Winter Is Coming (So Soon)

Semua tergantung pada cara kita mematuhi semua protokol kesehatan. Kita harus menyelamatkan diri dan keluarga kita. Jika kita masih abai, siap-siap kehidupan kita makin sulit.

Jumat, 2 Oktober 2020 | 22:25 WIB
0
40
Winter Is Coming (So Soon)
Pizza Hut pun berjualan eceran (Foto: Facebook/Budi Setiawan)

Angin kerusakan ekonomi akibat Covid makin bertiup keras. Dinginnya sudah menusuk tulang dan sendi perekonomian.

Daya beli yang makin anjlok, membuat pemain restoran besar seperti Pizza HUT, Ta Wan dan KFC berjualan dipinggir jalan. Mungkin juga Starbucks bakal ikut.

Bersaing dengan pedagang starbuk keliling kopi sasetan dan pedagang cilok.

Brand besar itu dengan sangat terpaksa ngemper di jalan hanya untuk sekedar cari titik impas. Kalau untung ya syukur meski cuma secuil.

Dan jalan makin terjal di 3 bulan menjelang akhir 2020 yang super sumpek ini.

Indonesia dipastikan masuk resesi yang bakal membuat daya beli merosot. PHK lebih banyak mungkin tidak terhindarkan.

Produksi ayam mungkin dikurangi dengan mengurangi jumlah telur yang hendak ditetaskan untuk mempertahankan pasokan.

Itu sebabnya mengapa banyak orang yang jualan telur dipinggir jalan Jakarta. Dari yang pakai sepeda hingga bermobil. Dan harganya murah Tapi itupun jarang orang beli. Karena memang sebagian besar orang berhemat ketat selama pandemik.

Gelombang kerusakan ekonomi dilaporkan parah di Bali. Sepinya turis menghempaskan kehidupan rakyat Pulau Dewata itu. Angin Nusa Penida tidak lagi terasa hangat tapi dingin sepi menggigit. Membuat wajah tidak lagi tegak melainkan menunduk.

Karena badai resesi itu dipastikan datang dengan wujud yang sebenarnya. Bukan bayangan.

Menteri Sri Mulyani mengkonfirmasi tidak ada pertumbuhan ekonomi positif di kuartal ketiga. Ketololan kita yang mengesampingkan protokol kesehatan di zaman new normal normalan, begitu berdampak pada perekonomian karena lonjakan infeksi terus berlangsung hari demi hari tanpa ujung.

Menteri Sri Mulyani mengatakan ekonomi triwulan III-2020 mencapai minus 2,9% sampai minus 1,0%. Ini menyebabkan perekonomian Indonesia 2020 akan minus 1,7% sampai minus 0,6%.

Diperkirakan di kuartal ke empat, pertumbuhan ekonomi bisa nol persen. Ini sesuai dengan trend pergerakan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua dan ketiga.

Yang naik trendnya meski pertumbuhan ekonomi minus.

Di kuartal kedua, kita anjlok minus 5,32 persen. Kebijakan pemerintah menggenjot belanja negara lewat aneka bantuan jaring pengaman dari beras hingga bantuan tunai telah menghasilkan pertumbuhan sebesar 4 persen.

Karena tololnya kita yang abai pakai masker, menyebabkan pertumbuhan ekonomi mandeg diangka segitu. Sektor ekonomi yang harusnya dibuka terus ditunda entah sampai kapan karena infeksi naik terus.

Akibatnya, kuartal ketiga , hasilnya diperkirakan cuma minus 1 sampai minus 2,9 persen.

Di kuartal keempat kita boleh berharap positif. Karena gelontoran bantuan tunai serta pesta uang pilkada mendongkrak daya beli hingga syukur sekali kita bisa mendapatkan pertumbuhan nol sampai satu persen di kuartal ke empat.

Namun itu semua tergantung pada cara kita mematuhi semua protokol kesehatan. Kita harus menyelamatkan diri dan keluarga kita. Jika kita masih abai, siap-siap kehidupan kita makin sulit.

Sesederhana itu ..

Tidak perlu kata kata rumit dari orang-orang yang sok tau dan sok cerdas membedah pagebluk ini. Tanpa kesadaran menjaga diri , angin kesengsaraan resesi akan lebih dingin lagi menerpa kita .

Sedingin pizza HUT pinggir jalan. Sedingin daging ayam KFC yang tidak lagi renyah. Dan cemplangnya menu Ta Wan yang terbakar sinar mentari menunggu pelanggan datang.

Akibat kita meng- geprek penghidupan kita sendiri dan orang lain lewat ketololan kita menghadapi pandemi ini.

***
.