Sketsa

Membedah Isi Kepala Idrus Marham, Sang Spesialis Sekjen Golkar

Sosok, Idrus Marham, Sekretaris Jenderal, Partai Golkar, Headline, Sejarah
Idrus Marham (foto: Sidomi.com)
Sekjen Golkar Idrus Marham masuk bursa calon Ketua Umum Partai Golkar pada Munaslub mendatang. Ia punya banyak pengorbanan dan pikiran untuk kader.

Maman Abdurahman, kader kesayangan Idrus Marham membuka pertemuan antara PMG Pro Visi Negara 2045 dengan Idrus Marham. Dialog antara Idrus dengan Maman dan kawan-kawan bertempat di Sultan Residence, 27 Floor, Jakarta pada rabu, 16 Maret 2016 lalu.

Maman mengatakan bahwa Partai Golkar yang sedang mempersiapkan proses demokrasi internal mengundang setiap kalangan turut mengambil peran dalam prosesi tersebut.

Oleh karena itu, PMG Visi 2045 hadir sebagai bentuk kepedulian Pemuda terhadap penguatan dan pengembalian kejayaan Partai Golkar. Sudah saatnya Golkar kembali berjaya dan menggunakan proses kekaryaan terhadap pengelolaan pemerintahan.

Beda dengan bakal calon ketum lain, Idrus lebih dominan. Bahkan seakan menceramahi para mahasiswa di kelas.

Dengan polos, Idrus Marham membuka bahwa PMG ini bukanlah tim pemenangan personal kandidat. PMG Visi Negara Kesejahteraan 2045 adalah Tim Pemenangan Golkar. Idrus mengatakan bahwa para pemuda harus melihat semua kandidat secara objektif yang berdasarkan kuantitatif dan kualitatif.

“Saya mengharapkan penilaian-penilaian objektif demi membangun kebudayaan yang positif dalam mengatasi-mengatasi tantangan-tantangan partai golkar kedepan,” ceramah Idrus kepada Maman dan kawan-kawan.

Idrus pun memberikan mata kuliah ke-GOLKAR-an kepada PMG Pro Visi Negara 2045. Berikut ini adalah catatan ceramah Idrus;

Golkar itu karakternya adalah karya kekaryaan, secara filosofis, yang berhak memimpin golkar adalah yang memiliki karya. Yang memiliki karya adalah orang yang memiliki konsep. Dan yang memiliki konsep adalah orang yang cerdas.

Baca Juga:  Ketua Umum Baru Golkar; Airlangga, Nurdin Halid, atau Idrus Marham

Jadi bukan pemimpin yang dikarenakan oleh faktor uang dan harta benda. Artinya kemurnian pemikiran memunculkan konsep yang mampu berkarya. Kekaryaan akan tumbuh dalam kehidupan dan karakter kader. Golkar akan maju bila terus dalam jalur karya kekaryaan.

Saat ini banyak orang menggunakan tangan akademisi dalam mewujudkan konsep agar terlihat cerdas dan menghasilkan karya. Lalu mereka mengklaim karya tersebut, namun ketika diminta dijelaskan maka sulit bagi mereka untuk menjelaskannya secara orator sebaik tulisan yang dibuat konsepnya oleh orang lain.

Tesisnya, indonesia tidak maju karena orang-orang yang mnejabat pada jabatan tertentu tidak sesuai dengan kompetensinya dalam mengerjakan sesuatu. Itulah banyak orang duduk karena uang, harta dan sokongan keluarga. Oleh karena itu, kita harus menjaga semangat kemurnian berfikir dan membuat konsep yang diwejantahkan dalam program-program kerja.

Pengalaman saya dalam mengelola partai berusaha membentuk forum kesekjenan yang berusaha menghubungkan antar sekjend dari DPP hingga DPD.

Namun itu tidak berjalan karena para Anggota dewan merasa lebih tinggi jabatannya dari penguru DPW atau DPD. Padahal DPW dan DPD adalah perpanjangan tangan DPP dalam mengurus tata kelola partai organisasi termasuk kader yang menjabat sebagai anggota dewan.

Oleh karena itu, bila ada konsep atau pemikiran yang berusaha membangun penguatan golkar. Maka bagi saya, PMG Visi 2045 adalah bahagian dari semangat para pemikir yang cerdas dan memiliki konsep. Bagi saya, gerakan adalah bahagian hidup manusia.

Karena sejarahnya, partai golkar adalah gerakan. Gerakan apa? Gerakan-gerakan yang berusaha memberikan pemikiran perbaikan bagi kondisi bangsa saat itu. Gerakan idiologis, filosofis, politis dan gerakan perjuangan bangsa. golkar dalam hal ini adalah gerakan idiologis, yang merespon elit-elit partai yang hanya merebut kekuasaan.

Golkar merespon, gerakan politik, wahai elit politik berhentilah merebut kekuasaan, mari membangun gerakan karya kekaryaan. Selama ini golkar kehilangan semangat karya dan kekaryaan, lebih menonjol garakan politik pragmatis.

Oleh karena itu, PMG harus bersuara agar elit-elit partai golkar berhentilah dalam pragmatisme, ayo kembali pada gerakan ideiologis dalam frame karya kekaryaan. Gerakan saat ini haruslah gerakan idiologis, gerakan karya kekaryaan, dan gerakan pembangunan.

Golkar harus kembali kepada gerakan pembangunan sesuai dengan tujuan kemerdekaan indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Maka, Ketua Umum adalah orang yang harus memiliki kecerdasan, konsep dan program jelas. Bukan ketum yang menyewa orang untuk membuat kajian dan kosep. Kita butuh Ketum yang jelas dalam tataran idiologis, pemikiran, konsep dan gerakan pembangunan bangsa.

Bagi saya, alasan maju karena keterpanggilan dalam menguatkan pergerakan golkar bangkit. Karena itu, ketum dalam memimpin 3,5 tahun kedepan harus berada di daerah bukan di jakarta. pemimpin pergerakan harus di depan bukan di belakang. Di depan sebagai contoh dan ispirasi bagi seluruh kader golkar.

Kesulitan kita menghadapi akibat konflik internal dan menghadapi persaingan-persaingan dengan partai lain. sedangkan waktunya tinggal 3,5 tahun yang efektif dalam pergerakan golkar bangkit.

Karena itu, saya terpanggil sebagai aktivis, sebagai orang pergerakan. Maka saya katakan bila menjadi ketum bukan mesti menjadi capres atau cawapres. Namun memimpin golkar bangkit selama menjabat sebagai ketua umum.

Berkorban demi Golkar

Oleh karena itu, saya mengajak kepada semua caketum-caketum diskusi untuk jangan memikirkan semangat untuk menjadi capres, cawapres atau menteri-menteri. Dalam pergerakan jangan pernah memikirkan jabatan, tapi kita harus melakukan pergerakan yang tentunya harus melalui berbagai pengorbanan.

Pengorbanan Pertama;

Saya ceritakan, ketika menjadi sekjen, ada perebutan Komisi II, saya katakan saya mau maka semua menurut, namun ketika (alm) Napitupulu mengatakan bahwa;

Napitupulu, “Dinda abangmu ini sudah tua.”

Idrus, “Kenapa, Bang”

Napitupulu, “Janganlah, saya kan sudah tua, kamu kan masih muda, sayalah yang menjabat Komisi II.”

Idrus, “Ya sudah Abang saja jadi Ketua Komisi II.”

Itulah salah satu pengorbanan saya atas jabatan. Salah satunya saat Bang Burnap menjadi ketua DPP dan itu pun saya berikan kepada bang tersebut mendapatkan ketua DPP. Saya komunikasikan dengan Ketua Umum lalu berusaha mengakomodir keinginan bang burnap. Lalu berceritalah terkait main golf. Inti cerita adalah pengorbanan.

Pengorbanan Kedua;

Adalah saya mundur dari DPR RI. Saya ingin fokus betul dalam partai. Kemudian saya ditawarin menteri pada tahun 2011, ketum mengajak saya berbicara dan membecirakan strategi Golkar. Sebagai salah satu strategi Golkar agar Idrus (kata ketum) untuk masuk dalam pemerintahan. Maka saya menjawab saya serius untuk tidak mau masuk dalam pemerintahan. Saya katakan bahwa itu adalah hak orang lain yang berkeinginan.

Pengorbanan Ketiga;

Baca Juga:  Idrus Marham dan Golkar

Saat pencaleg-an, saya tidak masuk dalam daftar caleg, saya ditanyakan kenapa saya tidak masuk, saya menjawab bagaimana kata konstituen saya yang sudah saja mundur. Sedangkan saya sekjen dan ingin fokus mengurus kerjaan kesekjenan. Ketum melanjutkan bagaimana opsi mencalon di DKI saja agar di Jakarta. Saya katakan bahwa bagaimana saham politik teman-teman harus kalah karena saya sebagai sekjen maju. Oleh karena itu, saya mengharapkan muncul sebagai pengurus partai.

Pengorbanan Keempat;

saya adalah bahagian orang-orang yang memutus tali generasi yang bersembunyi dalam patron-patron senior. Saya mengajak semua orang berkumpul dan menghilangkan patronisme. Karena patron-patron menghilangkan objektivitas dan kualitas seoarang kader dalam menduduki posisi tertentu.

Pengorbanan Kelima;

Ketika pilkada berlangsung, saya memikirkan kenapa semua orang membahas pilkada. Saya panggil Tamali, demi Golkar maju dalam pilkada kamu saja yang menjadi sekjen. Agar Golkar bisa ikut serta dalam pilkada, Tamali bertugas meyakinkan AL sedangkan saya meyakinkan ARB dan JK.

Saya yakinkan ARB bahwa Golkar yang kita pimpin tapi tidak ikut pilkada. Jadi, saya mundur agar di cross, ketum Bali dan sekjen Jakarta. dan hal itu diterima oleh ARB dan saya melanjutkan komunikasi dengan JK. Karena itu kita harus mengakui bahwa kebenaran adalah Munas Bali, maka ARB tidak boleh mundur, maka sekjennya yang mundur. Ketumnya Bali dan sekjendnya Jakarta.

Jadi, saudara-saudara ada keterpanggilan dalam menjalankan partai.

Pertama adalah keterpanggilan untuk menolak jabatan tertentu untuk menyelematkan partai. Kedua, keterpanggilan memimpin partai untuk menguatkan dan mengurus partai. Oleh karena itu sebagai calon ketum kita harus bisa berkorban dalam keterpanggilan tersebut. karena ketum bukanlah hal yang harus dibanggakan apalagi dipertontonkan.

Masalah Golkar

Sekarang kita mengalami diskresi idiologi, kapan partai Golkar mengadakan diskusi-diskusi terkait idiologis. Makanya kita disorientasi ideologis dan mengedepankan pragmatis. Oleh karena itu butuh penguatan-penguatan idiologis demi menjaga semangat perjuangan partai. Padahal basis karya kekaryaan berbasis konseptual.

Kelemahan lain, kepemimpinan partai terganggu dari DPP bahkan hingga ketingkat kecamatan. Hal ini menyebabkan kinerja kepemimpinan partai rusak. Sehingga selama konflik ini tidak ada prestasi yang dibuat oleh Partai Golkar.

Sehingga kultur partai rusak, kedewasaan, kematangan, keteladanan. Lihatlah konflik partai, semuanya terlibat sehingga tidak ada yang bisa diteladani. Jangan sampai kebencian kepada seseorang membuat kita tidak adil. Siapa yang tidak terlibat dalam konflik? Padahal keterlibatan itu terkait  anatomi konflik Partai Golkar.

Baca Juga:  Pertahankan Setnov, Idrus Marham Malah Mau Jadi Ketua Umum

Jadi, PMG harus melakukan gerakan bukan kegiatan yang setengah-setengah. Maka gerakan harus disemangati dan dipertahankan. Jika PMG mau melaksanakan gerakan, maka gerakan tersebut jangan tanggung. Jadi hal ini harus diperbaiki dalam gerakan keseriusan bukan setengah-setengah.

Permasalahan selanjutnya, kesetiakawanan sudah tidak ada. Maka watak panca bakti sudah tidak ada. Kesetiakawanan sudah tidak ada, yang ada adalah saling bunuh membunuh. Lihat lah proses politik di DPR seperti apa, lihat semuanya, dan buka semuanya. Maka akan ada banyak orang yang berusaha jujur namun dia sebenarnya memanipulasi fakta yang ada.

Maka, gerakan itu harus menjamin bahwa Ketua Umum harus tampil di depan sebagai tokoh inspiratif agar golkar bangkit dan memenagkan proses demokrasi nasional 2017.

***