Sketsa

Kembali Bahagia

Lebaran, Idul Fitri, Headline
Yudi Latif (Foto: Youtube.c0m)

Saudaraku, adakah saat yang paling dirindukan para pengembara selain menemukan momen kepulangan?

Fakta keterlemparan manusia dari “langit suci” dan kebertualangan dari asal tumpah darah membuat sukmanya senantiasa resah-gelisah, merindukan luang berpulang ke rahim Ilahi dan kampung halaman.

Sepanjang tahun para perantau bergelut mengejar berkah langit yang turun bak air hujan.

Kedatangan Idul Fitri menjemput mereka mudik ke kelampauan asal spiritual dan sosial, seperti akar yang meneruskan air hujan ke sungai.

Diiringi senandung kebesaran Ilahi, para pengembara hanyut dalam aliran sungai itu, merembeskan kasih dan rezeki hingga pelosok negeri; menghidupkan kembali akar rumput dari kematiannya.

Dengan hati suci yang bertaut dengan gelombang pertobatan kolektif, semoga Idul Fitri membuat langit mendung cerah kembali, berkat hujan jatuh yang menghijau-damaikan kembali kehidupan.

Selamat Idul Fitri.

Mohon maaf Lahir dan Batin.

Salam takzim.

***

Yudi Latif.

Baca Juga:  Mengapa Kita Kadang Perlu Malu terhadap Tulisan Sendiri?