Konten Positif Untuk Pemilu Damai Dan Meraih Suara Swing Voters

Rabu, 20 Februari 2019 | 16:49 WIB
2
9880
Konten Positif Untuk Pemilu Damai Dan Meraih Suara Swing Voters
Damai Itu Indah

Setelah menghadiri Deklarasi Penulis Damai Minggu lalu, jujur aku semakin menjaga tulisanku. Dan hari ini aku dikagetkan dengan status seorang teman yang selama ini sempat aku pikir dia sangat pro Kepada Paslon No. 02 karena apa? Semua yang dia ceritakan hanya dari satu sisi saja.

Namun hari ini aku kaget ketika beliau menyatakan diri bahwa dia Golput, lalu aku merasa bersalah telah menilainya sebagai fans kubu 02 padahal bisa saja dia adalah calon pemilih presiden pilihanku, namun karena sedang muak dengan kebaikan Jokowi akhirnya memilih yang lain. Nah karena itu aku rasa sudah betul aku bisa menghadiri deklarasi pemilu damai.

Siapa Sih Swing voters ?

Ternyata Swing Voters (SV) di Indonesia lumayan gede dan ini sudah terdata sejak pemilu tahun 1999 dan dalam 20 tahun kini SV mengalami peningkatan menajdi 30%. Lantas apa sih Swing Voters ? Baru-baru ini sempat ada berita yang menyatakan bahwa ada Perkumpulan Swing Voters (PSV) yang didirikan pada akhir tahun lalu, tentu saja tujuannya bukan mengajak orang tidak memilih tapi lebih mengarahkan swing voters ini supaya bisa tertarik kepada proses demokrasi di Indonesia.

Dari beberapa teman yang memilih golput biasanya karena memang mereka orang yang enggak peduli, merasa hidupnya enggak berubah meski ikutan memilih, mereka menilai tidak ada yang pantas dipilih karena dalam politik itu semuanya hanya taktik belaka.

So dari hasil survey yang dilakukan, dimana dari 30% jumlah swing voters terdapat komposisi yang menarik yaitu 19,4 persen belum menentukan pilihan, 9,7 persen menjawab rahasia, dan 1,4 persen menjawab golput. Artinya Golput adalah salah satu kategori Swing Voters yang kalao diarahkan kemungkinan akan bisa menggunakan hak politiknya.

Narasi Pemilu Damai

Seringnya cinta membuat buta begitu kata pepatah, saya pribadi dengan adanya deklarasi para penulis ini semakin membuat diri berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu, bahwa enggak boleh menghina salah satu calon atau menunjukkan keberpihakan yang membabi buta dengan tidak melakukan cek and ricek terhadap data-data yang diterima. Seperti Debat kedua kemarin seperti biasa debatnya beres maka giliran followers yang perang di sosial media.

Yang aku lakukan adalah menuliskan isi hatiku dan menjaga kata-kata dengan harapan suara SV 19.4% bisa aku tarik dan bukan membuat mereka malah menambah persentase golput. Dalam tulisan itu aku mengapresisasi sikap Pak Prabowo yang aku nilai cukup santun dan tidak berapi-api seperti baisanya.

Dan ketika meme-meme unicorn muncul aku cuman bilang "bahwa sewajarnya beliau mempertanyakan kembali maksud pertanyaan pak Jokowi karena memang Unicorn belum dimasukkan menjadi kata serapan" sehingga aku yakin banyak penduduk Indonesia yang mulai menggoogling Unicorn adalah setelah sesi Debat.

Mudah sebenarnya namun ladang kita lebih mengedepankan ego dan merasa bahwa sosial media itu milik gue jadi gue bebas mau ngapain. Padahal ketika sosial media sudah di setting publik maka kita enggak bisa menahan orang-orang yang tak setuju dengan kita dan biasanya konten negatif akan lebih banyak komentar dan sharing ya kan? Pemikiran ini harus kita balik bagaimana menghadirkan konten positif dengan banyak komentar, bisa?

5 Tips Menghadirkan Konten Positif

Menyuarakan pilihan saat ini bukan lagi hal aneh, akupun sejak 4 tahun lalu sellau menjukkan bahwa aku sangat support dengan pak Jokowi, pengen sih sesekali memunculkan konten yang menyerang tapi entah mengapa selalu saja aku tak bisa.

Nah aku akan berbagi tips buat teman-teman supaya bisa menghadirkan konten positif di semua channel media sosial kalian sehingga SV paling tidak bisa memberikan keputusan suaranya pada 17 April nanti.

  • Jujur, dalam membuat artikel politik kita harus jujur pada diri kita. Cek lagi data yang ingin kita sajikan dan pastikan bahasa yang digunakan tidak ambigu sehingga memberi celah membuat orang tak setuju dengan isi tulisan kita.
  • Adil, ini juga penting banget jadi adil disini maksudnya kita harus mau mengakui kelebihan dan kekurangan orang sekaligus. Misal dalam debat kedua capres kemarin aku mengapresiasi sikap Pak Prabowo dan sedikit menyalahkan pak Jokowi ketika menyerang personal. Sikap seperti ini akan membuat SV berpikir dan mungkin bila dia mengikuti tulisan kita pada akhirnya dia bisa jadi mengikuti pilihan kita pula.
  • Thingking Before Posting, biasanya kalau lagi kesel asyik banget tuh menulis dan pengen buru-buru di posting. Nah tahan dulu bro ada baiknya save di draft dan endapkan 2 jam kemudian buka lagi, baca lagi dan dijamin kalian akan menemukan editing konten karena sudah dalam posisi tidak emosi, try it!
  • Stop Hoax, banyak banget narasi politik yang berbau propaganda. Perlu diingat terkadang Narasi begini sering banget mengandung hoax dan please jangan bilang "gue cuman share dari whatsapp grup" kalaupun kamus etuju dengan isinya maka aku sarankan cek dulu dan bila isinya adlaah fakta cek lagi kalimatnya kalau ada yang menghinakan maka kalian bisa edit informasinya dengan kalimat yang lebih santun.
  • Kritik dan Solusi, banyak yang bersembunyi dibalik "kritik" gue bukan nyinyir tapi cuman kritik doang. Nah akupun sering memberikan kritik namun aku usahakan dalam tulisan itu juga menghadirkan solusi, sehingga ketika orang membacanya bukan seperti ujaran kebencian dengan memberikan solusi orang bisa berpikir bahwa solusi yang kita sampaikan memang merupakan jalan keluar dari apa yang kita kritik.

So itu dia 5 tips yang aku terapkan selama ini dan mungkin tidak semuanya bisa satu pemahaman tapi paling tidak aku tidak memperkeruh suasana.

Damai itu indah dan dengan menjadikan pemilu damai maka dipastikan kita semua bisa menikmati pesta demokrasi 17 April nanti, pastikan sudah terdaftar di DPT ya ges!

***