Gaya

“Yowis Ben”, Film Box Office Berbahasa Jawa Pertama di Indonesia

Film "Yowis Ben" mengambil tema romantisme remaja SMA kekinian dengan unsur komedi yang begitu natural dan khas Jawa Timuran, dengan percakapan bahasa Jawa.

Berawal dari Membuat  Video-video di Situs Media Sosial Youtube, Bayu Eko Moektito atau yang lebih dikenal Bayu Skak akhirnya membuktikan kemampuannya dalam menggarap sebuah karya Film Box Office sebagai co-director bersama Fajar Nugros bernama Yowis Ben.

Film Yowis Ben mengambil tema Romantisme Remaja SMA kekinian dengan unsur komedi yang begitu natural dan khas Jawa Timuran, hal ini karena komposisi dialog pada film ini didominasi oleh 90 % lebih Bahasa Jawa, dan sisanya adalah Bahasa Indonesia.

Namun meskipun film ini hampir keseluruhan menggunakan dialek bahasa Jawa,  Bayu Skak memberikan Subtitle/ terjemahan berbahasa Indonesia, sehingga memudahkan para penikmat filmnya yang tidak mengerti bahasa Jawa, bisa memahami jalan cerita filmnya. Simak Official Trailer Film Yowis Ben.

Hal ini tentu menarik perhatian saya sebagai sesama orang Jawa, sebelum menulis Blog ini, saya sendiri sudah menonton film Yowis Ben ini sebanyak tiga kali bersama teman-teman saya, utamanya bukan semata-mata karena sayanya yang juga orang Jawa seperti halnya Bayu Skak, tidak, tapi saya ingin memastikan apresiasi saya untuk Bayu Skak memang tidak salah dan tidak serampangan, karena Youtuber asal Kota Malang ini sebelumnya terbiasa menggarap video-video komedi di channel Youtubenya.

Selain daripada itu, Bayu Skak juga pernah terlibat sebagai pemain dalam beberapa judul film seperti Marmut Merah Jambu (2014) , Check in Bangkok (2015), Relationshit (2015), Hangout (2016), InsyaAllah Sah (2017) sedangkan di Film Yowis Ben ini Bayu Skak mengambil peran sebagai pemain utama di samping dirinya juga menjadi Co-Director skaligus pengarang dan penulis cerita.

Dalam tulisan ini, saya juga tidak akan membahas bagaimana jalan cerita film Yowis Ben (Sinopsis Film Yowis Ben) , mengingat saat tulisan ini saya buat, film Yowis Ben masih di putar di beberapa bioskop, khawatir nanti malah jadi spolier. Menurut saya, film ini sangat layak untuk di tonton, khususnya buat orang Jawa, saya sangat menikmati jalan cerita film ini, meskipun menurut saya cerita percintaan anak muda terlalu standard dan pasaran.Akan tetapi, Fajar Nugros bersama Bayu Skak, terbilang sukses mengemas film ini dengan suasana khas jawa timuran.

Bagaimana tidak, Bayu Skak juga melibatkan icon atau tokoh kesenian ludruk Jawa Timuran seperti Cak Kartolo dan Cak Sapari  di beberapa scene, lalu latar belakang kota Malang juga menjadi pelengkap cerita, seperti alun-alun Malang, musiem Angkut di Batu Malang, Kampung Warna-warni, Gereja Hati Kudus.

Baca Juga:  "The Shapes of Water", Romansa Monster dan Perempuan Bisu

Saya sangat suka dengan dialek Jawa yang sangat medok dan kental dan bisa diperankan dengan baik oleh beberapa actor pemeran yang tidak memiliki background Jawa, seperti komikus Arif Didu, Yudha Keling, lalu ada aktor dan juga Putra dari Ferry Salim, yakni Brandon Salim yang juga cukup menjiwai atau faseh dalam berdialek Jawa Timuran.

Yang membuat saya semakin ngakak dan sampai saya nulis ini masih terbayang adalah, ada beberapa istilah istilah jawa yang umum sekali diucapkan, seperti kata-kata “jancuk”, “jangkrik”, “lambe”, “tilis”, “tahes” dan lain lainnya, Bikin kangen kampung halaman saja.

Sepanjang Film ini di putar, saya dibuat banyak tertawa ngakak dan terpingkal, saya dan beberapa teman saya yang juga orang Jawa, sampai “Misuh misuh” sendiri terbawa dengan dialog dalam film. Saya juga menyukai acting Bayu Skak yang sangatlah total, berhasil memerankan figure Pecel Boys (anak sekolah penjual pecel) yang medok njawani dan ndeso, lalu tingkah Si Tukang Becak “Kamidi” yang di perankan oleh Erick Estrada yang juga sangat total dan cirikhas Jawa Timuran yang kental, secara keseluruhan saya suka dengan semua peran yang ada.

Yang membuat saya semakin ngakak dan sampai saya nulis ini masih terbayang adalah, ada beberapa istilah istilah jawa yang umum sekali diucapkan, seperti kata-kata Jancuk, Jangkrik, Lambe, tilis, tahes dan lain lainnya

Kemeriahan film ini juga semakin semarak dengan kualias pengambilan gambar, komposisi perwarnaan (colour grading) besutan Youtuber @goenrock , lalu perpaduan serta tata suara/sound yang bagus menambah Kesan WAH pada film ini, terlebih saat beberapa scene di mana Bayu Skak bersama Band-nya yang bernama Yowis Ben Perfomance, terhitung ada kurang lebih lima lagu berbahasa Jawa yang secara utuh ditampilkan di film ini.

Hal ini membuat film Yowis ben terasa begitu meriah terlebih pada saat adegan Yowis Ben tampil dalam sebuah pertunjukkan/festival band, sebagai penonton saya merasa seperti ikut serta dalam festival band tersebut, Luaaarrr Bioskoppppp kalau kata Ria Ricis, Youtuber Berhijab yang dalam film tersebut berperan sebagai MC/Host festival band.

Baca Juga:  Film Da'wah Menurut Motinggo Boosje

Antusiasme positif masyarakat terhadap film Yowis Ben ini memberikan Justfikasi bahwa Film Nasional dengan nuansa kedaerahan/budaya lokal masih sangatlah menarik minat berbagai kalangan, hal ini tentu bukan tidak mungkin akan semakin menggerakkan para pegiat seni lainnya untuk berani membuat film Box Office/Layar Lebar dengan komposisi/muatan lokal yang lebih dominan.

Terbukti Bahwa Bayu Skak yang sebelumnya lebih senang disebut sebagai Konten Kreator pembuat video video Komedi di Youtube, kini dirinya dinilai cukup berhasil membuat karya di level yang lebih tinggi melalui Film Yowis Ben.

Di Linimasa dunia maya, netizen memberikan banyak kesan positif dengan dengan dominasi komentar-komentar yang rata-rata sangat antusias dengan film Yowis Ben. Para Penonton yang sudah menonton pun hampir secara keseluruhan puas dengan Film Yowis Ben,  bahkan Situs IMDB memberikan Ratting diangka 9.8/10 pada film yang di Produseri oleh Chand Parwez dari Starvision Plus ini.

Menurut pantauan penulis pribadi bedasarkan IG Story akun pribadi Bayu Skak (@moektito) sampai dengan tulisan ini saya publish, jumlah penonton film Yowis Ben sudah mencapai angka 733.438 penonton,  dengan jatah di bawah 100 layar bioskop di seluruh Indonesia.

Angka di atas 500 ribu menurut saya pribadi merupakan capaian yang luar biasa, akun Twitter pemerhati Film-Film layar lebar @bicaraboxoffice memberikan komentarnya. Andai saja Yowis Ben mendapat jatah layar lebih banyak, bukan tidak mungkin, capaian 1 Juta penonton tidaklah terlalu sulit untuk didapat.

Akun @bicaraboxoffice juga mendapat keluhan berupa mention dari para followersnya, bahwa beberapa netizen mengaku kesulitan saat akan menonton film Yowis Ben karena pilihan layar/bioskop yang sangat terbatas, bisa jadi Yowis Ben harus berebut layar dengan film-film Tanah Air lainnya maupun film-film pabrikan luar negeri yang di waktu bersamaan juga sedang tayang, namun hal tersebut rupanya tak menurunkan optimisme netizen yang terlanjur Excited dengan Film Yowis Ben bahwa film ini akan tembus di angka 1 juta penonton.

Tentu hal ini pasti di amin-kan oleh Bayu Skak si Pemilik Film, Mugo mugo Tembus Sakyuto Rekkk, Aamiiin !!!

***

Editor: Pepih Nugraha