Anies Baswedan Capres, Menempatkan Elang di Sangkar Emas

Selasa, 10 Juli 2018 | 05:00 WIB
0
602
Anies Baswedan Capres, Menempatkan Elang di Sangkar Emas

Banyak volunteer politik mengadu nasib. Mereka sibuk aklamasi si anu dan si ono. Ada 2 kemungkinan yang melatar belakangi aklamasi tersebut. Dibayar atau berjudi dengan harapan siapa tau beneran.

Yang dibayar biasanya dari calon yang ingin selalu eksis dibeberapa media nasional, bahkan sampai pasang billboard milyaran di jalan protokol Jakarta. Tim aklamator pulang dengan bahagia, amplop tentu jadi buah tangan.

Yang berjudi biasanya dari lingkaran penjilat, mengadu nasib dengan menggayutkan harapan hidupnya kedepan, agar bisa diperhatikan oleh usungannya. Mereka melempar dadu, semoga publik mau sama-sama ikutan maen judi dengan mereka.

Kalo yang dibayar, setidaknya mereka cari makan. Yang berbahaya justru yang "berjudi". Mereka golongan mapan, kalo bikin rapat di hotel sambil makan-makanan style vegetarian ratusan ribu. Langkahnya sering skak mat, salah tafsir, maklum saja sedang berjudi.

Ada tulisan yang mendesak Anies Baswedan di cawapreskan, sebelumnya bermanuver dengan Rizal Ramli, tahun kemaren dengan TGB yang sekarang beralih ke Jokowi. Langkah-langkah penjudi politik, oportunis dan munafik.

Anies Baswedan saat ini lebih efektiif ngurus Jakarta. Jika Anies dicawapreskan, sama saja menempatkan elang disangkar emas. Tidak bisa berbuat banyak, hanya jadi pajangan. Walaupun elektabilitas Anies dapat mendongkrak capres, karena memang disana peran pajangan.

Namun jika ini menjadi pilihan capres oposisi dengan alasan lebih besar, posisi #2019GantiPresiden mau gak mau harus menyesuaikan.

Biarkan saja calon calon presiden menelaah dan memikirkan pendamping secara matang. Volunteer gak usah berjudi. Tunggu tanggal resmi, jangan kegatelan.

***