Aksara

Binatangisme (1), Ideologi “Tujuh Pedoman Utama” Bangsa Hewan

Buku, Animal farm, Binatingisme, Mahbub Djunaidi, George Orwell, Headlie
Buku "Animal Farm" karya George Orwell (Foto: Bukalapak.com)
Banyak penulis mengalihbahasakan buku karya George Orwell "Animal Farm" ke dalam bahasa Indonesia, selain Bakdi Soemanto, juga Mahbub Djunaidi.

Buku Animal Farm karya Goeorge Orwell, penulis kesohor asal Inggris, menjadi semakin tajam satirnya dan enak dibaca berkat terjemahan pendekar pena asal Betawi, Mahbub Djunaidi. Berikut ringkasannya;

Pemberontakan para binatang peliharaan itu dimulai dari peternakan Manor milik tuan Jones si pemabuk. Bermula dari seruan revolusi Major, seekor babi senior yang punya obsesi revolusi total terhadap mahluk berkaki dua dan tak bersayap, tentu saja yang dimaksud manusia yang selama ini mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari bintanag peliharaan, dan mengembalikan keuntungan sedikit bagi para binatang, padahal binatang diperas sampai akar-akarnya. Simak saja penggalan pidato Major si babi senior jelang ajalnya.

“Ada sedikit lagi tambahanku. Camkan betul-betul, jangan sampai lengah. Peliharalah terus kebencian kalian kepada bangsa manusia dan semua sikap-sikapnya. Apa saja yang berjalan di atas dua kaki, itu musuh kita. Apa saja yang berjalan di atas empat kaki atau bersayap, itu sahabat kita. Dan ingat, dalam perkelahian melawan bangsa manusia, jangan sekali-sekali kalian meniru mereka. Bahkan, bilamana kalian sudah bisa menaklukan mereka, jangan ambil oper kebejatan akhlak mereka. “

Baca Juga:  Historia Docet! Jurnalisme Sejarah Yang Terabaikan

“Binatang tidak boleh tinggal di suatu rumah. Tidak boleh tidur di tempat tidur. Jangan pakai busana. Jangan minum alkohol. Jangan merokok tembakau. Jangan sentuh uang. Jangan berdagang. Semua kebiasaan bangsa manusia itu jahat! Dan, aku pesan wanti-wanti, jangan ada binatang yang jadi tiran atas binatang lain. Kuat atau lemah, cerdik atau dungu, kita semua bersaudara. Tak boleh binatang membunuh sesama binatang. Semua binatang sama derajat!”

Pesan babi Major yang revolusioner itu sepeninggalannya dirumuskan oleh para babi kader menjadi ideologi binatangisme. Diringkas menjadi tujuh pedoman di bawah judul “Tujuh Pedoman Utama”.

TUJUH PEDOMAN UTAMA
1. Apa saja yang berjalan di atas dua kaki itu musuh
2. Apa saja yang berjalan di atas 4 kaki atau sayap itu sahabat
3. Semua binatang tak boleh pakai busana
4. Semua binatang tak boleh tidur di tempat tidur
5. Semua binatang tak boleh minum alkohol
6. Binatang tidak boleh membunuh sesama binatang
7. Semua binatang berderajat sama

Tujuh pedoman itu ditulis dengan huruf besar di dinding kandang utama. Tidak semua binatang punya kecerdasan membaca. Kuda hanya bisa membaca beberapa huruf. Ada juga yang bisa membaca beberapa huruf menyangkut namanya saja. Ada juga yang bisa membaca, tapi sulit menghafal.

Di antara para binatang , hanya para babi yang pandai membaca dan mereka pula yang giat malaksanakan penataran pedoman tujuh itu. Hingga akhirnya seluruh binatang mampu menghafalnya di luar kepala, walaupun ada juga yang sering lupa.

Di samping idiologi binatangisme ada lagi idiologi tertutup yang dibawa oleh Moses, burung gagak kesayangan tuan Jones. Para babi berusaha membendung idologi yang diusung oleh Moses si peramal masa depan itu. Moses pembicara yang handal saat menyiarkan idologinya . Itulah yang membuat para babi mengerahkan segenap kepandiannya beretorika menghadapi Moses.

Moses kerap berceramah akan ada kehidupan lain setelah para binatang mati. Kehidupan yang kekal di “Gunung Permen”. Tempatnya di langit tak jauh dari awan. Di gunung permen tanaman tumbuh sepanjang tahun, gula serta biskuit tumbuh di perdu-perdu.

Baca Juga:  Buku Gunungkidulan Yang Ajaib dan Paradoks Dwi Hartanto

Para binatang sebenarnya kesal dengan Moses. Di samping dia menjadi intel tuan Jones, Moses kerjanya cuma nangkring tapi dapat jatah makan lebih banyak. Namun ceramah soal gunung permen, sebagian binatang percaya, mungkin karena kepandaian Moses berkisah. Babi kader utama mati-matian meyakinkan bahwa gunung permen cuma omong kosong. Moses kan belum pernah mati, jadi tahu dari mana ada negeri kekal di balik awan?

Revolusi datang lebih cepat dari yang direncanakan. Seperti lazimnya revolusi, dimuali dari perut lapar. Tuan Jones hari itu seharian kerjanya mabuk di bar. Para pekerja peternakan Manor malas-malasan. Penghuni peternakan sehari semalam tidak dapat jatah makan.

Dipimpin oleh para babi kader utama, para binatang yang lapar itu mengamuk. Dalam pertempuran yang akhirnya diberi nama “Pertempuran kandang sapi” itu tuan Jones dan para pekerja lari tunggang langgang tanpa sempat menoleh ke belakang. Moses, burung gagak si peramal masa depan juga ikut kabur membawa ideologi tertutup dan cerita soal gunung permennya.

Kemenangan yang gemilang itu disambut dengan gegap gempita. Nama peternakan Manor diganti menjadi peternakan Binatang (animal farm) segala urusan mengenai peralihan kekuasaan ditangani oleh dua babi kader utama
Snowball, babi yang cerdas pekerja keras. Napoleon, babi yang selalu berpikir politis dan ambisius. Dibantu oleh dua pahlawan “perang kandang sapi” dua ekor kuda penarik kereta, Boxer dan Clover.

Revolusi itu juga disebarkan oleh burung-burung ke peternakan lain. Para pemlik peternakan kebingungan tiba-tiba perilaku binatang piarannya jadi aneh, suka mengamuk tanpa sebab.

Di bawah kepimpinan babi kader utama, Snowball dan Napoleon peternakan Binatang menjadi makmur gemah ripah loh jinawi. Seminggu sekali ada pertemuan untuk mebahas rencana kerja berdasarkan semangat idologi binatangisme.

(BERSAMBUNG)

***