Riset Harvard University Ragukan Kemampuan Indonesia Terkait Virus Corona

Menkes Terawan meminta Harvard atau WHO untuk datang ke Indonesia dan untuk meneliti benar atau tidak bahwa virus Corona sudah masuk ke Indonesia.

Jumat, 14 Februari 2020 | 06:50 WIB
0
214
Riset Harvard University Ragukan Kemampuan Indonesia Terkait Virus Corona
Terawan (Foto: arah.com)

Ada-ada saja riset Harvard University dan World Health Organization (WHO) yang meragukan kemampuan pemerintah Indonesia dalam mendeteksi masuknya virus Corona. Riset Harvard dan WHO sangsi dengan kemampuan pemerintah Indonesia, menurut mereka harusnya virus Corona tersebut sudah masuk ke Indonesia. Karena virus tersebut sudah masuk ke Malaysia, Filipina, Vietnam dan Singapura. Bahkan di Singapura sudah ada 47 pasien yang positif virus Corona.

Berdasarkan hal itulah, mungkin Harvard dan WHO sangsi atau meragukan kemampuan pemerintah Indonesia dalam mendeteksi virus Corona.

Tentu riset Harvard tersebut dibantah mentah-mentah oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Bahwa sampai saat ini virus Corona memang belum masuk ke Indonesia dan selama ini pasien yang diduga terkena virus Corona hasilnya negatif.

Menkes juga menyatakan, bahwa pemerintah Indonesia sangat mampu mendeteksi virus Corona, karena alat yang digunakan adalah juga dibeli dari Amerika dan sudah mendapatkan sertifikasi atau standart WHO.

Bahkan Menkes Terawan meminta Harvard atau WHO untuk datang ke Indonesia dan untuk meneliti benar atau tidak bahwa virus Corona sudah masuk ke Indonesia.

Pemerintah Indonesia sangat sigap dalam mencegah atau mendeteksi masuknya virus Corona, bahkan banyak rumah sakit yang menyediakan fasilitas kamar isolasi. Dan prosedur-prosedur sesuai WHO juga sudah dilaksanakan.

Tapi kalau memang virus tersebut belum satu pun warga yang positif terkena virus Corona, masa disuruh mengaku kalau sudah ada warga yang positif terkena virus Corona?

Dan pemerintah Indonesia tidak mungkin melakukan manipulasi atau menutup-nutupi terkait virus Corona, misal ada warga yang terkena virus Corona dan meninggal, pasti sudah viral.

Lebih baik untuk membuktikan apakah pemerintah Indonesia mampu atau tidak dalam mendeteksi virus Corona-Harvard dan WHO datang saja ke Indonesia dan meneliti bersama-sama. Pemerintah pasti akan sangat transparan dan dengan tangan terbuka menerima dua lembaga tersebut untuk membuktikan keraguannya terkait virus Corona.

"Aya-aya wae".

***