Romansa

Hari Kasih Sayang, Jangan Terbelenggu Urusan Mabuk Kepayang

Valentine's Day, Hari Valentin, Asmara, Cinta, Headline
Ilustrasi Hari Valentin (Foto: joyjunction.org)
Hari Kasih Sayang hendaknya jangan dipersempitkan hanya kepada urusan cinta-cintaan dan mabuk asmara, lebih dari sekadar itu, yaitu cinta universal.

Walaupun pengertian tentang :”kasih sayang ” ini dimaknai secara berbeda oleh setiap orang. Perbedaan dalam memaknai arti kasih sayang ini disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain:

  • beda keyakinan
  • beda pengalaman
  • beda lingkungan
  • beda latar belakang pendidiikan

Karena itu,bila kita tanyakan kepada orang,tentang apa arti kasih sayang bagi drinya,tentu akan mendapatkan jawaban yang berbeda. Namun ada satu kesamaan adalah bahwa: “kasih sayang ” tersebut adalah gambaran hasrat hati manusia untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan dalam hidupnya.

Seperti kata pribahasa dalam bahasa Inggris: “The most important thing in life is love and be loved” Bahwa yang ┬áterpening dalam hidup ini adalah mencintai dan dicintai. Karena hidup tanpa cinta kasih akan terasa tawar dan gersang. Dengan uang, orang bisa membeli kesenangan sesaat.

Memilih wanita cantik, untuk mendampinginya menikmati santap malam di restoran mewah, atau minum meneguk miniman keras hingga mabuk mabukan. Namun hal ini hanyalah sebuah kesenangan sesaat, sedangkan kasih sayang yang sejati tidak dapat dibeli dengan harga berapapun.

Kasih sayang yang bersandar pada moral

Setiap insan memiliki karsa yang berhubungan erat dengan pesan pesan moral yang hidup didalam dirinya Karsa yang berhubungan dengan rasio dan rasa serta memiliki nilai nilai luhur dalam menyampaikan rasa kasih sayang. Bahwa kasih sayang tidak sama dengan nafsu untuk memiliki. Melainkan kehendak hati untuk membahagiakan orang yang dicintai.

Sebaliknya keinginan hati yang menuntut pemuasan diri,dari orang yang dicintai,sesungguhnya bukanlah merupakan makna dari “kasih sayang “yang sesungguhnya.

Merayakan Hari Kasih Sayang dengan hura-hura justru bertolak belakang dengan makna dari kasih sayang itu sendiri. Karena hura-hura hanyalah tindakan untuk memuaskan hasrat hati yang bersifat murah dan rendah, Sebaliknya, kasih sayang justru menjunjung tinggi harkat dan kemuliaan manusia sebagai insan yang dikarunia akal dan budi.

Baca Juga:  Wiranto Inisiatif, KPK Tunda Penetapan Tersangka Calon Kepala Daerah?

Penghargaan di Hari Valentine

Bukan karena kepiawaian kami dalam seni dan pasti juga bukan karena prestasi yang kami kedepankan. Tapi semata karena kami dinilai telah mampu mempertahankan thesis :” Kasih Sayang” selama lebih dari setengah abad. Kata pembawa acara Valentine’s Day pada waktu itu adalah bahwa jauh lebih mudah mempertahankan thesis untuk mencapai gelar doktor ketimbang mempertahankan thesis: ” kasih sayang ” selama lebih dari setengah abad”

Happy Valentine’s Day!

***

Editor: Pepih Nugraha