Wacana

Mengapa Prabowo Tak Hadir Saat Seluruh DPD Gerindra Mencalonkanya?

Prabowo Subianto, DPD, Partai Gerindra, Calon Presiden, Headline
Prabowo Subianto (Foto: Tempo.co)
Seluruh 34 DPD Gerindra se-Indonesia mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden, tetapi Prabowo tidak hadir di acara pendeklarasian itu.

Ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 gemanya sudah membahana, bahkan gaungnya seakan meredupkan Pilkada yang sudah masuk tahapan kampanye. Meskipun bergaung kencang, hingga saat ini, belum satu pun pasangan Capres dan Cawapres dideklarasikan, mungkin karena waktunya masih panjang.

Kalau mengikuti analisa pengamat, Pilpres 2019 ini dipastikan hanya diikuti dua pasangan atau bahkan paling banyak tiga pasang. Dari semuanya itu, baru Joko Widodo yang sudah ada kejelasan untuk maju kembali dari lima partai pengusungnya. Sedangkan Prabowo Subianto, sudah dideklarasikan oleh DPD-DPD Gerindra se-Indonesia, namun tanpa kehadiran yang bersangkutan.

Ada apa ini? Jokowi sudah diusung lima partai untuk kembali maju dalam Pilpres 2109 sebagai Capres, tanpa sosok cawapresnya. Begitu pula, Prabowo dideklarasikan sebagai Capres 2019 tanpa kehadiran dirinya.

Di sisi yang lain, mereka yang ngebet ingin dilamar Jokowi sebagai Cawapresnya mulai menjaga jarak ketika Jokowi tampak intim dengan AHY dan SBY di Rapimnas Partai Demokrat, 10-11 Maret lalu. Begitu pula, peluang menjadi cawapresnya Jokowi pun kan hilang, bila ternyata Prabowo memilih merapat ke Jokowi.

Baca Juga:  Berbagai Cara Mengalahkan Prabowo Sebelum Bel Tanding Dibunyikan

Apakah ketidakhadiran Prabowo Subianto di acara pendeklarasian dirinya oleh DPD-DPD Gerindra sebagai bukti keraguan Prabowo bisa mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019? Kalau sudah merasa kalah, buat apa pula harus mendeklarasikan diri sebagai Capres. Selain itu, bukan hal yang mudah pula bagi Prabowo untuk menerima tawaran Jokowi sebagai Cawapresnya.

Di dalam politik, segalanya bisa cair. Bisa jadi, Pilpres 2019 nanti  pesertanya adalah Jokowi-Prabowo dan Gatot Nurmantyo-Tuan Guru Bajang (atau AHY) yang didukung Demokrat, PKS, PAN, PKB.

Kita tunggu saja kejutannya….

***

Editor: Pepih Nugraha