Wacana

Posisi Utang Indonesia Dibanding Negara Lain

Utang, Pemerintah, Indonesia, Joko Widodo, Headline
Utang Indonesia (Foto: Koransulindo.com)
Dibanding negara lain, utang Indonesia bukan yang terbesar di dunia sebagaimana digembar-gemborkan selama ini. Utang bukan untuk subsidi BBM atau BLT.

Katanya negara ini udah paling banyak utangnya di dunia. Katanya negara ini mau hancur. Katanya negara ini gak ada masa depan lagi.

Di bawah ini gambaran utang di dunia. Silakan cari Indonesia dan bandingkan utangnya dengan negara lain. Gak terlalu keliatan karena utangnya termasuk kecil dibanding lainnya.

Indonesia memang tidak dalam kondisi yang baik. Ini karena sejak dulu dikelola dengan tidak benar. Kekayaan alam paling berharga di Papua “dikasihkan” Freeport begitu Orde Baru berkuasa. Tak ada yg berani menggugat. Justru baru di era presiden sekarang pemimpin negara berani memperjuangkan agar kita dapat bagi hasil yang fair.

34394834_10209937985685475_8480283308133974016_oSedikit demi sedikit pengelolaan negara ini diperbaiki. Semakin kecil peluang untuk korupsi dan memperkaya diri. Tak ada lagi cerita anak-anak presiden pegang proyek minyak, jalan tol, cengkeh atau lainnya. BBM yang mahal di Indonesia Timur tinggal kenangan.

Listrik untuk saudara kita di pedalaman-pedalaman Papua akhirnya menyala. Semua diperjuangkan oleh pemerintah dengan berdarah-darah.

Mafia yang terbiasa mengambil keuntungan dari setiap proyek kini sulit bergerak. Dan yang terjadi adalah serangan bertubi-tubi dari mereka yang dirugikan oleh kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Mereka membakar emosi dan menggosok sentimen agama dan ras, menjual ketakutan dan kecemasan. Dengan senjata itu mereka berharap bisa mengambil alih kekuasaan. Agar bisa korupsi lagi. Agar bisa mengambil keuntungan lagi dari proyek-proyek yang ada di negeri ini.

Ada yang sedang berjuang untuk rakyat, merata di seluruh Indonesia. Ada yang berjuang untuk kantong pribadi yang mulai kering karena kebijakan yang tak berpihak. Silakan Anda mau ikut rombongan yang mana.

Saya ikut rombongan pertama. Bersama-sama berjuang membenahi bangsa menuju Indonesia maju.

Baca Juga:  Universitas Islam Internasional Indonesia dan Prospek Islam Moderat

***