Trik Melatih Daya Ingat, Anda Bisa Melakukannya Sendiri

Selasa, 17 Juli 2018 | 08:08 WIB
0
728
Trik Melatih Daya Ingat, Anda Bisa Melakukannya Sendiri

Trik ini relatif mudah, khususnya untuk memori jangka panjang (Long Term Memory). Saya sendiri sudah mempraktekkannya selama hampir dua dekade. Manfaatnya bagi kehidupan sangat terasa, khususnya dalam meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan. Meskipun demikian cara ini ada tapinya sih.

Trik ini terinspirasi dari dua tempat, yaitu dari kamar kosku saat kuliah dahulu dan dari Perpustakaan Universitas Sumatera Utara.

Saya memiliki kebiasaan yang tidak baik saat masih mahasiswa dulu. Sering membiarkan kamar bak kapal pecah atau seperti habis dihantam angin ribut. Buku-buku berserakan, kain-kain digantung di balik pintu dan di dinding kamar, ada juga yang ditumpuk di sudut kamar. Gelas, piring, pulpen, handphone, tas, berserakan tak ada rapinya.

Seringkali saya butuh waktu yang cukup lama untuk mencari sesuatu barang ketika saya memerlukannya.

Saya gemar membaca dan dulu sering ke Perpustakaan USU. Perpustakaan USU adalah salah satu perpustakaan terbesar di Indonesia, terdiri dari empat lantai. Mungkin ada jutaan koleksi buku-buku dari berbagai bidang keilmuan. Buku-buku tersebut diberi kode khusus, disusun berdasarkan jenisnya di rak-rak yang juga diberi kode khusus. Sehingga sangat mudah mencari buku yang kita inginkan.

Otak adalah tempat penyimpanan memori, pada prinsipnya sama saja dengan memori komputer, dengan potensi kapasitas penyimpanan yang sungguh sangat besar.

Paul Reber, profesor psikologi dari Northwestern University, Amerika, menyebutkan bahwa kapasitas memori otak mendekati 2,5 petabytes atau sama dengan 2,5 juta gigabytes (Scientific American). Sebagai perbandingan, komputer yang memiliki memori 2,5 petabytes mampu menampung tiga juta jam acara TV, butuh waktu 300 tahun untuk menontonnya semua.

Sayangnya, kata ilmuwan pada umumnya manusia hanya menggunakan 0,1-10 % kemampuan otak (Science Ray). Limitless adalah film yang mengaudiovisualkan secara sangat menarik apa yang terjadi bila seseorang mampu menggunakan potensi otaknya hingga 100 %.

Iyalah iya. Trus, gimana dong triknya? Sabar dikit, napa woi...

Luangkan waktu secara khusus. Duduk dengan tenang atau berbaring santai di tempat yang relatif sepi (di area kuburan kalau mau hehehe). Sebaiknya pejamkan mata (awas, jangan sampai ketiduran ya, hehehe lagi), hal yang telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan konsentrasi. Imajinasikan otak sebagai sebuah gedung perpustakaan yang memiliki banyak lantai, kemudian ciptakan rak-rak di tiap-tiap lantai. Nah, yang ini mengingatkanku pada film Inception.

Susunlah memori/kenangan/ingatan pada lantai dan rak-rak tersebut. Misalnya lantai pertama sebagai ingatan tentang diri sendiri, lantai dua tentang keluarga, lantai tiga tentang pekerjaan dst.

Di lantai pertama, susun ingatan tentang diri sendiri di tiap-tiap rak. Misalnya rak pertama untuk memori mengenai karakter fisik: kulit putih segar, rambut coklat pirang, mata berwarna biru cerah, hidung bangir proporsional, alis rapi alami (wah, cantiknya ya) dst. Di rak kedua susun ingatan mengenai sekolah-sekolah yang sudah dilalui. Di Rak ketiga mengenai buku-buku yang pernah dibaca. Untuk merapikannya beri sekat-sekat pada rak tersebut. Demikian juga untuk lantai dua, tiga dst.

Itu hanyalah contoh sahaja.

Model penyusunan bisa disesuaikan dengan keinginan masing-masing. Intinya adalah mengklasifikasikan memori dan menyusunnya dengan rapi.

Ketika kita membutuhkan ingatan tentang sesuatu, trik tersebut akan mempermudah kita untuk mencari atau mengambilnya dengan cepat dari perpustakaan kita sendiri.

Trik ini tentunya butuh latihan yang rutin. Cepat atau lambatnya menguasai trik ini bergantung kepada kemampuan masing-masing. Kabar baiknya, apabila sudah terbiasa, mekanisme trik memanggil daya ingat ini akan terjadi tanpa disadari (otomatis).

Nah, keren kan? Ajuskoto gitu loh, ada gilak narsisnya...

Saya sangat menyarankan mengajarkan trik ini kepada anak-anak, sehingga mereka dapat menguasainya dengan lebih cepat dan lebih mudah. Mengingat, kemampuan otaknya sedang tumbuh dan berkembang secara pesat. Mudah-mudahan mereka kelak menjadi orang-orang yang jenius dan berakhlak mulia ya. Amin.

Lalu, yang saya maksud dengan ada tapinya di awal tulisan ala creative writing ini adalah soal detail, sangat bergantung kepada kemampuan intelijensia dan emosi masing-masing.

Maksud saya begini, ketika saya membutuhkan penjelasan mengenai Memetika-Genetika, saya akan mencarinya di perpustakaan pribadi, di lantai satu, di rak ke satu, buku Biologi Genetika, bab Memetika, di halaman sekian-sekian.

Nah, kemampuan mencari atau memanggil detail inilah yang saya maksud dengan bergantung kepada kemampuan masing-masing. Bagi seseorang yang dari sononya otaknya emang udah jenius (bukan saya pastinya heheheh), kemampuan ini akan sangat mudah dan sangat cepat (bahkan tanpa disadari saking cepatnya).

Begituuu...

***