Menakar Peluang Susanto di Piala Dunia Catur 2019

Kesempatan Susanto menaklukkan Karjakin hanya ada di catur cepat atau catur kilat. Celakanya lagi, Sergey Karjakin adalah juara dunia catur cepat tahun 2012 dan juara dunia catur blitz 2016.

Jumat, 6 September 2019 | 08:28 WIB
0
256
Menakar Peluang Susanto di Piala Dunia Catur 2019
Susanto Megaranto (Foto: Antaranews.com)

Pecatur terbaik Indonesia, GM Susanto Megaranto akan mewakili Indonesia di Piala Dunia Catur FIDE 2019 di Khanty-Mansiysk, Rusia, pada tanggal 10 September hingga 4 Oktober mendatang. Ini merupakan kali ketiga Susanto mengikuti ajang bergengsi ini.

Pertama tampil di Piala Dunia 2007 di Meksiko, Susanto langsung tersingkir di babak pertama setelah kalah dari pecatur Bulgaria, GM Kiril Georgiev 2-0.

Nasib serupa juga terjadi pada Piala Dunia 2011 di Rusia. Susanto tersingkir di babak awal usai ditaklukkan pecatur Vietnam, GM Le Quang Liem dengan skor tipis 1½-½.

Kali ini Susanto tentu berharap tak pulang lebih awal lagi. Celakanya, lawan yang dihadapinya pada babak pertama adalah juara Piala Dunia 2015, GM Sergey Karjakin, peringkat 12 dunia yang memiliki Elo rating 2760.

Sebagai perbandingan, rating Susanto 2550 dan menempati peringkat 447 dunia.

"Susanto Megaranto Melawan Ketidakmungkinan," demikian judul berita di Kompas, Rabu (4/9) menggambarkan peluang pecatur kelahiran Indramayu 31 tahun lalu itu. Mungkinkah Susanto mampu mengalahkan peraih gelar GM termuda di dunia itu?

Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang peluang Susanto, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu format turnamen ini.

Pertandingan Piala Dunia Catur menggunakan sistem gugur. Masing-masing pecatur akan saling berhadapan 2 kali di catur standar dengan waktu pikir 90 menit untuk 40 langkah pertama ditambah 30 menit untuk keseluruhan laga.

Jika hasilnya remis, maka akan dilanjutkan dengan 2 babak catur cepat 25 menit. Jika tetap imbang, akan diteruskan dengan catur cepat 10 menit. Jika masih imbang juga akan dilanjutkan dengan catur kilat 5 menit.

Apabila masih tetap imbang juga, pertandingan akan diakhiri dengan partai Armageddon dimana Putih mendapat waktu pikir 5 menit dan Hitam 4 menit. Jika hasilnya remis Hitam dinyatakan sebagai pemenang.

Dari perbedaan rating dan peringkat dunia yang begitu jauh, jelas Susanto tidak punya peluang sama sekali untuk menang di dua laga awal. Pecatur elit dunia seperti Karjakin sangat jarang blunder di catur klasik.

Jadi, kesempatan Susanto untuk menaklukkan Karjakin hanya ada di catur cepat atau catur kilat. Celakanya lagi, Sergey Karjakin adalah juara dunia catur cepat tahun 2012 dan juara dunia catur blitz 2016.

Jadi bagaimana dong? Berdoa sajalah supaya Karjakin blunder di catur blitz karena Santo juga handal bermain blitz. Itupun jika pertarungan berlanjut ke babak tambahan.

***