Moto yang dibayar CSR dalam istilah ekonomi riil harus disiarkan jauh dan luas dan hanya ketika perusahaan menyadari manfaat ekonomi dari kapitalisme sadar.
Dalam kasus perusahaan perlu diyakinkan untuk melakukan adopsi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), model yang diusulkan oleh Young dan Tilley (2006) di mana mereka mendaftar enam kriteria untuk keberlanjutan perusahaan yang tidak hanya berkontribusi pada tanggung jawab sosial bisnis tetapi juga meningkatkan efisiensi bisnis.
Yang terakhir jika disajikan dengan cara yang meyakinkan akan menarik bagi bisnis karena peningkatan efisiensi mengarah pada penghematan biaya yang lebih besar serta peningkatan margin keuntungan.
Keenam kriteria yang dibahas oleh Young dan Tilley adalah eko-efisiensi, sosio-efisiensi, eko-efektivitas, sosio-efektifitas dan kecukupan serta kesetaraan ekologis. Secara keseluruhan, keenam kriteria ini membentuk model terintegrasi yang dapat diikuti oleh perusahaan untuk praktik bisnis yang berkelanjutan dan menuai keuntungan serta sadar dalam praktik bisnis mereka.
Intinya di sini adalah bahwa moto yang dibayar CSR dalam istilah ekonomi riil harus disiarkan jauh dan luas dan hanya ketika perusahaan menyadari manfaat ekonomi dari kapitalisme sadar, mereka akan merangkul paradigma CSR dengan sepenuh hati.
Mengingat perintah Friedman bahwa tanggung jawab sosial bisnis adalah untuk menghasilkan laba, jika dapat ditunjukkan bahwa menjadi bertanggung jawab secara sosial mendatangkan keuntungan, tidak akan ada kasus bisnis yang lebih baik untuk CSR.
Hal ini dapat diwujudkan mengingat penelitian yang muncul dalam CSR dan praktik bisnis yang memunculkan beberapa koneksi antara kapitalisme sadar dan peningkatan laba dan "kebangkitan" baru dalam pemikiran bisnis dan perilaku perusahaan seharusnya membuat hati semua penggemar CSR senang.
Sebelum menyimpulkan makalah ini, penting untuk dicatat bahwa artikel Friedman yang dikutip secara luas mungkin sedikit ketinggalan zaman untuk imperatif abad ke-21 dan sementara profesor besar itu berpandangan jauh, dia tidak bisa meramalkan kehancuran total model neo klasik ekonomi yang telah menimbulkan Resesi Hebat 2008.
Jadi, sementara pandangan seperti itu dari Friedman bisa menjadi titik awal yang baik untuk memperdebatkan manfaat dan kerugian relatif dari tanggung jawab sosial versus keuntungan, untuk mendasarkan seluruh gagasan CSR pada idenya sendiri akan merugikan bagi non-linear, dunia yang kompleks dan saling terkait di mana kita hidup dan yang menuntut solusi tepat di luar kotak.
***
Solo, Selasa, 14 April 2020. 6:14 pm
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
suka idea
antologi puisi suko
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews