereka menganggapnya sangat tidak realistis.

***
Solo, Selasa, 13 Agustus 2019. 4:16 pm
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
suka idea
antologi puisi suko