Mau Seribu Kali Ijtima Ulama Pun Hasilnya Tetap Percuma

Senin, 17 September 2018 | 05:08 WIB
0
43
Mau Seribu Kali Ijtima Ulama Pun Hasilnya Tetap Percuma

Elektabilitas pasangan capres/cawapres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sama sekali tidak akan terpengaruh oleh rekomendasi Ijtima Ulama II yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kenapa? Karena sebagian besar rakyat Indonesia mencintai pasangan capres/cawapres Jokowi-Ma'ruf yang justru sangat islami.

Jadi, kalaupun mau seribu kali Ijtima Ulama atau Ijtima Ulama Berjilid-jilid, hasilnya akan percuma, buang-buang energi saja. Sebagian besar rakyat sudah telanjur mencintai Jokowi dan Kyai Maruf Amin. Ini tidak tergoyahkan bahkan oleh apa yang disebut Ijtima Ulama sekalipun.

Lho, apa alasannya? Ya karena ulama itu berbeda-beda, dari sisi karakter maupun keilmuannya. Ulama sejatinya berilmu tinggi, berakhlak mulia, menjadi panitan umat, memiliki sikap alim dan bijak dalam bertindak, bukan karena kepentingan politik sesaat atau menjadikan politik sebagai komoditas.

Publik tahulah dan sudah menjadi rahasia umum, bahwa di belakang Ijtima Ulama II yang mendukung Prabowo-Sandiaga ada GNPF dan sejumlah tokoh 212.  Nah, di dalam tubuh 212 itu sendiri ada orang-orang yang terlibat penggelapan dana umat lewat Abu Tours dan kasus korupsi lainnya.

Pertanyaannya; bagaimana ulama yang punya rekam jejak seperti ini punya legitimasi untuk mengajak umat mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga?

Apa yang mereka lakukan itu sejatinya justru malah menyiram luka di hati umat!

Wajar kalau rakyat saat ini makin percaya kepada pasangan Jokowi-Maruf yang bakal melanjutkan kepemimpinan di dua periode berikutnya, Insya Allah. Ini jelas, karena hasil kerja Jokowi itu nyata dan bermaslahat untuk kepentingan umat.

Soal bela ulamanya GNPF yang sudah merekomendasikan Ijtima Ulama II, Prabowo mesti belajar dari Jokowi yang cara berpolitiknya sangat konkret, yakni menjadikan Ma'ruf Amin yang Ketua Umum MUI sebagai cawapres.

Dengan cara konkret menjadikan Ma'ruf Amin cawapresnya, Jokowi pun membuat terobosan paling bersejarah, yaitu mengangkat marwah ulama dan umat secara tulus. Sementara GNPF dan Prabowo-Sandiaga bisanya cuma beretorika jualan isu Pakta Integritas bela ulama. Begitu faktanya, bukan?

Pancaran ahlak Pak Jokowi dan Maruf Amin mewakili aspirasi ulama dan umat, itu jelas dan konkret. Kedua sosok pemimpin tersebut representasi nilai-nilai religi dan dicintai seluruh umat beragama.

Mereka berdua meraih legitimasi politik karena sikap santun, kerja keras dan penuh cinta kasih kepada rakyat tanpa diskriminasi.

***

FAIZAL ASSEGAF