Fakta

Turki “Keukeuh” Beli Rudal Rusia padahal NATO Melarangnya

NATO, Turki, Senjata, Pembelian, Rudal, S-400, Internasional, Politik, Luar Negeri, Headline
Rudal S-400 (Foto: Gardanasional.id)
Turki tidak menggubris larangan NATO atas pembelian rudal S-400 dari Rusia, alasannya untuk melindungi keamanan dalam negerinya dari serangan rudal musuh.

Konflik perang di Suriah yang hampir enam tahun dan belum berakhir membuat negara-negara tetangga atau kawasan Timur Tengah berlomba-lomba untuk memperkuat posisi masing-masing seperti Irak, Iran, Lebanon, Israel dan Turki.

Konflik perang Suriah membuat Turki jadi khawatir karena suku Kurdi bisa menjadi ancaman bagi Turki, apalagi senjata-senjata dari milisi Kurdi diperoleh dari Amerika Serikat dan senjata tersebut termasuk senjata baru.

Dan wilayah udara Turki bisa terancam akibat konflik Timur Tengah ini. Untuk itu Turki ingin memperkuat wilayah pertahanan udaranya dengan membeli rudal canggih yang sangat ditakuti, yaitu S-400 dari Rusia.

Rudal S-400 adalah termasuk rudal jarah jauh yang bisa menembak pesawat tempur, rudal dan benda-benda asing di udara. Jangkauan radar ini mencapai 580 km,  jadi bisa mendeteksi kehadiran pesawat tempur, rudal atau ancaman lain.

Pesaing dari rudal S-400 adalah rudal Patriot Amerika yang sangat handal dan akurasi tinggi merontokkan rudal-rudal lawan seperti rudal Scud dan dalam konflik di Yaman, rudal Patriot sangat handal mengatasi rudal yang ditembakkan oleh Houthi ke wilayah Arab Saudi.

Belum lama ini pemerintah Turki telah menyepakati pembelian rudal S-400 dengan Rusia untuk melindungi wilayah udara dari ancaman  negara lain.

Sekedar informasi, Turki adalah negara NATO, jadi di antara negara NATO dilarang membeli alutsista dari negara Rusia. Dan banyak anggota NATO yang tidak setuju oleh keputusan Turki membeli rudal S-400 karena bisa menjadi ancaman bagi anggota NATO.

Akan tetapi Turki yang sering perang kata-kata dengan Amerika Serikat atas kebijakannya di Suriah tidak menggubris larangan atau peringatan dari Amerika atau NATO atas pembelian rudal S-400 dari Rusia.

Turki memandang ini hak negaranya yang ingin melindungi negaranya dari ancaman.

Sebenarnya Turki tidak tiba-tiba ingin membeli rudal S-400 dari Rusia,Turki sudah meminta atau memohon-mohon kepada Amerika untuk membeli Rudal Patriod,akan tetapi permintaan itu tidak dikabulkan oleh Amerika.

Baca Juga:  AKP Turki, Model Baru Partai Islam Modern

Dan Turki tidak ingin memohon-mohon lagi kepada Amerika,oleh karena itu Turki memutuskan membeli rudal S-400 dari Rusia,sekalipun banyak tentangan dari NATO,yang disponsori oleh Amerika.

Bahkan Amerika sampai saat ini masih ingin Turki membatalkan pembelian rudal S-400,bahkan negara Yunani yang awalnya juga ingin membeli rudal S-400,terpaksa membatalkan pembelian dari Rusia,karena ada tekanan dari Amerika.Padahal Turki dan Yunani ini juga sering musuhan,karena pesawat-pesawat tempur Turki sering melanggar dan masuk wilayah udara Yunani.Dan sebagai gantinya atas pembatalan pembelian rudal S-400,Yunani akan dapat gantinya sistem pertahanan udara dari Amerika.

Negara yang sudah membeli rudal S-400 adalah China, dan India juga berminat untuk membelinya, tetapi Iran yang menjadi sekutu Rusia belum di diperbolehkan memiliki senjata mutakhir ini. Mungkin takut akan memanaskan ketegangan dengan Israel.

Negara Arab Saudi yang sekarang lagi perang dengan Yaman,juga sudah melakukan penawaran dengan Rusia untuk membeli rudal S-400,padahal negara ini sudah punya rudal Patriod buatan Amerika.

Memang negara Amerika suka mengatur-atur banyak negara,untuk membeli atau membatalkan perjanjian negara lain,karena bisa mengancam atau mengganggu kepentingan Amerika di banyak negara.

Bahkan negara kita yang memutuskan untuk membeli pesawat Sukhoi S-35,juga tak luput dari intervensi negara adidaya tersebut.Tetapi pemerintah tetap pada keputusannya untuk membeli Sukhoi S-35 dari Rusia.

Akankah Turki membatalkan pembelian rudal S-400 buatan Rusia atau tetap tak bergeming sekalipun dapat ancaman atau sanksi dari Amerika?

Kita lihat perkembangan kedepan,,penjualan senjata baik Amerika dan Rusia,naik pesat ditengah konflik di timur tengah.