Fakta

Anies-Sandi Bagi-bagi Jatah, Biarin Aja Ahoker Mati Kelaparan!

Anies Baswedan, Sandiaga Uno, APBD, DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
Ahokers
Seluruh pendukung Ahok atau Ahokers harus menerima kenyataan bahwa Kepala Daerah DKI Jakarta yang berkuasa sekarang adalah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Kalau anda bukan pendukung Anies-Sandi, terlebih dari barisan loyalis ahoker alias kotak-kotak silakan minggir. APBD DKI Jakarta sepenuhnya milik mereka yang berkuasa. Yang kalah harus tau diri, biarin aja ahoker mati kelaparan!

Anies-Sandi bukan politisi rakus dan korup. Mereka adalah dua figur yang sangat bersih, amanah dan jujur. Sudah terbukti terdepan membela nasib buruh, pro kaum miskin dan anti penggusuran.

Soal proyek Reklamasi Teluk Jakarta yang sempat menyulut isu bahwa Anies-Sandi telah berkompromi dengan jaringan saudagar kaya serta konglomerat taipan, perlu diluruskan. Jangan sebarkan fitnah.

Baca Juga:  Ini Kebijakan Anies-Sandiaga Selama Jadi Gubernur

Anies-Sandi terbukti tidak punya hubungan mesra dengan keluarga Jusuf Kalla. Mereka hanya punya kesamaan kepentingan. Kalau difasilitasi naik helikopter oleh ponakan JK, wajar saja. Namanya juga sohib.

Apakah Sandiaga Uno adalah pengusaha kere? Tentu tidak, dia sangat kaya raya, Prabowo Subianto memujinya sebagai pebisnis muda anti uang haram. Asetnya triliun rupiah, semua murni dari jalur halal. Beda asal-usul dengan harta kekayaan Jokowi, Ahok dan Djarot?

Fakta menunjukan, saat Pilgub Sandiaga Uno dilaporkan atas dugaan skandal KKN, kasusnya berhenti di tengah jalan. Bukan karena kompromi, tapi emang dia licin dan bersih. Jangan diplintir berkulit bersih dan licin dari jeratan hukum.

Begitu pula Anies, dituding terlibat korupsi saat berada di kabinet Jokowi. Toh sampai sejauh ini hanya hasutan media pro Ahok. KPK dan Polri tak bernyali menyeretnya. Semua data dan fakta dugaan KKN sudah dibuang ke tong sampah.

Soal ihwal membengkaknya anggaran APBD DKI, hanyalah isu, terbukti Anies-Sandi punya modus “markup” dan menipulasi keuangan. Cermati secara jeli, apakah ada niat mereka memanipulasi uang negara? Kalau ada “niat jahat” silakan KPK turun tangan.

Keberpihakkan Anies-Sandi kepada ormas-ormas yang mendukung mereka di Pilgub DKI adalah wajar. Dulu Jokowi, Ahok dan Djarot berkuasa pun bersikap demikian. Masak bodoh, mereka mau bagi-bagi jatah proyek dan uang negara, silakan saja.

Terlebih Anies menegaskan: “Indonesia ini berdasarkan Pancasila. Kami ingin semua kegiatan juga bisa terfasilitasi, baik kegiatan-kegiatan sosial, budaya, pendidikan, termasuk keagamaan,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 23 November 2017.

Jurus jualan Pancasila tersebut harus didukung dengan segala rupa. Kemas yang rapi dalam aneka slogan, yang penting bisa kuasai lapak APBD. Kalau dibilang bertujuan maling uang negara, mesti dibuktikan.

Kepada seluruh barisan kotak-kotak dan jaringan pers nasional, perlu sadar bahwa kalian tidak akan sanggup membongkar skandal KKN Anies-Sandi. Sampai kiamatpun kalian akan gigit jari. Apalagi selama Jusuf Kalla masih berkuasa, jangan mimpi mengobrak-abrik kekuasaan Anies-Sandi.

Singkatnya Anies-Sandi tidak punya jejak hitam, mereka pejabat yang jenius, jujur dan takut pada Tuhan. Semoga bukan topeng, kita tahulah lakon mereka, menunggu waktu untuk membuktikan!

Faizal Assegaf, Ketua Progres 98

***