Bagasi Berbayar, "Say Good Bye to Mana Oleh-oleh?"

Selasa, 22 Januari 2019 | 15:34 WIB
0
31
Bagasi Berbayar, "Say Good Bye to Mana Oleh-oleh?"
sumber foto : kompas travel

Mulai 22 Januari 2019 hari ini, maskapai penerbangan dalam negeri, Lion Air menerapkan kebijakan tidak ada lagi bagasi gratis untuk penumpang. Kalau biasanya penumpang bisa mendapatkan bagasi gratis sebanyak 20 kilogram, kini sudah tidak lagi.

Apabila penumpang ingin memasukkan barang ke bagasi, harganya bukanlah murah. Menurut pemberitaan, untuk bagasi 5 kilogram saja, harganya mencapai 155.000. Untuk 10 kilogram 310 ribu. Bukan sesuatu yang sangat murah.

Apa sebenarnya yang akan menerima dampak kebijakan seperti ini?

Kalau sebagai penumpang, bepergian dalam kurun waktu beberapa hari, seperti ketika saya ke Sumatera Utara dua pekan lalu, tidak masalah. Saya bisa memasukkan barang dalam bagasi saja.

Tapi bagaimana kalau bepergian dalam rangka tugas kerja bisa sampai sepekan? Atau mungkin lebih. Tentunya ini akan menambah biaya kalau kita membawa pakaian yang cukup banyak dan tidak bisa masuk bagasi.

Dampak lain yang akan sangat berasa adalah oleh-oleh. Saya menyadari ini, ketika saudara saya memposting di facebook, dengan kebijakan Lion Air ini dan nantinya Citilink, kita bisa mengucapkan “say goodbye to oleh-oleh”.

Yep, kebiasaan kita adalah ketika kita bepergian ke sebuah daerah, kita akan membawa oleh-oleh ketika kembali. Oleh-oleh ini bisa berupa makanan khas, cinderamata lainnya seperti kain, atau pakaian.

Dan kadang-kadang, sakin banyaknya, oleh-oleh ini berat dan mau tidak mau dimasukkan ke dalam bagasi. Nah, kalau bagasi sudah kena biaya, apa mau kita bawa oleh-oleh yang banyak?

Bisa saja karena kebijakan ini, kita akan mengurangi pembelian oleh-oleh dan bisa saja mungkin akan tidak membeli oleh-oleh sama sekali karena kalau bawaan barang kita saja sudah banyak dan memasukkan ke cabin saja sudah sulit.

Tidak mungkin juga kita akan “bela-belain” bawa oleh-oleh dan kemudian kita akan kena biaya bagasi tambahan dengan harga yang tidak murah.

Say goodbye to “mana oleh-oleh?”

***