Sketsa

Ibunda Luna Maya Seorang Austria Yang Suka Bertualang

Luna Maya, Biografi, Keluarga, Headline
Ibunda Luna Maya (Foto: Luna Maya)
Di media sosial berbagi pengetahuan Selasar, aktris Luna Maya membeberkan siapa diri ibundanya secara terbuka, sebuah biografi singkat yang memikat.

Ibu ya panggilan dia. Dia adalah perempuan Austria. Lahir saat sedang terjadi Perang dunia ke 2. Tepat ketika bom Hiroshima dan Nagasaki dijatuhkan. She have seen the war. 

Kakek saya adalah tentara Austria yang memang saat itu dikuasai oleh Nazi. Nenek saya kalau saya tidak salah adalah orang Ceko (Austria dulu menjelajahi hampir sebagian Eropa). 

So, ibu anak dari kedua dari tiga bersaudara, tetapi kakak lelakinya meninggal di usia enam tahun karena sakit, hanya dia dengan adik perempuannya yang bernama Pia.  

Jujur saya bukan anak ibu, saya lebih anak bapak, jadi waktu bapak meninggal dan hanya ada aku dan ibu, rasanya sangat berat, terlebih lagi mengetahui betapa kerasnya dia. Hehe. Semua orangtua pasti ada yang bentrok dengan anaknya, tapi itu wajar. 

Kembali lagi ke siapa dan bagaimana ibu saya. Dia, saya jujur tidak banyak bertanya masa mudanya, tapi mendengar ceritanya mungkin memang saya semakin bangga punya ibu seperti dia. 

Di usia 21 tahun, dia sudah pergi dari Austria untuk menjelajahi dunia (Orang Eropa biasa seperti itu, tapi di tahun 60-an mungkin baru dimulai). 

Dia sempat menjadi guru TK dan menjadi pembalap mobil (jujur saya nggak tau mobil apa). 

Di usia 21 tahun, dia pergi dari rumah menjelajahi Eropa dulu, keliling dan mencari teman baru dan juga pengalaman. 

Ok kita mulai cerita adventure gila ibu saya. Btw namanya Waltraud Maria Theresia. Sejak tinggal di Bali menjadi Desa Maya. 

So, setelah menjelajah Eropa, ibu mulai bosan dan merasa lebih banyak lagi yang harus dia lihat.

Dia dan temannya berdua naik VW Combi menjelajahi Eropa dan Eropa Timur dan sampailah ibu di Afghanistan, ya dengan mobil.

Road trip itu harus berhenti karena setelah itu tidak diperbolehkan lagi naik mobil hingga ke perbatasan dan sebagainya. 

Setelah itu dia melanjutkan perjalanan dengan pesawat menuju Singapura dan dari Singapura ibu ingin ke Bali. 

Di mana ibu tahu Bali? Dia mendengar dari pedagang di Swiss (flea market). Di sana ada pedagang pakai kebaya Indonesia. Ibu saya terpesona dan lalu bertanya dan mengatakan bahwa baju yang dipakainya bagus. Sang pedagang dengan antusias memberikan jawaban, ini dari Bali, Indonesia. 

Dengan keindahan budaya dan busana pedagang tersebut, yang juga menceritakan begitu indahnya Indonesia dengan budaya dan alamnya, ibu saya begitu terpesona dengan cerita itu. Dia bertekad harus ke sana.

Sesampainya di Singapura, di sana beberapa hari lalu, dia pergi ke Jakarta, Indonesia, dengan Ferry, karena keterbatasan dana.

Sesampainya di Tanjung Priuk, ibu saya cerita dia harus naik boat kecil turun dari Ferry menuju pelabuhan. Waktu itu tidak ada pelabuhan, jadi Ferry menurunkan penumpang di tengah laut. 

Sesampainya di Jakarta, di mana lagi dia tinggal kalau bukan di Jalan Daksa, tempat gaul jaman dulu untuk semua bule-bule yang tinggal di Jakarta, Hehehe, back then maybe bukan seperti sekarang. Hehe I dont know. 

Yes dan dia pun melanjutkan perjalanan melalui darat menjelajahi Jawa. Setelah jawa lalu sampai di Bali. Berapa lama di Bali aku kurang tahu, tapi setelah itu dia kembali lagi ke negaranya, pulang kampung. Rasanya tak lama, setelah itu dia menjelajahi Amerika. 

Di Amerika, dia pernah tinggal di California selama beberapa tahun, lalu tinggal di Meksiko selama beberapa tahun. 

Dia memiliki kekasih yang bernama Louis, kalau saja mereka menikah, mungkin aku tidak ada sekarang. Hehehe

Setelah tiga tahun di Meksiko mereka harus putus karena ternyata Louis suka judi ayam. Hahahha… (Sorry ibu, saya cerita ini, but this is so funny). 

Ya pasti bisa ditebak kalau tinggal di Meksiko pasti pernah ke negara-negara Amerika Latin, tetapi hanya sebagian. 

Lanjut setelah Amerika Dan Meksiko, ada hal yang menarik dia untuk kembali ke Bali. Alam, budaya, dan magisnya Bali membuat ibu merasa harus ke Bali. 

Ya kembalilah ibu ke Bali. Dan di sana bertemu lah dia dengan bapak.

Sementara sekian dulu karena harus lanjut meeting. Tapi episode ke 2 segera saya ceritakan karena masih panjang dan masih banyak lagi yang harus saya tulis tentang ibu saya.

**

Baca Juga:  Menggali Rezeki di Era Ekspansi Digital dengan "Free"

Jawaban Luna Maya atas pertanyaan yang saya ajukan di Selasar Siapakah Ibu Anda? Dapatkah Anda mengisahkan perjalanan hidup Ibu yang Anda ketahui?