Romansa

Puisi Dahlan Iskan dari Hutan Amerika untuk Surabaya: “Terlalu Sedih”

Puisi Dahlan Iskan (Foto: Disway.id)
Puisi Dahlan Iskan (Foto: Disway.id)
Dahlan Iskan tidak menulis catatan perjalanannya, sebagaimana hari-hari biasanya. Ia menulis puisi sebagai tanda duka bagi kota Surabaya tempat ia mukim.

Disway hari ini tidak terbit
Terlalu sedih memikirkannya;
bom-bom di gereja
Di kotaku tersayang, Surabaya.

Terlalu banyak WA dan WeChat yang masuk
Terlalu banyak foto-foto mengerikan yang harus saya lihat
Terlalu banyak pertanyaan untuk diri sendiri;
mengapa? mengapa? mengapa?

Apa yang salah dengan Islam?
Apa yang salah dengan gereja?
Apa yang salah dengan politik?
Apa yang salah dengan ekonomi?

Begitu mengasyikannyakah politik?
Semua main di sana
Meningggalkan keprofesionalannya
Terlalu sedih.

Belum pernah kotaku terkoyak
Oleh terorisme
Belum pernah
Begitu aman
Begitu damai
Begitu rukun
Kini robek
Tercabik-cabik.

Disway tidak terbit hari ini
Terlalu sedih
Yang robek harus dijahit kembali
Biarpun jarum harus munusuk jari.

Disway tidak terbit hari ini
Terlalu sedih
Pilu.

Dari pedalaman Amerika
Doa untuk kotaku tersayang
Beserta seluruh warganya
Dan terutama para korban
Selalu.

***

Minggu, 13 Mei 2018

 

Baca Juga:  Terima Kasih Tuan Guru, Saya Pamit!