Lebih Sejuta PNS Tak Melalui Seleksi!

Minggu, 23 September 2018 | 10:36 WIB
0
370
Lebih Sejuta PNS Tak Melalui Seleksi!

Begini suasana jumpa pers soal penerimaan CPNS di Jakarta. Yang berbaju putih membelakangi dan sedang berbicara adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin. Ia bersama koleganya Kepala Staf Presiden Moeldoko, menghadapi ratusan wartawan di satu ruangan besar di kompleks Istana Negara, Jakarta.

Selain urusan pemilihan presiden yang datang menjelang, perhatian khalayak negeri kini tertuju paling banyak di urusan ini: pendaftaran calon pegawai negeri sipil yang kerannya tengah dibuka lebar-lebar.

Ada banyak orang terkait dengannya. Kalau bukan diri sendiri, ya keluarga, atau kerabat.

Bayangkan, ada 238.015 lowongan jadi pegawai negeri -- 51.271 formasi untuk 76 kementerian dan lembaga di tingkat pusat dan 186.744 formasi untuk 525 pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Menteri PANRB Syafruddin, mengatakan hendak mencari talenta terbaik di antara jutaan anak bangsa untuk mengabdi kepada negara.

"Pemerintah ingin mendapatkan putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui seleksi CPNS kali ini," kata Syafruddin, sore tadi.

Pernyataan yang mengundang pertanyaan baru, apakah para PNS Indonesia yang menjadi mesin birokrasi, guru-guru, dll, saat ini bukan orang-orang terbaik?

Syafruddin memberi gambaran besarnya. Sepanjang tahun 2003 sampai 2014, pemerintah Indonesia sudah mengangkat 1,1 juta lebih pegawai honorer di kantor-kantor pemerintah dan guru-guru di lembaga pendidikan menjadi PNS. Dari jumlah tersebut, 900.000 lebih dari honorer K1 dan 195.000 lebih dari honorer K2.

Satu koma satu juta honorer diangkat jadi PNS, sodara-sodara.

Jika total jumlah PNS saat ini sekitar 4,35 juta orang, maka ada sekitar 25,6 persen di antara seluruh PNS di Indonesia sesungguhnya diangkat tanpa melalui seleksi!

Tak sedikit yang menjadi pegawai honorer lewat jalur-jalur kerabat.

Dalam rekrutmen tahun ini pun, pemerintah masih memberi kuota 13.347 posisi honorer K2 menjadi CPNS, khusus untuk guru dan tenaga kesehatan.

Tak heran jika ada penegasan kepada seluruh instansi pemerintah, pusat dan daerah, untuk menghentikan rekrutmen honorer baru setelah penerimaan CPNS tahun ini. Di bidang pendidikan saja terdapat 735.825 guru non PNS yang bekerja di sekolah negeri sebagai honorer tanpa ada kepastian status.

Men-PANRB Syafruddin menjamin pengadaan CPNS tahun 2018 dilaksanakan melalui sistem seleksi yang ketat, transparan, bersih dan bebas dari praktik KKN. Selain tentu saja, ada formasi khusus bagi putra putri lulusan terbaik berpredikat cumlaude, penyandang disabilitas, putra putri asal Provinsi Papua dan Papua Barat, diaspora, olahrawan/olahragawati berprestasi internasional.

Bagaimana dengan honorer K2 yang tidak memenuhi persyaratan seleksi CPNS? ”Mereka dapat mengikuti seleksi sebagai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), setelah PP-nya ditetapkan pemerintah,” kata Syafruddin.

***