Fakta

Khofifah Daftar Melalui Golkar, Gus Ipul Kembali Mendapat Lawan Berat

Politik, Pilkada Jatim 2018, Khofifah Indar Parawansa, Syaifullah Yusup, Headline, Gubernur, Pemilihan Gubernur
Khofifah Indar Parawansa (Foto: Okezone.com)
Setelah mendapat restu Presiden Joko Widodo, Khofifah Indar Parawansa resmi dicalonkan sebagai Gubernur Jatim oleh Partai Golkar. Ini upayanya yang ketiga.

Khofifah Indar Parawansa resmi mendaftar Bakal Calon Gubernur Jawa Timur melalui DPP Partai Golkar. Khofifah langsung menemui Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto alias Setnov setelah menghadap Presiden RI Joko Widodo.

Ini merupakan usaha ketiga Khofifah menjadi Gubernur Jatim setelah gagal di dua Pilkada sebelumnya. Bagi calon gubernur petahana Syaifullah Yusup, Khofifah merupakan lawan terberatnya setelah pada Pilkada Jatim 2013 perolehan suara antara keduanya tidak terpaut jauh.

Kabar ini datang dari Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jatim Harun Al Rasyid. Kepastian tersebut diperoleh Harun langsung dari Sekjen DPP Golkar Idrus Marham sebelum Harun menelpon PepNews!

Menurut Harun, DPP Golkar memberitahu DPD Golkar Jatim kalau Khofifah sudah bertemu Ketua DPP Golkar Setnov, setelah menghadap Presiden Jokowi, dan langsung mendaftar ke DPP Golkar sebagai bacagub Jatim 2018.

Sehingga segala proses penjaringan yang juga telah dilakukan oleh DPD Golkar Jatim untuk selanjutnya menjadi domain dari DPP Golkar. Tim Pilkada Jatim telah melaporkan seluruh proses penjaringan yang dilakukan DPD.

Pada Senin, 4 September 2017, DPD Golkar Jatim telah melaporkan ke DPP Golkar seluruh proses pendaftaran pilgub  beserta seluruh proses penjaringan yang dilakukan di 18 kabupaten/kota yang juga menyelenggarakan Pilkada.

Sebelumnya, Sekjen Idrus Marham mengaku, Khofifah juga sudah menemui Ketua Umum Setnov, sebelum Idul Adha lalu. “Saya ingin katakan secara terbuka, (Khofifah) telah melakukan komunikasi secara intensif, bahkan ketemu ketua umum,” ujarnya di Jakarta, Jumat 8 September 2017.

Menurut Idrus Marham, Khofifah memiliki modal politik yang cukup kuat dalam pilgub Jatim. Salah satunya, karena posisi Khofifah sebagai Ketua Muslimat NU. Apalagi, di Jatim, Muslimat NU disebut memiliki kader yang militan.

Baca Juga:  Mengapa Saya Perlu Belajar Menulis Berita kepada Yusril Ihza Mahendra?

Selanjutnya, karena ini sudah menjadi domain DPP sesuai Juklak 06 Tahun 2016, maka untuk proses strategis penetapan cagub – cawagub Golkar dan penetapan koalisi ditentukan oleh DPP Golkar.

Memang dalam Juklak 06 Tahun 2016, masih memungkinkan DPP menambah figur calon atau bahkan menetapkan bacagub dan bacawagub di luar yang secara normatif sudah melalui proses politik penjaringan di Jatim.

Hampir semua parpol sudah komunikasi dengan Golkar. Seperti  dengan Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Nasdem. “Ini sudah dilakukan di tingkat pusat maupun Jatim,” ujar Harun.

Dengan masuknya Khofifah yang mendaftar melalui DPP Golkar, berarti sekarang ini sudah ada 6 orang yang mendaftar sebagai bacagub-bacawagub Jatim 2018. Lima orang di antaranya sudah mendaftar melalui DPD Golkar Jatim.

Mereka adalah Syaifullah Yusuf (Wagub Jatim), Kombes Polisi Syafiin, Istu Hari Subagio (Wakil Ketua DPD Golkar Jatim/Mantan Pangdam), Nurwiyatno (Kepala Inspektorat Jatim), dan Ridwan Hisjam (anggota DPR RI dari Golkar).

Untuk selanjutnya keputusan soal siapa yang akan diusung Golkar, dengan 6 pendaftar ini akan menjadi domain DPP Golkar untuk menentukan siapa yang akan ditetapkan sebagai bacagub-bacawagub Jatim 2018 mendatang.

Masih diminati

Nama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dipastikan bakal diusung Golkar dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018 ini setelah ada rekomendasi 11 anggota Fraksi Golkar di DPR RI.

Menurut Ridwan Hisjam, seluruh anggota fraksi dari daerah pemilihan Jatim menginginkan Khofifah menjadi gubernur dan diusung Golkar. Sedangkan untuk posisi wakil diambilkan dari internal kader Golkar sendiri.

Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa 3  itu menegaskan, semua 11 anggota Fraksi Golkar sudah tanda tangan. “Kami, 11 orang ingin Bu Khofifah manjadi calon nomor satu dari Golkar,” lanjut mantan Ketua DPD Golkar Jatim ini.

Baca Juga:  Mengapa Publik Lebih Melirik Pemilihan Gubernur Jakarta?

“Hasil ini juga sudah disampaikan ke DPP Golkar,” ungkap Tatok, panggilan akrab Ridwan Hisjam. Menurutnya, meskipun bukan satu-satunya pertimbangan, namun rekomendasi fraksi akan menguatkan pertimbangan DPP dalam memilih calon.

Tatok menjelaskan, pemilihan terhadap Khofifah dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Pertama, Golkar ingin ada perubahan di Jatim, karena itu perlu ada sosok pembaharu. “Saat ini, Jatim bukannya tidak maju. Tetapi kami ingin lebih,” ujarnya.

“Karena itu harus ada perubahan,” jelas Tatok. Kedua, Khofifah adalah kader NU yang punya cukup banyak pengalaman. Ketua Umum PP Muslimat NU itu juga memiliki kapasitas dan integritas bagus sebagai seorang pemimpin.

Tatok optimistis, ketika Khofifah resmi diusung Golkar, maka dukungan suara dari bawah akan sangat besar. Sebab, 11 anggota fraksi dari Jatim juga punya massa cukup besar. “Tentu suara ini akan utuh memenangkan Khofifah,” tegasnya.

Untuk memuluskan rencana tersebut, lanjut Ridwan, Golkar sedang menjajaki kemungkinan koalisi dengan beberapa partai tengah, di antaranya Gerindra, Nasdem, dan PPP. “Kita juga menjajaki dengan Demokrat, PAN, dan PKS,” tambah Harun.

Menurut Khofifah, dukungan yang dikantonginya untuk maju dalam Pilgub Jatim 2018 sudah cukup. “Tunggu saja saatnya,” kata Khofifah kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 12 September 2017. Jika tiba saatnya, ia akan mengumumkannya.

Khofifah menyebut, selama masa konsolidasinya dengan berbagai pihak, ia merasa keputusan untuk maju di Pilgub Jatim sudah cukup. “Tapi, dari silaturahim yang saya lakukan selama ini, proses yang sudah berjalan,” lanjutnya.

Jadi, jikalau pada saatnya keputusan untuk maju Pilgub Jatim 2018, insya’ Allah, Khofifah mengaku, sudah cukup. “Saya siap menerima dukungan dari partai nasionalis atau religius. Sebab, pada dasarnya, semua partai berjalan seiringan,” ungkapnya .

Baca Juga:  6 Tahun Lalu Anies Masuk 20 Tokoh Besar Dunia, Sandiaga Orang Kaya

“Saya tidak melihat partai yang secara ideologis itu diametral yang satu dengan yang lain. Di lapangan nggak begitu, masing-masing yang nasionalis, nasionalis-religius. Pada dasarnya seiring,” ujar Khofifah lagi.

Apakah majunya Khofifah bakal “mengancam” petahana?

Syaifullah Yusuf  alias Gus Ipul, Wakil Gubernur Jatim yang maju juga dalam Pilgub Jatim 2018 dan sudah mendaftar di lima partai (PDIP, PKB, Demokrat, Golkar, dan PPP) tentunya bakal menghadapi lawan tangguh seperti Khofifah, sesama kader NU.

Ketua Umum Partai PDIP Megawati Soekarno Putri sendiri sudah bertemu tokoh-tokoh Jatim di Ruang VIP Bandara Juanda, Senin 11 September 2017. Dahlan Iskan, satu di antara tokoh yang  memberikan masukan kepada Megawati tentang Jatim.

Selain Dahlan, tokoh-tokoh di Jatim yang hadir dalam pertemuan tersebut diantarannya, Gus Ipul, Walikota Surabaya Tri Risma Harini, Bupati Banyuwangi Abdullah Aswar Anas serta beberapa kader PDIP Jatim.

***⁠⁠⁠⁠