Kepemimpinan [46] Kepemimpinan dan Kepercayaan

Karena ketidakstabilan dan ketidakpastian organisasi saat ini, membangun kepercayaan antara manajer sebagai pemimpin dan karyawan mereka pada dasarnya diperlukan.

Senin, 5 Agustus 2019 | 21:35 WIB
0
79
Kepemimpinan [46] Kepemimpinan dan Kepercayaan
ilustr: Tolero Solutions

Kepercayaan tampaknya menjadi sifat utama yang terkait dengan kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak bisa memimpin jika para pengikutnya tidak percaya padanya. Seorang pemimpin menemukan masalah karyawan / pengikut dan mencoba menyelesaikannya, tetapi kepercayaan yang dipegang oleh pengikutnya yang memberi tahu apakah para pemimpin mengambil pengetahuan dan intelektual yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah.

Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai keyakinan optimis bahwa orang lain tidak akan melakukan (melalui kata-kata, tindakan, atau kesimpulan akhir) secara oportunistik.

Untuk memelihara kepercayaan, suasana yang tepat diperlukan. Tanggung jawab ini terletak pada pemimpin dalam suatu organisasi. Karyawan akan menunjukkan kepercayaan mutlak kepada para pemimpin ketika mereka mengamati karakter ideal / unggul di dalamnya. Pemimpin memainkan peran penting dalam mengembangkan dan mempertahankan kepercayaan karyawan organisasi.

Keandalan, empati dan realisasi tujuan individu / pribadi membantu para pemimpin untuk mendapatkan kepercayaan dari karyawan / pengikut. Ketika karyawan menunjukkan kepercayaan pada seorang pemimpin, mereka siap untuk dihadapkan pada tindakan-tindakan yang dilakukan oleh sang pemimpin - yakin bahwa kepentingan dan hak-hak mereka tidak akan dirugikan.

Sisi utama kepercayaan adalah:

  • Kebenaran / Kejujuran
  • Kecakapan / Kompetensi
  • Komitmen
  • Keandalan
  • Ketulusan / Keterbukaan

Seorang pemimpin harus memberi informasi kepada para pengikutnya, bersikap adil dan objektif, membagikan perasaannya, jujur, memungkinkan para pengikutnya untuk terus mengarahkan keputusan mereka, memelihara janji-janji mereka, dan mendapatkan rasa hormat dari para pengikut. Semua ini akan berkontribusi dalam membangun kepercayaan pada para pemimpin.

 Kepemimpinan yang berpusat pada kepercayaan akan mengimbangi kekhawatiran, kekhawatiran, dan moral rendah dengan mengembangkan lingkungan yang dapat dipercaya di mana karyawan merasa aman, percaya diri, dan terkungkung. Karyawan akan siap untuk mengambil inisiatif, memberikan saran, berbagi pandangan, merasa tidak ragu untuk mengambil risiko dan akan berkontribusi sepenuhnya dalam suasana kepercayaan seperti itu.
 
Karena ketidakstabilan dan ketidakpastian organisasi saat ini, membangun kepercayaan antara manajer sebagai pemimpin dan karyawan mereka pada dasarnya diperlukan.

***
Solo, Senin, 5 Agustus 2019. 9:17 pm
'salam sukses penuh cinta'
Suko Waspodo
suka idea
antologi puisi suko