Wacana

Bertemu Presiden Jokowi, Iklan Politik Jitu AHY

Politik, Pilpres 2019, Agus Harimurti Yudhoyono, Headline, Joko Widodo, Partai Demokrat, Rapimnas
AHY, Jokowi, dan SBY (Foto: Tempo.co)
AHY bertemu Jokowi untuk mengantar undangan, Jokowi lalu mendampingi saat pukul gong, itulah margin keuntungan kecil yang AHY dapatkan dalam waktu singkat.

Kalau pelawak Gepeng Srimulat masih hidup mungkin akan bilang ; “Untung ada AHY!” Bila bukan dia, maka nilai jual politis Rapimnas 2018 Partai Demokrat yang dihadiri Jokowi hanya lewat begitu saja, tanpa sensasi berarti selain sebuah agenda formil presiden dengan parpol di negeri ini.

Sosok Agus Yudhoyono mulai mencuat saat pemilihan gubernur DKI 2017 lalu sebagai orang baru dalam dunia politik negeri ini. Dulu, sebagian publik masih memandang dirinya dengan sebelah mata. Tapi kini perlahan tapi pasti, sosok AHY mulai menguat di blantika politik, setidaknya di internal Partai Demokrat dari ujung Barat sampai Timur Nusantara. Mereka mungkin dulu ragu dengan ‘anak babe’ yang ‘baru kemaren sore’ masuk ruang politik.

Persoalan “basic source” seorang AHY memang mumpuni; berasal dari keluarga politik, mengenyam pendidik tinggi bergengsi luar negeri, pengalaman kerja di ketentaraan yang keras dan disiplin tinggi, jiwa nasionalis NKRI yang tertempa secara masif.

Ketika kemudian AHY masuk ke ruang politik praktis, dia hanya butuh “didempul tipis kemudian diamplas sedikit, dilapisi cat dasar tipis tanpa amplas ulang dan bisa langsung cat kilat”, maka jadilah dia desain produk politis yang kinclong, layak pajang dan siap edar.

Tinggal para marketing dan sales area berjibaku di lapangan ; menembus ganasnya brand dagangan para kompetitor yang sudah mapan serta menciptakan segmen pasar yang belum dilirik para pesaing. Satu lagi kata bang Togel; Sabar dan Tabah!

Bang Togel itu bisa dijadikan rujukan. Katanya, jangan malu belajar pada keledai yang tak mau terjerembab dua kali di lubang yang sama.

Orang bijak yang mulutnya bocor pun buka rahasia. Begini katanya; Orang pinter itu sebenarnya banyak belajar dari orang bodoh untuk menjadi pintar”. Kalau tak ada bodoh, maka sulit bikin parameter pintar, bukan? Hal yang bisa menyatukan nasib orang bodoh dan pintar hanya ketololan dan kekonyolan. Nahhh ituu….ituuu berbahaya!

Bang Togel dapat labeling Bang Togel tidak mudah. Dia harus tabah menjalani belantara waktu dan peristiwa kecaman lingkungan terdekat dan terjauh. Dia harus sabar gotak-gatuk angka. Otak bekerja bikin prediksi tapi sama sekali “tanpa hati menangis”. Emangnya lagu Pance Pondaag? Heuheu…

Baca Juga:  AHY, Calon Kuat Pendamping Jokowi di Pilpres 2019

Bang Togel bilang, hidup itu seperti perjudian. Kalau apes ya dapat buntung, tapi jangan buru-buru bertobat. Minggu depan segera pasang lagi. Nah, kalo hoki ya untung. Jangan jumawa, entar banyak yang minta traktir di warung kopi. Modal cepat habis dong. Heu heu heu…!

Lagi kata bang Togel, apes dan hoki jaraknya beda tipis kayak lingerie bininye. Ada kain pembatas yang jelas, tapi bisa diterawang! Makanya jangan nafsu amat. Takkan lari anu dikejar! Heu heu…

Kaum bijak cendikia yang rasionalis bilang hidup butuh perjuangan. Jangan hanya berpangku tangan. Jangan cuma sibuk berdoa menunggu takdir tanpa kerja…kerja…kerja!

Nah! Bang Togel itu ambil dua-duanya. Bang Togel “penjudi” kehidupan yang bijak. Tak cuma mengandalkan wangsit dan mimpi dapatkan nomor bagus, tapi mesti berbekal setumpuk coretan nomor yang pernah keluar dan belum keluar untuk diutak-atik dan bikin strategi dan prediksi. Berjudi secara bijak itu butuh perhitungan. Kalo tidak, maka tergolong penjudi konyol. Mirip orang yang cuma berdoa tanpa usaha di dunia nyata. #Eeeeh…

Kini sebagai manusia politik AHY terus menjaga “suhu kamar” politiknya. Dia singkirkan rasa malu menjambangi orang-orang politis yang berada di klasmen atas kompetisi politik. Dia buang sifat “mutungan” atas segala cibiran publik yang tertuju pada setiap langkahnya. Dia pun bisa bersikap santai ketika didera ┬ákegagalan (pilgub DKI lalu). Intinya, dalam “suhu kamar” adalah jaga dan ciptakan setiap langkah positifnya bisa menjadi perhatian publik negeri ini.

Baca Juga:  "Poros Alternatif" dengan Capres AHY Akan Sulit Terwujud, Mengapa?

Dalam dokrin tempur militer, mempertahankan tiap inci langkah dan maju merebut setiap jengkal tanah adalah modal yang kini dia terapkan di ruang politik. Dalam ilmu dagang, margin keuntungan tak perlu besar namun kontinyu dan harus dari banyak varian produk jualan.

AHY bertemu Jokowi untuk mengantar undangan dan kemudian diminta Jokowi mendampingi saat pukul gong merupakan margin keuntungan kecil yang AHY dapatkan dalam waktu singkat. Namun itu semua itu merupakan strategi marketing diri yang dahsyat mengingat Jokowi kini adalah magnet nomor di negeri ini.

Satu lagi, AHY menyertainya dengan pidato memukau tanpa teks di depan publik Demokrat yang diliput dunia pers.

Lengkap sudah, kata bang Togel ; “Gus, masuk barang tuh!”

Tapi jangan lupa traktir pak Jokowi dengan menggiring suara untuk beliau pada Pilpres 2019, ya mas Agus yang ganteng. Ingat, cuma traktir Jokowi, biar modal nggak abis.

Celeguk!

***

Editor: Pepih Nugraha