Indonesia Menganut Khilafah, Bahar Bin Smith Sudah Disiksa Sampai Mati

Rabu, 5 Desember 2018 | 21:49 WIB
0
578
Indonesia Menganut Khilafah, Bahar Bin Smith Sudah Disiksa Sampai Mati
Bahar bin Smith (Foto: WowKeren.com)

Pernah dengar judul buku fabel Hikayat Kalilah dan Dimnah yang terkenal itu? Penerjemah pertama buku ini adalah seorang penyair Arab, bernama Ibnu al-Muqaffa, hidup di masa pemerintahan Khalifah Abbasiyah ke-2, al-Manshur.

Suatu hari, Ibnu al-Muqaffa mengirim tulisan kepada Khalifah al-Manshur, yang isinya tipis, berjudul "Risalatu ash-Shahabah" (Risalah tentang Para Sahabat). Isi tulisannya hanya tentang nasehat, kepada Khalifah al-Manshur agar pandai-pandai memilih pejabat, dan memperbaiki sistem pemerintahan untuk rakyat. Nasehat yang disampaikan Ibnu al-Muqaffa sangat santun dan lembut.

Namun siapa sangka, ternyata memberikan nasehat kepada seorang penguasa adalah tindakan kriminal berat.

Tungkai dan lengan Ibnu al-Muqaffa dicincang satu per satu. Potongan dagingnya dipanggang di atas bara api, tepat di hadapannya. Setelah matang, satu per satu pula daging panggang itu dijejalkan ke mulutnya. Ibnu al-Muqaffa menjalani penderitaan tiada tara sampai ajal menjemputnya. (Sumber: Tarikh Thabari XXIV, Tarikhul Umam wal Muluk; Al-Haqiqah al-Ghaybah hal. 108)

Dan hari ini kita memiliki Bahar bin Smith yang mengatakan di depan umum: "Jokowi Banci, Jokowi Haid". Kemudian kita juga memiliki Ahmad Dhani yang bersuara lantang: "Jokowi Anjing". Sekiranya Presiden Joko Widodo meniru Khalifah al-Manshur, tentu Bahar bin Smith dan Ahmad Dhani hari ini sudah di alam baka.