Sketsa

STARRY’S STORY (1): Takut Hujan

Starry, Kucing, Kehidupan, Headline
Starry (Foto: Pepih Nugraha)
Starry pun menangis tatkala ia berpindah kepemilikan, dari pemilik lama ke pemilik baru. Ia menangis dalam kendaraan yang membawanya berlabuh ke rumah baru.

Kemarin siang tiba-tiba hujan turun bagai tertumpah dari langit, lebih dahsyat dari sekadar air yang tercurah dari cangkir raksasa water boom. Hujan yang bagai menjelma butiran es itu menimpa genteng rumah, juga membentur penutup tampias fiber. Suaranya berisik dan bahkan mengagetkan.

Saya sedang “flow” menulis dan biasanya tidak terganggu sedikitpun oleh hal-hal yang menggemparkan macam bunyi hujan menimpa genting itu. Saya biasa terganggu kalau tiba-tiba ada kopi ngepul di depan dengan aroma yang khasnya. Saya biasa beralih untuk sekadar mengendus-endus aroma kopi sebelum mencicipnya.

Tetapi yang mengejutkan saya adalah sebuah benda terbang yang terjun dari ketinggian loteng di rumah. Bukan UFO milik alien atau piring terbang yang melayang akibat pertengkaran keluarga, tetapi tubuh seekor kucing yang tiba-tiba terlempar dari ketinggian loteng dan menimpa lantai tidak jauh dari kaki saya.

Beberapa kali saya melihat kuntilanak sampai pocong, tapi untuk benda yang jatuh dari loteng ini kaget bukan kepalang.

Konsentrasi buyar dan saya terkaget-kaget sendiri melihat benda yang jatuh dari ketinggian itu seekor kucing turunan Persia. Starry namanya, nama yang saya berikan padanya. Kata pemilik lama, ia lahir September 2017, sekarang sedang lincah-lincahnya.

Baca Juga:  Soulmate

Tetapi, dia takut oleh suara hujan yang seperti mengancam, berdentam-dentam, sampai dia tidak memikirkan lagi apakah jatuh dari ketinggian tiga meter itu bikin sakit atau tidak. Baginya, yang penting terhindar dari suara menyeramkan yang mengancam itu.

Syukurlah, naluri kucing memang di mana-mana sama, yang pertama kali menyentuh lantai saat terjatuh adalah kakinya, bukan badan apalagi kepalanya. Setelah mendarat sempurna, Starry menghampiri kaki saya seperti minta perlindungan, sebuah prilaku yang biasanya dilakukan saat dia minta makan.

Saya gendong dan usap-usap sambil berbisik yang kalau diterjemahkan dalam bahasa kucing maknanya begini, “Ga perlu takut ya, Starry, itu cuma suara hujan, biar kamu tidak takut lagi nanti kamu aku ajak hujan-hujanan, biar tahu apa itu hujan.”

Demikian Starry’s story kali ini….

***
09022018