Menegangkan, Perjalanan Trump ke Pangkalan Militer AS di Irak

Minggu, 30 Desember 2018 | 21:46 WIB
0
435
Menegangkan, Perjalanan Trump ke Pangkalan Militer AS di Irak
Air Force One (Foto: Wikipedia.org)

Presiden AS Donald Trump mempunyai sifat atau gaya bicara yang ceplas-ceplos tanpa polesan atau pencitraan. Terkadang susah untuk membedakan mana yang termasuk rahasia atau yang boleh dikonsumsi untuk publik. Bahkan sering berseteru dengan pembantunya, baik itu menterinya atau staf di gedung putih. Yang tak tahan akhirnya mengundurkan diri.

Trump juga termasuk Presiden yang rajin bermedia sosial. Lewat Twitter, Trump sering mencuitkan isi hatinya atau uneg-unegnya untuk menanggapi berbagai berita atau isu-isu politik dalam negerinya. Bahkan berani menyerang lawannya tanpa tedeng aling-aling.

Baru-baru ini presiden Trump dan Melania (istrinya) melakukan kunjungan ke pangkalan milter Amerika di Irak secara rahasia ,atau tanpa kulo nuwun sebagaimana layaknya hubungan diplomatik. Trump mengunjungi pasukan militer di pangkalan al-Asad di provinsi al-Anbar untuk merayakan Natal bersama tentara AS di Irak, selama tiga hari.

Yang jadi masalah kunjungannya dilakukan secara diam-diam dengan alasan demi keamanan. Dan presiden Trump pun menceritakan penerbangan yang sangat menegangkan tersebut. Ini penerbangan yang baru pertama kali dialami seumur hidupnya. Belum pernah naik pesawat kepresidenan dengan kondisi seperti itu.

Menurut Trump kunjungan ke pangkalan militer Amerika di Irak memang dilakukan secara rahasia dan diam-diam. Rencana kunjungan itu sudah batal berkali-kali atau diundur dikarenakan informasinya bocor dan ini sangat membayakan.

Trump juga menyadari bahwa kunjugannya suatu ironi, negaranya sudah menghabiskan 7 trilyun dollar di Timur Tengah, tetapi dengan terpaksa melakukan kunjungan diam-diam demi keamanan. Bahkan harus memakai cover pesawat lain demi penyamaran.

"Sangat memprihatinkan ketika Anda menghabiskan 7 trilyun dolar di Timur Tengah, namun terpaksa mengunjungi kawasan ini secara diam-diam dan dengan penjagaan militer. Anda harus melakukan cover dengan berbagai pesawat dan fasilitas terbaik di dunia agar bisa sampai ke tujuan dengan selamat," kata Trump.

Presiden Trump juga menceritakan bagaimana dalam perjalanan atau penerbangan itu semua lampu dalam pesawat kepresidenan dimatikan dan suasana gelap gulita. Jendela dalam pesawat juga ditutup rapat. Belum pernah ia naik pesawat dengan keadaan gelap gulita.

"Andai saja kalian tahu apa yang harus kami lakukan untuk perjalanan ini. Pesawat berada dalam kegelapan total. Semua jendela ditutup dan tak ada lampu yang dinyalakan. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini. Saya sudah naik berbagai jenis pesawat, dengan semua model dan bentuknya. Tapi saya tak pernah melihat (begitu gelap) seperti ini," terangnya.

Memasuki  wilayah udara yang mengalami konflik perang di Suriah dan Irak, perjalanan dengan diam-diam atau secara rahasia sepertinya sudah menjadi prosedur tetap bagi pejabat atau pemimpin negara, dalam hal ini presiden Trump. Tentu naik pesawat dengan kondisi seperti itu tidak nyaman, tidak seperti penerbangan pada umumnya yang mengutamakan kenyamanan bagi penumpang. Tapi ini penerbangan demi keamanan seorang presiden supaya selamat sampai tujuan.

Presiden Trump juga mengaku takut dan cemas sebelum melakukan perjalanan ke Irak.

Sebenarnya apa yang diceritakan oleh presiden Trump  dalam penerbangan menuju pangkalan Amerika di Irak termasuk yang tidak boleh dicerikatakan kepada publik, tetapi sifat Trump memang begitu ceplas-ceplos. Makanya banyak yang tidak bisa mengikuti gaya atau ritme kerja sang presiden tersebut.

 

***