Wacana

Inilah Rumus Sukses Jadi Politikus dan Pejabat

Manajemen, Pejabat, Politikus, Headline
Ilustrasi (Foto: Republika.co.id)
Semakin sehat, nilai-nilai kebenaran akan kuat, menyebar dan dipegang bersama. Semakin tidak sehat, semua di atas itulah nilai-nilai yang berlaku.

Ingin sukses jadi politisi?

1. Jangan punya idealisme. Kalau pun punya simpan saja dalam hati, jangan dikeluarkan. Politik itu bukan dunia ideal tapi dunia realistis saling berebut pengaruh, kedudukan dan jabatan, kalau perlu dengan berbagai cara hingga menghalalkan segala cara.

2. Jangan ingin benar atau menyuarakan kebenaran. Politik bukan dunia benar salah tapi seni mengelola tujuan dan ambisi kekuasaan, kalau perlu dengan mengorbankan orang lain, tak peduli dia/mereka sakit hati yang penting anda/kita yang berkuasa. Bersikap benar dan memperjuangkan kebenaran dalam berpolitik akan membuat anda tersingkir karena akan mengganggu kepentingan orang lain yang sepakat mengamankan dirinya. Politik itu dunia saling mendukung kepentingan, bukan saling mendukung kebenaran.

3. Jangan ingin berbeda dengan kelompok. Politik membutuhkan kesetiaan kelompok terlepas dari salah benar. Ingin beda adalah pengkhianatan kelompok dan harus digeser. Anda harus dikorbankan.

Ingin sukses jadi pejabat?

1. Jangan jadi orang jujur dan apa adanya. Jujur dan apa adanya bukan dunia jabatan tapi dunia kebebasan. Bukan dunia struktural tapi dunia kultural. Jabatan itu dunia saling mengerti, saling memaklumi, saling menutupi dan saling mengamankan. Jujur dan apa adanya dalam dunia jabatan akan banyak membuka aib orang.

2. Jangan berpikir kritis, suka mengkritik dan bicara terbuka. Dunia jabatan adalah dunia kerja bukan dunia berpikir kritis apalagi mengkritik terbuka. Berpikir kritis itu dunia ilmu, dunia intelektual dan kaum akademisi.

3. Jangan suka protes. Protes bukan karakter pejabat tapi karakter bawahan. Protes itu ekspresi kekecewaan, ketidakpuasan dan ketertindasan yang umumnya dirasakan bawahan yang dihasilkan oleh jabatan atau kedudukan. Suka protes juga membuat tidak nyaman. Aturan jabatan itu laksanakan saja, kalau tidak suka dan banyak protes, anda tidak berbakat jadi pejabat. Kalau anda jarang apalagi tidak suka protes, karir anda dipastikan akan mudah dan cepat naik karena Anda akan dilihat sebagai orang yang mengerti, membuat aman lingkungan dan gampang diatur.

Baca Juga:  Manusia Rakus, Biadab dan Penindas

4. Setialah pada atasan kalau perlu gunakan prinsip ABS (Asal Bapak Senang). Soal salah benar dan tak sesuai hati nurani, simpan dulu. Jabatan membutuhkan kesetiaan pada atasan dan pekerjaan. Tak setia akan menghambat tugas dan pekerjaan.

Semua itu bisa tidak berlaku atau tidak semuanya benar bila dalam sistem, struktur, instansi dan masyarakat yang sehat. Intensitas sehatnya tergantung. Semakin sehat, nilai-nilai kebenaran akan kuat, menyebar dan dipegang bersama. Semakin tidak sehat, semua di atas itulah nilai-nilai yang berlaku.

***