Gaya

Sejarah Catur Dunia (8): Abad 19 ke Abad 20, Emanuel Lasker Perkasa

Sejarah, Catur, Permainan, Headline, Emanuel Lasker
Emanuel Lasker (Foto: Youtube)
Emanuel Lasker terlalu perkasa buat Wilhelm Steinitz, namun saat dwitarung usia keduanya terpaut sangat jauh. Lasker juara dunia setelah Steinitz.

Demikianlah, Wilhelm Steinitz yang telah mulai tua dapat memukul mundur semua lawan-lawannya. Tetapi penantangnya yang berikut berasal dari generasi muda yang masih penuh dengan semangat dan ambisi. Penantangnya itu adalah Emanuel Lasker.

Lasker dilahirkan di Berlinchen, Jerman, pada tahun 1868 dalam keluarga keturunan Yahudi. Sebagai pemain catur ia meniti karir di Eropa, turnamen internasionalnya yang pertama adalah di Amsterdam pada tahun 1889 ketika ia berusia 21 tahun. Pada tahun berikutnya ia pindah ke Amerika Serikat menyusul Steinitz.

Lasker menunjukkan bahwa ia layak menantang juara dunia setelah ia mengalahkan Joseph Blackburne dan Jacques Mieses dalam dwilomba. Dwilomba kejuaraan dunianya dengan Steinitz dilaksanakan pada tahun 1894 di tiga kota: New York, Philadelphia, dan Montreal. Pada saat itu Steinitz telah berusia 58 tahun sedangkan Lasker baru berusia 25 tahun. Pemenang dwilomba adalah ia yang berhasil meraih 10 kemenangan.

Pada mulanya dwilomba itu berjalan seimbang, setelah 6 partai kedudukan adalah 2-2. Namun sejak partai ke-7 tiba-tiba Lasker menang 5 partai berturut-turut, dan akhirnya menyudahi perlawanan Steinitz setelah bermain 19 partai. Kedudukan akhir adalah Lasker 10, Steinitz 5, dengan 4 partai remis.

Dengan demikian Lasker menjadi juara dunia yang kedua. Steinitz akhirnya dapat diturunkan dari tahtanya, setelah menjadi juara dunia selama 8 tahun (sejak 1886) dan menjadi pemain nomor satu dunia selama 28 tahun! (sejak 1866).

Steinitz vs Lasker
Steinitz vs Lasker

Namun Steinitz belum puas dengan hasil dwilomba itu dan ia menuntut dwilomba ulang. Ia tidak ingin dwilomba ulang itu diadakan di Amerika Serikat karena publik di sana jelas mendukung Lasker. Karena itu dwilomba diadakan di Moskow pada November 1896 sampai Januari 1897. Ketentuan dwilomba sama seperti dwilomba yang sebelumnya. Namun faktor usia tampaknya menentukan; Lasker memenangkan 4 partai pertamanya dan menyelesaikan dwilomba pada partai ke-17 dengan skor 10-2, dengan 5 partai remis.

Dengan kekalahannya ini Steinitz mengakui bahwa ia bukan lagi pecatur terkuat di dunia. Walaupun begitu kecermerlangannya sebagai pemain catur tidak menjadi pudar. Salah satu partainya yang paling terkenal, dan juga merupakan salah satu kombinasi yang paling terkenal dimainkannya di tahun 1895 di turnamen Hastings. Partainya melawan von Bardeleben itu mengandung kombinasi sepanjang 10 langkah yang sangat menarik karena sepanjang kombinasi itu lawan memiliki ancaman mat 1 langkah.

Seperti dikatakan Steinitz sendiri: “Saya memang seekor singa tua, namun saya masih dapat menggigit tangan seseorang bila ia menaruhnya di mulut saya.” Steinitz masih bermain sampai tahun 1899 dan meninggal pada tahun 1900 di Pulau Wards, New York.

Sebagai seorang manusia Emanuel Lasker dapat dikatakan sebagai seorang jenius. Ia tidak hanya cemerlang dalam bidang catur, tetapi juga dalam bidang-bidang filsafat, matematika, dan sastra. Pada tahun 1902 ia memperoleh gelar doktor matematika untuk penelitiannya tentang sistem aljabar abstrak. Dan kemudian ia memperoleh kedudukan profesor dalam bidang filsafat.

Lasker memandang catur dari sudut filsafat dan itulah yang mempengaruhi gaya permainannya. Dalam catur Lasker adalah seorang pejuang sejati, yang sanggup bermain ‘sampai titik darah yang terakhir’. Unsur ‘perjuangan di atas papan’ inilah (yang juga terdapat dalam partai-partai Alekhine dan Fischer) yang membuat partai-partainya sangat menarik.

Selain itu ia juga disebut sebagai psikolog catur terbesar karena unsur psikologi juga sangat lekat dalam permainannya. Dalam banyak partainya ia mendapat posisi yang buruk, namun ia dapat memenangkan partai itu. Dikatakan orang bahwa Lasker adalah pemain yang paling banyak menang dalam posisi-posisi kalah!

Sering kali ia tidak menjalankan langkah terbaik dalam suatu posisi, tetapi menjalankan langkah yang dapat membuat lawan menjadi lengah atau suatu langkah yang membuat tipe permainan yang tidak disukai oleh lawan. Tentang permainan catur Lasker menulis buku yang berjudul Lasker’s Chess Manual yang diterbitkan pada tahun 1925.

(BERSAMBUNG)

Baca Juga:  Menikmati Keindahan Keberagamanan dalam Warna-warni Jodipan

Editor: Pepih Nugraha

***

Tulisan sebelumnya:

Sejarah Catur Dunia (7): Akhir Abad XIX Steinitz Juara Dunia