Perseteruan Bapak Anak antara KBN vs KCN Berakhir

Indonesia butuh kepastian hukum. Apalagi dalam dunia usaha. Keanehan dan hengki pengki sudah harus dijauhi. Sebab akan mengurangi kepercayaan investor untuk menanam duitnya disini.

Jumat, 20 September 2019 | 07:48 WIB
0
46
Perseteruan Bapak Anak antara KBN vs KCN Berakhir
Kawasan Berikat Nasional (Foto: Facebook/Eko Kuntadhi)

Sejak kemarin saya seru memperhatikan pertikaian BUMN melawan anak usahanya sendiri. PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) melawan PT Karya Citra Nusantara (KCN)

Mulanya karena KBN menggugat KCN plus Departeman Perhubungan dalam soal pengelolaan pelabuhan Marunda. Padahal KCN didirikan oleh KBN juga. Sahamnya milik KBN bersama perusahaan swasta.

Ketika KCN mendapat mandat pengelolaan pelabuhan Marunda, KBN menggugat.

Jadi, ada bapak menggugat anak usaha yang didirikan untuk tujuan pengelolaan itu. Gak tanggung-tanggung. Gugatannya puluhan triliun. Jila KBN menang, dia juga yang harus menanggung pembayaran gugatan itu. Dibayarkan untuk dirinya sendiri.

Aneh, kan?

Awalnya Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi memenangkan gugatan tersebut. Tapi begitu masuk kasasi, Mahkamah Agung justru memenangkan KCN.

Baguslah. Jadi gak perlu ada keanehan dalam kasus ini. KBN gak perlu keluarin duit ke anak usahanya yang duitnya nanti digunakan untuk membayar dirinya sendiri.

Indonesia memang butuh kepastian hukum. Apalagi dalam dunia usaha. Keanehan-keanehan dan hengki pengki sudah harus dijauhi. Sebab akan mengurangi kepercayaan investor untuk menanam duitnya disini.

Jokowi sedang berusaha keras membangun kepercayaan itu. Jika dibanding negara lain, investasi swasta dan asing di Indonesia masih jauh. Sementara Vietnam sedang menari menikmati relokasi perusahaan dari Cina. Masa kitaa cuma gigit jari di pinggir lapangan.

"Mas, aku juga mau ekspansi ke luar negeri," ujar Abu Kumkum.

"Ekspansi apaan Kum?"

"Jualan jilbab syari di Vietnam."

***