Pembangkangan Sipil

Biarkan kami mengurus diri kami agar tetap sehat. Sementara kalian, silahkan bermain catur kembali sambil merasakan betapa terhinanya kalian diinjak kepala oleh seorang pelarian.

Minggu, 15 November 2020 | 06:46 WIB
0
43
Pembangkangan Sipil
Meme Indonesia Terserah (Foto: Grid.id)

Puluhan jenderal Sabtu (14/11) ini diinjak kepalanya. Wibawa mereka dihempaskan.
Presiden,wakil presiden, para menteri termasuk Anies Baswedan juga diinjak kepalanya. Kredibilitas mereka dikerdilkan.  Oleh seorang wayang yang menggunakan Islam sebagai tunggangan.

Dia menginjak kepala penguasa sambil tertawa jumawa. Setelah penguasa tanpa daya membiarkan dia berkeliaran sambil merobek-robek ketentuan karantina 14 hari. Sementara rakyat yang begitu patuh dengan aturan Covid 19 sangat wajar jika mereka marah diperlakukan dengan sangat tidak adil.

Betapa seorang dokter dipaksa menyapu karena tidak pakai masker. Rakyat jelata diborgol, dipermalukan di depan umum dipaksa push up, dipaksa gali kuburan karena melanggar protokol. kesehatan.

Berapa banyak perusahaan yang dipaksa tutup gara-gara membolehkan makan ditempat.
Rakyat dipaksa rapid test berkali-kali ketika harus bekerja ke luar daerah dengan ongkos mahal karena mereka patuh.

Betapa terkoyaknya hati rakyat melihat ketidakberdayaan penguasa menghadapi satu orang itu.  Sudah diinjak dihina pula.

Penguasa macam apa ini? Kata mereka. Jadi jangan heran jika besok besok terjadi pembangkangan massal.

Masyarakat meminta keadilan.  Tidak ada lagi batasan jumlah orang dalam pernikahan. .
Tidak ada lagi batasan kerumunan.

Rakyat begitu terluka dengan sikap ayam sayur penguasa menghadapi satu orang ittu.
Jangan salahkan masyarakat jika mereka membentak petugas yang coba tegakkan aturan dengan mengatakan :mengapa kalian biarkan 10 ribu orang berkerumun di Petamburan

Jangan salahkan jika besok, ketika ada inbauan taat protokol kesehatan, mereka bilang:
Bulshit. Omong kosong..

You mau bilang apa, terserah. Suka-suka kaliian. Kami jaga diri kami dengan cara kami.
Kalaupun kami bermasker bukan karena kami tunduk dengan kalian. Karena kami perduli kesehatan kami karena negara tidak hadir.

Biarkan kami mengurus diri kami agar tetap sehat. Sementara kalian, silahkan bermain catur kembali sambil merasakan betapa terhinanya kalian diinjak kepala oleh seorang pelarian.

***