Gaya

Sejarah Catur Dunia (6): Steinitz, Lahirnya Teori Catur Modern

Catur, Permainan, Sejarah, Headline, Wilhelm Steinitz
Wilhelm Steinitz (Foto: Youtube)
Kunci teori Steinitz; dalam permainan keseimbangan posisional harus diubah menjadi keuntungan posisional yang kemudian diubah menjadi keunggulan posisional.

Setelah Paul Morphy mundur dari dunia catur maka Anderssen adalah pemain catur yang terkuat. Anderssen masih memainkan beberapa dwilomba lagi. Dwilombanya pada tahun 1861 adalah pertandingan catur pertama yang menggunakan pembatasan waktu berpikir. Pada tahun berikutnya (1862) ia mengalahkan Louis Paulsen dalam suatu dwilomba di London. Namun pada tahun 1866 ia dikalahkan oleh Wilhelm Steinitz.

Wilhelm Steinitz dilahirkan di Praha, ketika itu bagian dari Kekaisaran Austria, pada tahun 1836. Pada tahun 1858 ia pindah ke Vienna untuk menuntut ilmu di Institut Politeknik Vienna. Di sanalah ia mulai memperlihatkan bakat besarnya dalam permainan catur. Mula-mula ia bermain di kedai-kedai kopi kemudian turut juga dalam turnamen-turnamen. Dengan cepat ia menjadi pemain terkuat di Vienna, ketika ia memenangkan kejuaraan Klub Catur Vienna pada musim dingin 1861/62 dengan angka 30 dari 31 partai!

Hadiah kejuaraan itu adalah berupa undangan untuk suatu turnamen internasional di London lengkap dengan biaya perjalanan, penginapan, dan konsumsi. Dalam turnamen yang dijuarai oleh Anderssen itu Steinitz hanya menduduki urutan ke-6 dari 14 peserta.

Namun, ia tidak menjadi kecewa, kota London yang merupakan pusat catur dunia pada saat itu menarik hatinya dan memberikan suatu tantangan baru bagi dirinya. Oleh karena itu ia tidak menyelesaikan studinya dan pindah ke London pada tahun 1862 itu juga. Di kota London Steinitz banyak memenangkan dwilomba-dwilomba serta turnamen-turnamen sehingga ia segera diakui sebagai pemain terkuat ke-4 di dunia setelah Morphy, Anderssen, dan Paulsen.

Oleh karena itu klub-klub catur London merasa tertarik untuk mempertemukan Anderssen dengan Steinitz dalam suatu dwilomba. Dwilomba itu diadakan di London pada tahun 1866 dengan hadiah 100 poundsterling, dengan pemenang adalah pemain yang lebih dulu memperoleh 8 kali menang (remis tidak dihitung).

Dwilomba itu berjalan dengan ketat dan menegangkan, namun akhirnya Steinitz memenangkan dwilomba itu dengan 8 – 6 (8 kali menang, 6 kali kalah, tanpa partai remis!). Sejak saat itu Steinitz menjadi pemain yang terkuat di dunia (pada usia 30 tahun), namun ia masih segan untuk memakai gelar juara dunia karena pada saat itu Morphy masih hidup walaupun sudah tidak aktif bermain.

Dalam tahun-tahun selanjutnya Steinitz mendominasi dunia catur. Ia meraih sukses besar dalam dwilomba-dwilomba, namun dalam turnamen-turnamen ada beberapa pecatur lain yang mampu menyainginya.

Kemenangan turnamen bagi Steinitz yang terpenting adalah dalam turnamen internasional Vienna 1873 dan kemudian kembali di Vienna 1882 (yang dijuarainya bersama dengan Winawer).

Karya utama Steinitz adalah teori-teori permainan posisional yang dikembangkannya. Pada masa mudanya ia adalah seorang pemain kombinasi yang berbakat, namun kemudian ia merasa terpesona dengan partai-partai Morphy dan mulai mencoba untuk merumuskan secara ilmiah teori-teori permainan catur.

Apa yang dirasakan oleh Philidor tapi tak dapat ditunjukkannya secara meyakinkan akibat kekurangan bakat berkombinasi, apa yang sebaliknya akibat intuisi dikuasai oleh Morphy tapi akibat kekuatan berkombinasi jarang perlu dipergunakannya selaku senjata terpenting, itulah yang dibahas Steinitz sampai menjadi teori permainan posisional.

Kunci dari teori Steinitz adalah pengertian tentang posisi. Ia mengatakan bahwa dalam permainan keseimbangan posisional harus diubah menjadi keuntungan posisional, yang kemudian diubah menjadi keunggulan posisional. Setelah tercapai barulah serangan terhadap posisi lawan dapat dilakukan, bila perlu dengan serangan kombinasi. Melalui partai-partai dan tulisan-tulisannya Steinitz berhasil mendemonstrasikan bagaimana memaksakan kemenangan melalui keunggulan strategis.

Bersama dengan Steinitz teori catur modern dilahirkan kembali sehingga Steinitz secara layak disebut sebagai “Bapak Teori Catur”. Di dalam teori pembukaan nama Steinitz diabadikan dalam salah satu varian Pembukaan Spanyol: 1.e4 e5 2.Kf3 Kc6 3.Gb5 d6 (variasi Steinitz lama) atau 3…a6 4.Ga4 d6 (variasi Steinitz).

Steinitz menuliskan teori-teorinya dalam beberapa buku dan juga dalam majalah yang didirikan olehnya, yaitu majalah International Chess. Majalah ini didirikannya pada tahun 1885 setelah ia pindah ke kota New York dua tahun sebelumnya. Majalah itu dapat bertahan sampai tahun 1891.

Walaupun pemikiran-pemikiran serta permainan Steinitz banyak dikagumi oleh pecatur lain, pribadinya tak banyak disukai oleh orang lain. Ini disebabkan oleh sikap Steinitz sendiri yang tidak menghargai pecatur-pecatur lain, bahkan ia tak segan-segan menggunakan majalahnya untuk melecehkan pecatur yang tak disukainya.

Salah satu kemenangan penting bagi Steinitz adalah dalam dwilombanya melawan Blackburne di London tahun 1876. Joseph Henry Blackburne dilahirkan di Birmingham, Inggris, pada tahun 1841. Ia adalah salah satu pecatur yang paling banyak meraih sukses dalam turnamen-turnamen di akhir abad XIX, bahkan selama satu abad Blackburne dianggap sebagai pecatur Inggris yang terbesar (sampai munculnya Nigel Short yang menantang juara dunia tahun 1993).

Johannes Herman Zuckertort
Johannes Herman Zuckertort

Keperkasaannya menyebabkan ia dijuluki Black Death oleh pecatur Eropa lainnya. Kemenangan terbesar dalam karir Blackburne adalah dalam turnamen Berlin 1881 ketika ia menjadi juara dengan keunggulan 3 angka di atas runner-upnya Dr. Zukertort.

Dalam karir caturnya ia telah mengikuti 53 turnamen dengan memainkan 814 partai dengan hasil 62%. Dalam dwilomba-dwilomba Blackburne kurang berhasil, percobaannya untuk mengalahkan Steinitz berakhir dengan kegagalan. Joseph Blackburne meninggal di Lewisham tahun 1927.

Pecatur lainnya yang juga meraih banyak sukses pada zaman itu adalah Dr, Johann Herman Zukertort. Ia dilahirkan tahun 1842 sebagai orang Jerman-Austria. Zukertort bermain dengan penuh intuisi dan menampilkan bakat berkombinasi yang memikat, sehingga ia disebut-sebut sebagai pecatur gaya lama yang terakhir (the last of the “old school” masters).

Pada tahun 1883 diadakan suatu turnamen yang besar di kota London. Turnamen itu diikuti oleh 14 orang pecatur dan menggunakan sistem kompetisi penuh. Di antara para peserta terdapat nama-nama besar seperti Steinitz, Blackburne, Dr. Zukertort, dan Chigorin. Selain itu turnamen ini juga dikenal sebagai turnamen pertama yang menggunakan jam catur yang memiliki satu badan (seperti yang umum digunakan sekarang), jam catur tersebut dibuat oleh T B Wilson dari Manchester.

Ternyata turnamen yang berat itu berhasil dijuarai oleh Zukertort dengan angka 22 dari 26. Steinitz hanya berhasil mengumpulkan 19 angka dan menjadi runner-up.

(BERSAMBUNG)

Baca Juga:  Elegi Ellen, ke Ajang Miss World Tanpa Sang Ayah, Fredrich Yunadi

***

Tulisan sebelumnya:

Sejarah Catur Dunia (5): Adolf Anderssen dan Paul Morphy