Ganjar Pranowo Menunggu "Takdir" Semesta

Ganjar sedang menunggu takdir semesta, jika PDIP ‘tobat” dan mengalihkan dukungan ke Ganjar maka, pertarungan di 2024 akan sangat menarik.

Jumat, 7 Oktober 2022 | 09:53 WIB
0
82
Ganjar Pranowo Menunggu "Takdir" Semesta
Ganjar Pranowo (Foto: kompas.com)

PDIP sepertinya tengah membaca pendulum politik. Menunggu titah Bu Mega mengetukkan palu siapa yang digadang-gadang menjadi calon pemimpin negeri ini Ganjar Pranowo atau Puan Maharani. Di saat Anies Rasyid Baswedan sudah mempunyai pelabuhan pasti yaitu Nasdem sebagai sebagai lompatan menuju RI 1, partai moncong itu masih ragu, siapa sesungguhnya yang dikehendaki semesta.

Saat ini PDIP masih meyakini bahwa Puan Maharani bisa membuat Hattrick (Entah apa yang dimaksud dengan banner itu). Menang pemilu, menang sebagai presiden dan menguasai suara rakyatkah. Atau jangan-jangan tengah halusinasi bahwa dengan kekuatan yang dimiliki saat ini PDIP masih menjadi partai unggulan yang susah dikalahkan.

Tapi ketika Puan yang digadang-gadang menjadi pemimpin masa depan Indonesia, berapakah yang percaya bahwa PDIP akan merebut simpati masyarakat. Banyak orang meragukan kontribusi Puan, banyak yang masih menyangsikan apakah ia bisa bertarung dengan Anies Baswedan, Prabowo Subianto.

Mengapa tidak mendorong Ganjar Pranowo yang jelas-jelas dalam survey sering mendapat peringkat teratas. Apakah karena Ganjar dianggap kebablasan karena sudah mencuri start dari awal, main di medsos, menaikkan elektabilitasnya.

Tapi belum terdengar bahwa Ganjar mengajukan diri menjadi calon presiden wong ia masih setia menjadi kader partai. Tetapi dalam berita, dalam berbagai kesempatan orang-orang PDIP sendiri terutama mereka yang selalu yes apapun kata ketua umum PDIP menganggap bahwa Ganjar Pranowo itu menyalahi aturan partai bahkan Bambang Pacul menilai Ganjar itu “ojo keminter” atau bila dibahasaindonesiakan berarti ”jangan sok pinter”.

Selama ini meskipun aktif di medsos untuk mengenalkan kepeduliannya pada masyarakat, belum ada satupun ucapan bahwa ia akan maju sebagai kandidat presiden.

Yang mendeklarasikan pencalonan itu Ganjarist, PSI dan orang-orang yang simpatik pada Ganjar Pranowo.

Perseteruan, konflik, dan ketidakcocokan Ganjar Pranowo dengan pengurus DPP Pusat dan DPD lebih pada penggiringan opini media yang menggambarkan seakan-akan ada konflik internal di partai yang bangkit berkat peristiwa kudatuli 27 Juli 1996 tersebut.

Melihat gelanggang politik dan hitung-hitungan semesta, Ganjar sedang menunggu takdir, Seperti halnya Jokowi yang akhirnya terpilih menjadi calon dari PDIP, Ganjar digantung sementara dan Megawati tengah belajar menenun takdir semesta apakah nekat mendorong Puan, atau berganti haluan di saat deadline dengan realistis melihat perkembangan dinamika politik.

Kalau menurut penulis, sih PDIP akan terjun bebas jika tetap memaksakan Puan masuk gelanggang pertarungan. Kalau hanya dijadikan wakil presiden, alangkah sayangnya suara kuat PDIP dan kemenangan-kemenangan selama ini berkat sekondan Jokowi.

Mungkin secara organisasi dan kematangan Puan Maharani sudah siap, tapi rasa pesimisme masyarakat terhadap Puan jauh lebih besar. Bukan karena ia perempuan tapi lebih karena kurang sangsi dengan sepak terjangnya selama ini yang bagi masyarakat terlihat”biasa saja”.

Ganjar sedang menunggu takdir semesta, jika PDIP ‘tobat” dan mengalihkan dukungan ke Ganjar maka, pertarungan di 2024 akan sangat menarik.

Untuk itu kita tunggu saja. jika ia beruntung seperti Jokowi bisa jadi alam memang memang sedang memberi kesempatan Ganjar menjadi R I satu. Tapi khan manusia boleh berencana, Tuhanlah yang menentukan. Salam Damai Selalu.

***