Wacana

Bagaimana Caranya Memahami Jiwa Manusia?

Jiwa, Manusia, Filsafat, Moral, Headline
Ilustrasi Jiwa (Foto: Okezone.com)
Memahami jiwa tak perlu repot-repot bertahun-tahun belajar ilmu jiwa atau psikologi, cukup miliki satu hal: kepekaan membaca dan memahami orang lain.

Membatasi dan menghalangi ekspresi jiwa seseorang sama dengan memenjarakannya dan membuatnya tak nyaman. Sebaliknya, membebaskan ekspresi jiwa seseorang sama dengan memerdekakannya dan membuatnya nyaman.

Kesalahan pendidikan sering di persoalan ini, masalah cinta sering di masalah ini, masalah rumah tangga banyak di masalah ini, hubungan atasan bawahan banyak di masalah ini, hubungan penguasa dan rakyat juga banyak di masalah ini: ketakpahaman memahami jiwa!!

Kesalahan pendidikan banyak di masalah ini. Kesalahan orang tua karena tak paham jiwa anak-anaknya, kesalahan guru karena tak paham jiwa murid-muridnya, kesalahan menjalani cinta karena si dia tak paham jiwa pasangannya, kesalahan mengelola rumah tangga karena tak paham jiwa istri/suaminya, kesalahan atasan karena tak paham jiwa bawahannya, kesalahan pemerintah dan negara karena tak paham jiwa rakyat yang dipimpinnya.

Akhirnya yang ada adalah pemberontakan, protes, gak nurut, susah diatur dll atau merasa tertekan karena kecenderungan jiwanya dikurung, dibatasi, tak dipahami. Pemahaman agama yang formal dan kaku sering menekan dan membatasi kemerdekaan jiwa. Akhirnya, merasa mengajarkan agama tapi gak masuk, gak kena, gak berpengaruh, ditolak.

Memahami jiwa tak perlu repot-repot bertahun-tahun belajar ilmu jiwa atau psikologi, cukup miliki satu hal: kepekaan membaca dan memahami orang lain!!

Untuk menjadi mitra, sahabat, kekasih, guru, suami, istri, atasan, bos, pemerintah, direktur yang nyaman, fahami dan ikuti kecenderungan jiwa sahabat, murid, pacar, istri, suami, bawahan, rakyat. Untuk keselamatan ekspresi jiwa, kontrol dengan syariat.

***

Editor: Pepih Nugraha

Baca Juga:  Camila Cabello Cetak Namanya di Billboard dan Google Trend Indonesia