Kepemimpinan [36] Teori Tujuan Path House

Teori ini memberikan panduan peta kepada para pemimpin tentang bagaimana meningkatkan kepuasan bawahan dan tingkat kinerja.

Kamis, 11 Juli 2019 | 09:28 WIB
0
99
Kepemimpinan [36] Teori Tujuan Path House
ilustr: prezi

Teori ini dikembangkan oleh Robert House dan berakar pada teori motivasi harapan. Teori ini didasarkan pada premis bahwa persepsi karyawan tentang harapan antara usahanya dan kinerjanya sangat dipengaruhi oleh perilaku seorang pemimpin. Para pemimpin membantu anggota kelompok dalam memperoleh hadiah dengan mengklarifikasi jalan menuju tujuan dan menghilangkan hambatan terhadap kinerja. Mereka melakukannya dengan memberikan informasi, dukungan, dan sumber daya lain yang diperlukan oleh karyawan untuk menyelesaikan tugas.

Teori House menganjurkan kepemimpinan pelayan. Sesuai teori kepemimpinan pelayan, kepemimpinan tidak dipandang sebagai posisi kekuasaan. Sebaliknya, para pemimpin bertindak sebagai pelatih dan fasilitator bagi bawahan mereka. Menurut teori jalur-tujuan House, efektivitas seorang pemimpin tergantung pada beberapa faktor kontingen karyawan dan lingkungan serta gaya kepemimpinan tertentu. Semua ini dijelaskan pada gambar di bawah ini:

Path-Goal Leadership Theory 

Gaya Kepemimpinan
 
Empat gaya kepemimpinan adalah:
 
1.  Petunjuk: Di sini pemimpin memberikan panduan, memberi tahu bawahan apa yang diharapkan dari mereka, menetapkan standar kinerja untuk mereka, dan mengontrol perilaku ketika standar kinerja tidak terpenuhi. Dia menggunakan hadiah dan tindakan disipliner secara bijaksana. Gayanya sama dengan yang berorientasi pada tugas.
 
2.  Mendukung: Pemimpin ramah terhadap bawahan dan menunjukkan kepedulian pribadi terhadap kebutuhan, kesejahteraan, dan kesejahteraan mereka. Gaya ini sama dengan kepemimpinan yang berorientasi pada orang.
 
3.  Partisipatif: Pemimpin percaya pada pengambilan keputusan kelompok dan berbagi informasi dengan bawahan. Dia berkonsultasi dengan bawahannya tentang keputusan penting yang terkait dengan pekerjaan, tujuan tugas, dan jalur untuk menyelesaikan tujuan.
 
4.  Berorientasi pada pencapaian: Pemimpin menetapkan tujuan yang menantang dan mendorong karyawan untuk mencapai kinerja puncaknya. Pemimpin percaya bahwa karyawan cukup bertanggung jawab untuk mencapai tujuan yang menantang. Ini sama dengan teori penetapan tujuan.
 
Menurut teori tersebut, gaya kepemimpinan ini tidak saling permaafan dan para pemimpin mampu memilih lebih dari satu jenis gaya yang cocok untuk situasi tertentu.
 
Kontinjensi
 
Teori ini menyatakan bahwa masing-masing gaya ini akan efektif dalam beberapa situasi tetapi tidak pada yang lain. Lebih lanjut menyatakan bahwa hubungan antara gaya dan efektivitas seorang pemimpin tergantung pada variabel-variabel berikut:
 
-Karaktristik karyawan: Ini termasuk faktor-faktor seperti kebutuhan karyawan, locus of control, pengalaman, kemampuan yang dirasakan, kepuasan, kemauan untuk meninggalkan organisasi, dan kecemasan. Misalnya, jika pengikut memiliki ketidakmampuan tinggi, gaya kepemimpinan arahan mungkin tidak diperlukan; sebaliknya pendekatan yang mendukung mungkin lebih disukai.
 
- Karakteristik lingkungan kerja: Ini termasuk faktor-faktor seperti struktur tugas dan dinamika tim yang berada di luar kendali karyawan. Misalnya, untuk karyawan yang melakukan tugas-tugas sederhana dan rutin, gaya suportif jauh lebih efektif daripada gaya direktif. Demikian pula, gaya partisipatif bekerja jauh lebih baik untuk tugas-tugas non-rutin daripada yang rutin.
 
Ketika kekompakan tim rendah, gaya kepemimpinan yang mendukung harus digunakan sedangkan dalam situasi di mana norma-norma tim yang berorientasi kinerja ada, gaya arahan atau mungkin gaya berorientasi prestasi bekerja lebih baik. Pemimpin harus menerapkan gaya arahan untuk menangkal norma-norma tim yang menentang tujuan formal tim.
 
Kesimpulan
 
Teori ini telah mengalami pengujian empiris dalam beberapa penelitian dan telah menerima banyak dukungan penelitian. Teori ini secara konsisten mengingatkan para pemimpin bahwa peran utama mereka sebagai seorang pemimpin adalah untuk membantu bawahan dalam menentukan tujuan mereka dan kemudian membantu mereka dalam mencapai tujuan itu dengan cara yang paling efisien dan efektif. Teori ini memberikan panduan peta kepada para pemimpin tentang bagaimana meningkatkan kepuasan bawahan dan tingkat kinerja.
 
***
Solo, Kamis, 11 Juli 2019. 8:54 am
'salam sukses penuh cinta'
Suko Waspodo
suka idea
antologi puisi suko