Harapan Prabowo Hanya pada Ahok dan Grace Natalie

Kamis, 10 Januari 2019 | 00:15 WIB
1
8568
Harapan Prabowo Hanya pada Ahok dan Grace Natalie
Grace Natalie dan Ahok (Foto: Tribunnews.com)

Rumusnya begini. Kalau suasana Indonesia biasa-biasa saja, adem-adem saja, sebagai petahana Jokowi akan terpilih lagi.

Sedangkan Prabowo hanya punya kesempatan memenangkan Pilpres kalau terjadi huru-hara.

Di Jakarta, teori itu terbukti. Ahok berprestasi. Tingkat kepuasan publik 70%. Cara mengalahkannya harus dengan huru-hara. Setelah emosi rakyat dibakar gak karu-karuan, Gubernur petahana dengan segudang prestasi itu berhasil dikalahkan.

Jadi kita gampang membaca strategi Prabosan untuk memenangkan Pilpres 2019. Peluang hanya tercipta jika terjadi kekacauan. Caranya bisa menunggu nongolnya momentum lalu membesarka api. Bisa juga direkayasa.

Sebetulnya pernah ada satu momentum yang mencuat. Pembakaran bendera HTI. Begitu ada kasus tersebut, mereka mengipasi agar apinya membesar. Demonstrasi besar-besaran dirancang. HTI dan Capres saling tunggang menunggangi. Saling memanfaatkan momentum.

Agama dijajakan lagi seperti Cilok. Dari Saudi, Rizieq ikut mengipasi. Harapannya, terjadi kekacauan atas nama agama. Untung polisi sigap. Apipun padam. Mereka gondok setengah mati.

Kini mereka sedang menunggu-nunggu momentum lain yang bisa dikipas. Sambil menunggu datangnya momentum itu, diciptakan jab-jab kecil. Prabowo melempar keresahan soal selang cuci darah. Gerombolan lain memainkan isu 7 kontainer surat suara.

Semua mudah dipatahkan. Rakyat yang cerdas mulai gerah diadu-domba.

Lalu momentum apa yang mereka tunggu? Ahok!

24 Januari 2019, masa hukuman Ahok selesai. Inilah kesempatan untuk membangunkan laskar 212. Sentimen agama dan rasial akan disulut lagi. Nanti rakyat ikut terbakar. Mereka yakin persoalan Ahok masih bisa untuk memanasi suasana Pilpres yang gerah.

Kini mungkin mereka sedang menyiapkan penggorengan. Minyak sudah dididihkan. Penabuh genderang dan penari hula-hula mulai berlatih. Para pengasong agama menunggu mangsa. Ahok akan jadi sasaran lagi.

Selain Ahok, ada mangsa lain yang sedang ditunggu terpleset : Grace Natalie, Ketua Umum PSI. Kiprah PSI yang garang membela kaum minoritas bisa diputar balik dengan tudingan musuh Islam. Grace diincar untuk di-Ahok-an.

Tapi Grace juga punya tangungjawab besar memperjuangkan ideologi partainya. Ia berjuang untuk melawan diskriminasi. Melawan penindasan pada minoritas. Ia berjuang untuk mengangkat harkat perempuan. Sebagai ketua Partai ia gak bisa berdiam diri.

Dengan kata lain, Grace seperti sedang meniti jembatan gantung. Jika ia terpleset sedikit, buaya dan srigala di bawah jurang siap memangsanya.

Jadi begitu. Prabowo dan tim suksesnya menaruh harapan besar pada Ahok dan Grace Natalie. Tanpa mereka berdua, rasa-rasanya sulit bisa meraup suara rakyat.

"Kum, tumben kamu gak mau komentar?," tanyaku pada Abu Kumkum.

"Gak, mas. Aku mau ngaji dulu. Siapa tahu nanti dicalonkan jadi Capres."