Wacana

Logika Zulkifli, Najib Razak Tumbang Gara-gara Malaysia Digeruduk TKI

Politikus, Tenaga Kerja Asing, TKA, TKI, Malaysia, Pemilu, Najib Razak, Mahathir Mohammad,
Zulkifli Hasan (Foto: Edunews.id)
Isu keberadaan tenaga kerja asing yang ada di Indonesia menjadi komoditas para politikus untuk menjadi bahan bakar dalam Pilpres 2019.

Kemenangan Mahathir Mohammad menjadi Perdana Menteri Malaysia ditanggapi beragam oleh politisi dalam negeri. Ada yang menjadikan sebagai inspirasi untuk “mengganti” Presiden dengan meraih kemenangan dalam Pilpres 2019 nanti, terutama politisi oposisi.

Tetapi ada juga ketua partai yang mengambil pelajaran bukan dari kemenangan Mahathir, tapi dari penyebab kekalahan mantan perdana menteri Najib Razak, yaitu ketua partai PAN Zulkifli Hasan.

Menurut Zulkifli Hasan, hasil pemilu di Malaysia menjadikan pelajaran berharga bagi rakyat Indonesia. Karena ada berbagai pesan terkandung di dalamnya.

Baca Juga:  TKI Dipancung di Arab Saudi dan Hukuman “Qishash”

Maksud dari ketua PAN ini adalah bahwa penyebab kekalahan mantan Perdana Menteri Najib Razak adalah karena terkait banyaknya tenaga kerja asing yang ada di Malaysia.

“Kekalahan pemerintahan sana antara lain karena maraknya tenaga kerja asing, contohnya ya. Belum yang lain-lain, tentu memberikan pelajaran bagi kita semua agar Indonesia berdaulat. Indonesia merdeka itu tidak hanya slogan tapi sungguh-sungguh konsisten itu bisa dilaksanakan,” kata Zulkifli Hasan.

Rupanya isu tenaga kerja asing yang ada di Indonesia menjadi komoditas para politikus untuk menjadi bahan bakar dalam Pilpres 2019. Isu tenaga kerja asing ini akan tetap ada sampai pelaksanaan kampanye nanti. Dan ini menjadi senjata dari partai oposisi untuk mengkritisi pemerintah atau petahana.

Seperti pendapat ketua partai PAN, yang menganganggap kekalahan mantan Perdana Menteri Najib Razak akibat maraknya tenaga kerja asing di Malaysia. Padahal tenaga kerja yang ada di Malaysia adalah paling banyak jumlahnya adalah dari TKI yang notabene rakyat Indonesia. Ini artinya penyebab kekalahan Najib Razak adalah karena masuknya Tenaga Kerja Indonesia(TKI). Jumlah TKI yang berada di Malaysia mencapai 2 juta lebih.

Tanpa sadar, Zulkifli ingin menuduh bahwa gara-gara TKI mantan perdana menteri Nazib Razak tumbang atau kalah dari kekuasaan. Mungkin maksud dari pernyataan Zulkifli Hasan untuk menyerang pemerintah Jokowi atas isu tenaga kerja asing China.

Namanya juga politikus kalau berbicara kadang tanpa data, yang penting “ngoceh” dulu, perkara datanya tidak akurat itu urusan belakangan.

Padahal waktu Sultan Brunei Hassanal Bolkiah datang ke Indonesia, Presiden Jokowi titip  tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Brunie, yang jumlahnya 80 ribu atau 20 persen dari jumlah penduduk Brunei. Tetapi tidak menjadi isu di Brunei.

Tetapi tenaga kerja asing di Indonesia menjadi isu yang gurih untuk di goreng demi kepentingan politik. Nanti kalau Pilpres sudah berakhir isu tenaga kerja asing sudah tidak laku lagi.

Jadi tenaga kerja asing hanya komoditas politik semata.

***