Wacana

Jokowi Mulai Beraksi, Benarkah Yang Disasar Fadli Zon?

Fadli Zon, Utang, Joko Widodo, Pemerintah, Headline
Fadli Zon (Foto: Beritagar.id)
Minim prestasi dan hanya bermodal mulut besar, politisi Senayan ini kerap mengkritik Jokowi secara tak berimbang, tak ada hal baik dari Jokowi di matanya.

Kalau statement itu benar adanya dari Presiden RI Joko Widodo atas komentar-komentar FZ tentang utang Indonesia, maka kita makin disadarkan bahwa makin tidak ada gunanya keberadaan lembaga DPR dan DPRD ini.

Predikat lembaga terkorup tahun 2016 mungkin masih juga pada 2017 adalah cermin buruk lembaga yang cuma memalak uang negara, padahal rakyat membayar pajak dari mulai makan diwarung sampai retribusi jual sayur di pasar-pasar becek di pinggir desa.

Mulut nyinyir tak bermutu yang selalu keluar dari dua kelelawar FZ dan FH di Senayan seperti orang sakit ayan. Benar kata Presiden bahwa ratusan triliun uang menguap cuma ngasi makan manusia-manusia murah bak sampah. Kita tidak ada ukuran yang pasti dari output mereka yang cuma tebar pesona tanpa bisa kerja. Semua pekerjaan pemerintah tidak pernah baik di mata mereka.

Baca Juga:  Selfie Bersama Trump, Terbukti Penciuman Politik Fadli dan Setya Tajam

Politikus yang dekat dengan PS ini sangat setia kepada majikannya, semua perilaku tuannya selalu baik di pelupuk matanya, dan semua karya orang lain selalu jelek di sudut pandangnya, sama dengan jeleknya perasaan hatinya.

Bagaimana dia menjual tuannya mau mengambil simpati orang-orang seperti kita kalau setiap hari cuma rasa iri dan benci yang mereka produksi.

Bagaimana negara mau diurus kelas manusia celaka seperti mereka kalau sebagai manusia saja tidak menunjukkan sedikit saja akal budinya, Indonesia bisa celaka.

Statement Presiden ini harus direspon rakyat bahwa ada lembaga negara yang menghisap ratusan triliun uang negara cuma dipakai poya-poya, apakah kita masih perlu mereka ada di sana, sepertinya tidak ada gunanya.

Pemilih cerdas atau tidak sulit bisa mendapatkan pilihan yang berguna karena mereka nyaris sama semua. Kerjanya mencela, kebanyakan gaya padahal akhlaknya tidak baik.

Indonesia ngasi makan orang celaka dan tak berguna.

***

Editor: Pepih Nugraha