LAPAS MALANG — Senin (20/03/2023) Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jatim mendatangkan 3 Orang Barista dari luar untuk memberikan Pelatihan Barista kepada Warga Binaan Khususnya di New Pojok Kuliner Lapas Kelas I Malang.
Pelatihan dilakukan di area New Pojok Kuliner. Pelatih Barista memberikan salah satu teknik penyajian kopi yang sedang populer akhir-akhir ini adalah manual brewing. Jika anda pelanggan setia kedai kopi, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Teknik yang diberikan dalam menyajikan kopi juga berbeda-beda. Berbeda cara penyajian, maka akan berbeda pula rasa kopi yang dihasilkan.
Bawin, Harun dan Olid selaku Pelatih Barista menjelaskan teknik penyajian kopi dari teori hingga praktek. Seperti Manual Brewing, yang merupakan salah satu cara menyajikan kopi yang diseduh dengan cara manual, tanpa menggunakan mesin espresso dan sebagainya tapi memerlukan kertas penyaring khusus. Beragam teknik penyeduhan kopi dalam metode manual brewing juga diterap secara detail oleh para pelatih.
New Pojok Kuliner adalah tempat paling cocok untuk kelangsungan Pelatihan Barista, karena dengan kelengkapan peralatan yang dibutuhkan Pelatih telah ada di Cafe New Pojok Kuliner, semua ada dan siap dipergunakan. Seperti Pour Over V60, Vietnam Drip, Pour Over Vector, Cone, Dripper dan lain sebagiannya.
"Pelatihan Barista bagi Warga Binaan ini menjadi penting bagi New Pojok Kuliner. Harapannya agar para WBP yang mengikuti pelatihan tersebut dapat mengembangkan materi yang di berikan dan dapat dilanjutkan saat sudah bebas atau kembali ke masyarakat nanti, serta menjadi lebih baik lagi," Ungkap Pandu Prabowo selaku Wali Bimker New Pojok Kuliner.
L'SIMA PASTI APIK !
(HUMAS LAPAS KELAS I MALANG)
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews