Prediksi "Artificial Intelligence", Susanto Gagal Lewati Babak Pertama

Tetapi semua itu baru ramalan, sekalipun yang meramal "dukun mahapintar" bernama Artificial Intelligence.

Senin, 9 September 2019 | 15:00 WIB
0
181
Prediksi "Artificial Intelligence", Susanto Gagal Lewati Babak Pertama
Susanto Megaranto (Foto: Republika.co.id)

Berdasarkan prediksi "Artificial Intelligence" yang dikembangkan analis Sagy Drucker, yang bakal keluar sebagai juara di Piala Dunia 2019 catur adalah Sergey Karjakin setelah di final berhasil mengalahkan Maxime Vachier-Lagrave. 

Berhubung yang menjadi lawan Karjakin pada babak pertama adalah Susanto Megaranto, maka pecatur nomor satu Indonesia itu bakal tergusur di babak awal.

Sagy Drucker, seorang analis perangkat lunak dari Explorium AI mencoba memprediksi hasil Piala Dunia Catur 2019 yang akan digelar pada tanggal 10 September hingga 4 Oktober mendatang di Khanty-Mansiysk, Rusia, dengan menggunakan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan).

Sagy telah mencatat daftar semua peserta turnamen Piala Dunia FIDE ini, mengumpulkan data permainan historis mereka (lebih dari 120.000 partai di masa lalu yang diambil dari chessgames.com).


Diagram "AI" Sagy Drucker

Mengumpulkan data lain seperti usia, negara, dan lain-lain dari situs FIDE, memproses dan memperkaya data tersebut dengan statistik tambahan dan "memasukkannya" ke algoritma Artificial Intelligence. Hasilnya menunjukkan bagaimana pikiran komputer ini bekerja.

GM Ding Liren, GM Sergey Karjakin, GM Anish Giri dan GM Maxime Vachier-Lagrave akan bertemu di babak semifinal. Partai final akan mempertemukan Sergey Karjakin dan Maxime Vachier-Lagrave dengan pecatur asal Perancis itu tampil sebagai juara.

Apakah prediksi ini akurat? Kita akan mengetahuinya dalam satu bulan ke depan. Namun jika prediksi ini tepat, berarti GM Susanto Megaranto gagal menyingkirkan GM Sergey Karjakin pada babak pertama.

Tetapi semua itu baru ramalan, sekalipun yang meramal "dukun mahapintar" bernama Artificial Intelligence.

***