Fakta

Zumi Zola Harus Pertahankan Kegantengannya Saat Hadapi Musibah

Zumi Zola (Foto: Liputan6.com)
Zumi Zola (Foto: Liputan6.com)
Tidak main-main, LSI pernah meneliti antara kegantengan calon kepala daerah dengan minat perempuan memilihnya. Ternyata signifikan, kegantengan berpengaruh.

Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola mendapatkan panggung nasional. Bukan karena prestasi ataupun penghargaan di dunia hiburan yang sudah dia tinggalkan. Tapi, Zumi Zola menjadi tranding karena kasus bawahannya yang berusaha menyuap anggota DPRD Provinsi Jambi.

Zumi Zola, mendengar namanya sudah pasti orang tertarik. Bayangkan saja, wajah nan rupawan dengan jabatan elit. Dua potensi yang mampu membuat hati wanita klepek-klepek. Tidak percaya kalau faktor ganteng mendukung popularitas, bahkan mampu menambah kepercayaan pemilih menentukan pilihan?

Baca pandangan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) paska melakukan hitung cepat terhadap 21 wilayah yang menggelar Pilkada serentak tahun 2015. LSI fokus kepada dua nama yang menang Pilkada karena backround profesi artis.

Mereka yang mampu mencuri perhatian adalah pasangan Zumi Zola-Fachori di Pilgub Jambi dan pasangan Hidayat-Sigit Purnomo (Pasha Ungu) di Pilwalkot Palu. Kata LSI, Zumi Zola dan Pasha Ungu memiliki rekam jejak baik. Yes, karena belum lama menjadi politisi. Kan selama ini Zumi dan Pasha sibuk manggung. Tapi ya sudahlah.

Nah, LSI bilang, salah satu alasan pemilih perempuan untuk memilih adalah faktor ketampanan Zumi dan Pasha. Wajar saja sih kalau artis tampan dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan pemilih jadi pilihan.

Bahkan peneliti LSI Ardian Sopa, di Kantor LSI, bilang begini loh:

“Kita semua tahu, apa yang dimiliki oleh Zumi Zola dengan Pasha Ungu karena ketampanan yang dimiliki. Ini merupakan modal terutama bagi (pemilih) perempuan,” katanya sebagaimana Kompas.com, Kamis 10 Desember 2015.

Jaga momen menuju pentas nasional

Nah kembali ke isu utama. Persoalan anak buah Gubernur Zumi yang terpaksa berurusan dengan lembaga anti rasuah. Secara serentak para pewarta mencari Zumi. Mereka mengambil beberapa jepretan foto. Mencatat komentar Zumi. Kemudian menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Ini loh Gubernur Jambi” tanpa sadar mensosialisasikan Zumi secara gratis.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat Zumi Zola, Artis Yang Jadi Gubernur

Jadi, Zumi tidak perlu mengeluarkan biaya iklan untuk sosialisasi di media. Baik cetak maupun daring (online). Dengan membaca momen dan menemukan tanda-tanda gratisan. Zumi Zola harus mempertahankan agar foto dan namanya termuat di semua media.

Kenapa? Bukannya itu menjatuhkan citra? Oh tidak. Dengan mempertahankan foto dan nama Zumi di semua media. Maka, potensi Zumi menjadi tokoh nasional terbuka lebar. Untuk itu, Zumi harus mencari penata gaya dan ahli komunikasi. Selain dari mencari para pakar hukum dalam hal menata jawaban menghadapi KPK.

Penasehat gaya memberi masukan bagi zumi terkait beberapa hal. Seperti, pakaian apa dan warna apa yang pas untuk menghadapi wartawan. Lalu bagaimana posisi jam, sepatu dan sebagainya. Kalau perlu, ahli merias wajah didatangkan. Tujuannya membuat wajah Zumi tetap segar. Seakan-akan tidak ada masalah.

Penata gaya ini akan membuat kesan kuat. Dalam masalah, Zumi masih sanggup senyum, jalan yang tegap dan pakaiannya menyatu dengan gerak gerik. Sehingga, foto dan rekaman Zumi akan selalu dipandangi oleh para penikmat wajah ganteng.

Di lain sisi, cara berkomunikasi perlu di jaga. Misalnya, menyiapkan berlembar-lembar naskah jawaban pertanyaan awak media. Atau, perlu mencari kemungkina pertanyaan dari pihak wartawan. Sehingga, pas ketemu langsung menjawab dengan tepat dan tepat. “Wow, bukan karena ganteng dan artis, Zumi memang berkualitas,” itu ucapan yang harus muncul dari pembaca berita dan penonton video.

Itu pun kalau Zumi Zola mampu merubah ujian/musibah menjadi berkah. Kita tunggu saja kesanggupan Zumi memainkan peran. Bagaikan sedang membintangi film bioskop. Zumi harus mampu membuat penonton terharu dan berteriak histeris.

Selamat mencoba, Zumi. Semoga berhasil.

***