PLTB Sidrap Berkapasitas 75 MW Selesai dan Sudah Saya Resmikan

Selasa, 3 Juli 2018 | 15:10 WIB
0
30
PLTB Sidrap Berkapasitas 75 MW Selesai dan Sudah Saya Resmikan

Lima tahun lalu, berbekal peta cuaca dari LAPAN, UPC Renewables dan PT Binatek Energi Terbarukan datang ke perbukitan Watang Pulu, sekitar 200 kilometer dari Makassar, untuk meneliti kecepatan dan potensi energi angin. Hasilnya, rata-rata kecepatan angin di daerah ini lebih dari enam meter per detik, cukup untuk menggerakkan kincir angin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Itulah awalnya PLTB Sidrap direncanakan. Pada Agustus 2015, kebun energi angin ini mulai dibangun. Tiang-tiang menara yang dibuat di Cilegon, Banten dikirim ke Kota Parepare -kota pelabuhan terdekat dari lokasi PLTB- dengan kapal tongkang sejak bulan Juni 2016. Mesin-mesin turbin juga dikirim dari Spanyol dengan kapal melalui terusan Suez dan Samudera Hindia, dan bilah baling-baling dikirim dari China melalui Lautan Pasifik.

Untuk melancarkan pengangkutan bahan konstruksi PLTB itu, pelabuhan penumpang di Parepare harus disesuaikan konstruksinya. Sebuah jembatan penyeberangan orang di jalan besar di kota ini dibongkar untuk dilalui kendaraan pengangkut. Tujuh buah jembatan menuju lokasi juga diperkuat untuk menahan beban.

Hasilnya, dua tahun setelah konstruksi dimulai, PLTB Sidrap berkapasitas 75 megawatt selesai dan sudah saya resmikan, kemarin. Sebanyak 30 tiang menara angin setinggi 80 meter kini berjajar di perbukitan Watang Pulu dengan baling-baling raksasa sepanjang 57 meter yang tak henti berputar dihembus angin.

Warga sekitar PLTB menerima ongkos penggantian lahan, dan sebagian dipekerjakan di sana. Investor dan pemerintah daerah juga sudah hendak membuat kawasan ini sebagai lokasi wisata kincir angin.

[caption id="attachment_17959" align="alignright" width="611"] Saya dan Menteri PUPR (Foto: Agus Suparto/Fotografer Istana)[/caption]

Setelah beroperasinya PLTB Sidrap ini, kebun-kebun energi angin baru akan menyusul didirikan. Di Jeneponto, Sulsel, saat ini PLTB Tolo juga sedang dibangun. Lalu menyusul di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dan direncanakan juga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Selain tenaga angin, Indonesia kaya akan energi baru terbarukan lainnya, seperti panas bumi, energi matahari, biomassa hingga energi air.

Bendungan Passeloreng

Hari kedua di Sulawesi Selatan, saya mengunjungi lokasi pembangunan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, siang tadi. Luas genangannya 169 kilometer persegi, bisa menampung 138 juta meter kubik air -sembilan kali lebih besar dari Bendungan Raknamo di NTT yang sudah rampung.

Jika rampung akhir Februari 2019, Bendungan Paselloreng akan mengairi lahan irigasi seluas 7.000 hektare di sekitarnya.

Selain itu, bendungan ini menjadi sumber air baku untuk empat kecamatan di Wajo, pembangkit listrik mikrohidro, konservasi air, pengendali banjir Sungai Gilireng, perikanan air tawar dan pariwisata.

***