Gaya

Sejarah Catur Dunia (9): Siegbert Tarrasch, Dokter Yang Pecatur

Sejarah, Catur, Siegbert Tarrasch, Headline
Seigbert Tarrasch (Foto: tabladeflandes.com)
Siegbert Tarrasch memberikan sumbangan bagi teori pembukaan atas penelitiannya terhadap suatu sistem pembelaan yang khas gaya Tarrasch: Pembelaan Tarrasch.

Selain Lasker tokoh muda lain yang muncul pada dekade terakhir abad XIX adalah Dr. Siegbert Tarrasch, lahir tahun 1862 dan juga seorang Yahudi Jerman seperti Lasker. Ia adalah seorang dokter yang lebih banyak bermain catur daripada berpraktik sebagai dokter.

Tarrasch adalah seorang pemain yang sangat kuat, bahkan ia adalah pemain yang paling berhasil di dalam turnamen-turnamen pada tahun-tahun 1890-1910, lebih daripada Lasker. Dalam dwilomba-dwilomba Tarrasch berhasil mengalahkan Frank Marshall dan Jacques Mieses, seri dengan Mikhail Chigorin dan Karl Schlechter, dan hanya kalah dari Emanuel Lasker.

Selain itu Tarrasch juga dikenal sebagai ahli teori catur. Setelah kematian Steinitz, Tarrasch menggantikan posisinya sebagai ahli teori terbesar. Tarrasch memperjelas teori-teori Steinitz dan menyempurnakannya menjadi suatu sistem yang lengkap. Di tangannya teori catur modern (sekarang disebut teori catur klasik) menjadi lengkap dan sempurna (?) dan ia menuangkan semuanya dalam buku-bukunya antara lainĀ Das Schachspiel (di dalam buku ini pula terdapat ucapannya yang terkenal: ‘Seperti musik, seperti cinta, catur dapat membuat orang bahagia’).

Teori-teorinya itu nyata dalam permainan Tarrasch, penguasaan pusat papan, disusul keunggulan posisional, dan diikuti oleh serangan yang menentukan. Dalam memanfaatkan keunggulan ruang atau penggunaan perwira aktif Tarrasch boleh dibilang tanpa tanding, partai Tarrasch-Marco, Vienna 1898 telah menjadi contoh standar tentang bagaimana memanfaatkan keunggulan ruang.

Selain itu Tarrasch juga memberikan sumbangan bagi teori pembukaan atas penelitiannya terhadap suatu sistem pembelaan yang khas gaya Tarrasch: Pembelaan Tarrasch dalam Gambit Menteri Ditolak (1.d4 d5 2. c4 e6 3.Kc3 c5) dan Variasi Tarrasch dalam Pembelaan Perancis (1.e4 e6 2.d4 d5 3.Kc2).

Kemenangan-kemenangan yang diperoleh Tarrasch dalam turnamen-turnamen antara lain adalah di Breslau 1889, Manchester 1890, Dresden 1892, Leipzig 1894, Vienna 1898, Monte Carlo 1903, dan Ostende 1907. Bandingkan dengan prestasi Lasker: dalam perioda yang sama turnamen besar yang dimenangkan oleh Lasker hanyalah turnamen di St. Petersburg 1895 dan London 1899.

Pada tahun 1895 diadakanlah suatu turnamen internasional di Hastings, Inggris. Turnamen yang diadakan sekitar Hari Natal ini kemudian menjadi suatu turnamen tradisional yang diadakan setiap tahun hingga saat ini. Pada turnamen Hastings yang pertama inilah muncul seorang pecatur kuat yang baru: Harry Nelson Pillsbury dari Amerika Serikat.

Turnamen Hastings ini adalah turnamen internasionalnya yang pertama, namun secara mengejutkan ia berhasil keluar sebagai juara, mengungguli Lasker, Tarrasch, Chigorin, dan Steinitz. Sejak turnamen ini Pillsbury menjadi salah satu pecatur terkuat di dunia yang meraih sukses di berbagai turnamen.

Baca Juga:  Manekin Kebablasan

Tetapi sayang ia tidak berhasil memperoleh kesempatan untuk menantang juara dunia, karena pada tahun 1906 secara tiba-tiba ia meninggal dunia. Pillsbury juga dikenal sebagai salah seorang tokoh catur yang membantu memulihkan popularitas Pembukaan Gambit Menteri di suatu masa di mana pembukaan 1.e4 e5 merajai dunia catur.

Setelah Lasker merebut gelar juara dunia dari tangan Steinitz timbullah perdebatan-perdebatan panjang mengenai gelar juara dunia itu dan dwilomba kejuaraan dunia. Dr. Tarrasch menciptakan suatu gelar baru bagi dirinya, yaitu gelar grandmaster, dan ia banyak mendapat dukungan.

Setelah hampir 10 tahun sejak dwilombanya terakhirnya lawan Steinitz, barulah suatu dwilomba kejuaraan dunia disetujui. Lawannya adalah juara Amerika Serikat, Frank Marshall. Marshall mulai memasuki barisan pecatur elite dunia setelah ia menjuarai turnamen di Cambridge Springs pada tahun 1904, mengungguli Lasker dan Pillsbury. Sejak itu Marshall dapat bertahan lama sekali sebagai salah satu pecatur top dunia.

Di Amerika Serikat ia disebut juara abadi, karena ia dapat bertahan menjadi juara Amerika Serikat sampai tahun 1936. Sikap agresif, bakat berkombinasi, dan imajinasi yang mewarnai permainan Marshall menyebabkan ia menghasilkan partai-partai yang indah untuk disaksikan.

Partainya yang paling terkenal adalah partai Lewitzky – Marshall, Breslau 1912, dimana Marshall menutup partai itu dengan sebuah pengorbanan Menteri yang mengejutkan.

***

Editor: Pepih Nugraha

Tulisan sebelumnya:

Sejarah Catur Dunia (8): Abad 19 ke Abad 20, Emanuel Lasker Perkasa