Balapan dan Machiavellian

Mereka ini para munafik sesungguhnya. Mempermainkan dukungan tulus dari rakyat, mencuri uang mereka. Lalu menyombongkannya. Setelah itu, mereka akan kembali ribut, reseh, dan saling menikam.

Minggu, 5 Juni 2022 | 08:11 WIB
0
369
Balapan dan Machiavellian
Joko Widodo, Puan Maharani, Anies Baswedan, Bambang Soesatyo (Foto: Facebook/Andi Setiono)

Kenapa saya tidak pernah tertarik menuliskan tentang segala hal yang namanya balapan. Baik itu Moto GP di Mandalika maupun yang baru hari ini berlalu Formula E di Ancol.

Saya bahkan tidak tertarik dengan apapun kontroversinya. Karena bagi saya, apa pun jenis balapannya sudah bermakna kontroversi. Ia tidak seharusnya menggunakan uang negara.

Di luar saya memang gagal paham. Saya menganggap gak ada hal penting, sungguh gak punya manfaat langsung untuk rakyat. Blas sama sekali tidak berempati bagi jutaan rakyat yang masih berusaha bangkit pasca-Pandemi.

Bagi saya siapa pun mereka yang ada di belakangnya. Adalah Machiavelli baru di abad modern. Memberi harapan rakyat yang resah, gelisah, dan susah dengan permainan berharga mahal. Biar mereka seolah tampak terhibur, pansos sesaat ikut naik kelas.

Para Machiavellian, yang tidak bekerja sendirian tapi malah keroyokan.....

Lihatlah foto ini. Inilah output dari peristiwa "yang dianggap penting hari Ini". Kita ini ditipu, dan seterusnya juga akan begitu. Mereka tak pernah merasakan susah payah kita membela dan berdebat. Sementara mereka bersindikat atas "nama baik bangsa" yang sesaat, tak seberapa, tapi dengan biaya mahal.

Mereka ini para munafik sesungguhnya. Mempermainkan dukungan tulus dari rakyat, mencuri uang mereka. Lalu menyombongkannya. Setelah itu, mereka akan kembali ribut, reseh, dan saling menikam. Kembali mengajak rakyat dalam melodrama haru biru mereka.

Kelak, sejarah akan mencatat. Yang kita bela dan yang kita kecam sesungguhnya sama brengseknya.

Ayo para supporter belalah jungjunganmu. Kami siap melawanmu!

***