Umat Jangan Buta Sejarah

Sebuah tujuan besar politik harus diawali dengan rencana rencana besar yang matang, rapi, dan terstruktur. Kita bisa kembali bangkit kalau kita kembali punya strtategi kebangkitan.

Selasa, 13 Agustus 2019 | 23:02 WIB
0
97
Umat Jangan Buta Sejarah
Kesultanan Ottoman (Foto: Wordpress)

Yahudi membantu Vladimir Lenin dan Leon Trotsky untuk menumbangkan Kaisar Nicolas Tsar II tahun 1917.

Kaisar Nicolas adalah Kaisar terakhir dari kekaisaran Romanov yang sudah berkuasa kisaran 500 tahun.

Lenin yang saat terjadi revolusi bolshevik berada diluar negeri, mencari dukungan untuk membantu Trotsky yang sudah dia tunjuk sebelumnya menjadi pimpinan tentara merah untuk melawan Nicolas tsar II.

Yahudi berada di balik Revolusi Bolshevik untuk mendirikan Uni Soviet di bawah Lenin dkk. Makanya hanya bermodalkan 30.000 pasukan merah, Trostsky mampu menumbangkan kekaisaran Rumanov yang jumlah pasukannya 10x lebih banyak dan lebih kuat dibandingkan tentara Lenin.

Kemudian Yahudi membantu Mustafa Kemal Pasya (Attaturk) dalam menumbangkan kekaisaran Turki Utsmani, sebelumnya kekaisaran Ottoman juga sudah terlibat perang dengan kerajaan Rusia yang membuat Turki Utsmani kehabisan tenaga.

Attaturk melakukan konsolidasi total untuk menyingkirkan khilafah Islam di sana, dan pada tanggal 3 maret 1924,  Khilafah Utsmaniyah resmi bubar dan khalifah terakhirnya resmi dibuang keluar negeri.

Yahudi sudah memulai proyek ini sejak lama, bahkan sebelum perjanjian Sykes-Picot tahun 1916 yang mendesain pemecahan negara Islam dan membagi bagikannya kepada musuh Islam pasca khilafah bubar.

Setelah itu, Yahudi membantu Abdul Aziz Bin Abdurrahman Al Saud mendirikan negara sendiri dan memisahkan diri dari kesultanan Utsmani.

Abdul Aziz al Saud kala itu memberi nama negaranya dengan Arab Saudi, diambil dari nama dirinya. Arab Saudi sebelumnya bernama Nejd yang merupakan sebuah teritorial di bawah kesultanan Ottoman dibawah Gubernur Syarif Hussein.

Baca Juga: Soal Yahudi Itu

Yahudi membantu Abdul Aziz al Saud baik dalam hal dana maupun diplomasi. Setelah itu Yahudi bergerak membantu Saiful Islam untuk mendirikan negara Yaman. Saiful Islam dan Abdul Aziz al Saud sama sama dimentori oleh Yahudi kala itu.

Sebelum Saudi berpisah dari Kesultanan Ottoman, Aljazair lebih dulu memisahkan diri dari kesultanan Ottoman. Karena Aljazair adalah negara Islam pertama yang memisahkan diri dari kesultanan Ottoman dengan dibantu oleh prancis.

Puncak bencana itu adalah bubarnya khilafah Utsmaniyah, dan khilafah itu benar benar hilang dari peta politik dunia sampai detik ini, semua rencana ini diatur matang oleh Yahudi dan semua kaki tangannya.

Yahudi tidak hanya mengincar Islam, tapi Yahudi mengincar kekuasaan seluas luasnya sesuai dengan rencana besar mereka mendirikan Great Israel. Maka dari itu, baik Rusia atau Turki, baik Saudi sampai Yaman, semua mereka bantu melakukan revolusi untuk kepentingan Yahudi jangka panjang.

Tanpa rencana rencana besar yang sudah matang sebelumnya itu, mustahil Teodore Hertzl berani mendeklarasikan kemerdekaan Israel tahun 1948.

Maka wajar, saat Israel medeklarasikan diri menjadi sebuah negara, Soviet adalah termasuk negara negara awal yang langsung mengakui kemerdekaan Israel. Diikuti oleh Mesir dari barisan awal negara Islam yang mengakui negara Yahudi di atas tanah Palestina.

Pelajaran penting, bahwa sebuah tujuan besar politik harus diawali dengan rencana rencana besar yang matang, rapi, dan terstruktur. Kita bisa kembali bangkit kalau kita kembali punya strtategi bangkit sehebat strategi Muhammad al Fatih, Salahuddin dll.

Umat ini jangan buta sejarah, jangan buta politik, jangan buta strategi, jangan awam dunia intelijen, jangan awam dunia media dan dunia militer. Kerena dengan semua modal itu, kita bisa kembali memimpin panggung dunia.

Kita bisa kembali berjaya seperti di masa lalu.

***