Di India, The Hindu melakukan pekerjaan yang baik dalam menerbitkan artikel dan editorial yang mendesak perusahaan untuk sadar sosial.
Tulisan sebelumnya hingga sekarang telah berfokus pada bagaimana perusahaan perlu merangkul CSR (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) sebagai keharusan bisnis. Penekanannya sebagian besar adalah pada bagaimana ada kebutuhan bisnis untuk mengadopsi CSR dan sudah saatnya perusahaan menjadi sadar secara sosial. Dalam tulisan kali ini, kita melihat peran media dalam memperjuangkan CSR.
Memang, media memiliki peran besar dalam bagaimana CSR disiarkan ke seluruh dunia. Sama sekali tidak cukup bagi perusahaan untuk melakukan bagian mereka untuk tujuan sosial. Mereka juga harus membiarkan dunia tahu sehingga orang lain diilhami dan mereka memberi contoh bagi orang lain untuk diikuti. Tentu saja, kita tidak berbicara tentang CSR "periklanan" karena itu akan masuk dalam kategori korporasi yang meneriakkan prestasi mereka seperti yang akan mereka lakukan ketika mereka meluncurkan produk baru.
Di sisi lain, apa yang kami katakan adalah bahwa mereka harus mengikuti contoh ITC dan Vedanta yang telah menciptakan iklan yang brilian yang menggambarkan nilai-nilai mereka dan menampilkan karya luar biasa yang telah mereka lakukan. Ada perusahaan lain seperti Shell yang telah keluar dengan cara-cara inovatif untuk menjangkau orang-orang tentang inisiatif CSR mereka.
Selain membuat iklan yang menarik dan sadar, perusahaan harus meminta kerjasama dan dukungan media dalam menyebarkan kesadaran tentang CSR kepada masyarakat luas. Dalam analisis terakhir, CSR adalah tentang membantu masyarakat melihat lebih dari keuntungan dan karenanya media (yang merupakan penjaga barang publik) memiliki peran luar biasa untuk dimainkan dalam upaya ini.
Media dapat digunakan untuk mencari sukarelawan dari masyarakat atau tempat tertentu di mana perusahaan meluncurkan inisiatif CSR mereka.
Selanjutnya, mereka dapat digunakan untuk menerbitkan artikel yang berkaitan dengan nilai-nilai dan misi perusahaan dalam mempromosikan CSR. Contoh yang sangat baik dari hubungan ini adalah cara Infosys diliput di media.
Ada sangat sedikit artikel yang tidak menyebutkan rasa hormat dan sanjungan yang diberikan Infosys dari publik India pada umumnya dan ini dimungkinkan karena liputan media yang cerdas. Cara di mana inisiatif sosial yang dilakukan oleh Infosys telah dibahas di media berbicara banyak tentang seberapa baik perusahaan telah mengelola liputan medianya.
Terlepas dari ini, media juga dapat bertindak sebagai penjaga hati nurani dengan terus-menerus mengingatkan perusahaan tentang perlunya memberi kembali kepada masyarakat dan untuk melihat melampaui keuntungan. Di dunia internasional, The Guardian Newspaper telah menjadi yang terdepan dalam menuntut akuntabilitas dan transparansi dari korporasi.
Di India, The Hindu melakukan pekerjaan yang baik dalam menerbitkan artikel dan editorial yang mendesak perusahaan untuk sadar sosial.
Akhirnya, media juga dapat mengambil pandangan kritis terhadap program-program CSR yang diklaim dijalankan oleh sebuah perusahaan dan dapat memastikan bahwa korporasi tidak menuruti “Green Washing” yang merupakan kasus di mana sebuah perusahaan berpura-pura mengikuti CSR tetapi pada kenyataannya tidak melakukannya.
***
Solo, Jumat, 24 April 2020. 8:55 am
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
suka idea
antologi puisi suko
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews