Alhamdulillah, TGB Dicoret dari Daftar Capres PA 212!

Sabtu, 7 Juli 2018 | 02:23 WIB
0
32
Alhamdulillah, TGB Dicoret dari Daftar Capres PA 212!

Tak ada yang perlu dirisaukan Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), karena namanya dicoret dari daftar calon presiden yang direkomendasikan Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Wajar saja jika PA 212 mencoret namanya, lantaran TGB menyatakan dukungan kepada Joko Widodo.

Buat TGB, jadi atau tidaknya seseorang menjadi presiden, semua sudah ditentukan Allah SWT. Sebagai tokoh muslim yang keilmuannya diakui, bahkan oleh PA 212 sendiri, soal daftar Capres PA212 itu bukanlah hal yang penting.

Alasan Mendukung Jokowi

Dukungan TGB kepada Jokowi juga didasari oleh keilmuan yang dimilikinya, sehingga rasionalitasnya tidak dibuat kabur oleh syahwat politik yang dipahami kubu oposisi, meyerang secara brutal tanpa melihatnya secara adil.

Padahal, di dalam AlQur'an sendiri dijelaskan bahwa jangan karena kebencian kita pada seseorang, membuat kita bersikap tidak adil. Karena keadilan  itu yang justru mendekatkan kita pada ketakwaan.

Setidaknya ada 3 alasan yang membuat TGB mendukung Jokowi pada periode kedua, yaitu kemaslahatan bangsa, umat, dan juga akal sehat. Jika ketiga alasan itu dianggap oleh P212 salah, maka sebaiknya PA 212 membaca dan memahami kembali apa yang diajarkan Islam.

Islam Tak Ajarkan Fitnah

Coba direnungkan kembali, apakah sebagai muslim, kita tidak merasa "jengah" jika karena untuk mendapatkan kekuasan lantas kita menghalalkan segala cara, misalnya memfitnah Jokowi dengan berbagai tuduhan negatif?

Bayangkan, apa yang dilakukan Tabloid Obor Rakyat di Pilpres 2014 lalu, isinya banyak fitnah keji yang ditujukan kepada Jokowi, apakah hati kita sebagai muslim bisa menerimanya?

Atau serangan-serangan hitam lainnya yang ada di media sosial. Semuanya tentu saja tidak sesuai ajaran Islam.

Namun sayangnya, serangan yang berbau fitnah kepada Jokowi adalah upaya untuk mendukung salah satu calon yang katanya berada di barisan ulama. Ulama yang bagaimana? Di mana-mana Ulama, tentu mengharamkan fitnah yang keji, dan tidak diam saja.

Bagaimana Sikap PA 212 atas Fitnah kepada Jokowi?

Lantas, apakah pihak PA212 tidak mengoreksi atau memprotes apa-apa yang dikatakan Amien Rais atau Prabowo, atau politisi oposisi lainnya, atau siapa pun yang kerap menyerang Jokowi secara serampangan, tanpa data yang jelas, dan cenderung fitnah? Atau semua itu justru sesuai dengan ijtihad politiknya, mengganti Jokowi?

[irp posts="17852" name="Menakar Keimanan dan Akal Sehat Tuan Guru Bajang"]

Kalau PA 212 istiqomah dengan keislamannya, maka ada sikap yang jelas atas pernyataan yang berbau fitnah kepada Jokowi yang diberikan politisi oposisi. Hal ini untuk melaksanakan apa yang dikatakan AlQuran saja, bahwa jangan karena benci, lantas kita melupakan rasa adil.

Satu lagi, jangan memonopoli kebenaran, karena kebenaran itu milik Allah. Dan, jangan merasa lebih dekat dengan Allah SWT, karena muslim yang sesungguhnya selalu merasa jauh dari Allah, bahkan selalu takut ibadahanya tidak diterima Allah.

***